SHOLAT ON TIME, MATI ANYTIME
"Shalat itu bukan part time, bukan juga sometime apalagi no time. Shalat harus full time dan juga on time. Karena mati itu ANYTIME".
Artinya, shalat bukanlah ibadah yang dilakukan hanya ketika sempat, ketika ingat, atau ketika suasana hati sedang baik.
Shalat adalah kewajiban utama seorang Muslim yang harus dijaga secara terus-menerus (full time) dalam kehidupan, dan juga tepat pada waktunya (on time) sesuai ketentuan Allah Ta’ala.
Sebab, kematian tidak pernah menunggu kesiapan kita. Ia bisa datang kapan saja—tanpa pemberitahuan.
Dalil Al-Qur’an:
Kewajiban shalat tepat waktu :
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.”
(QS. An-Nisa: 103)
Ayat ini menegaskan bahwa shalat tidak boleh ditunda-tunda atau dilakukan sesuka hati.
Perintah menjaga shalat :
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha.”
(QS. Al-Baqarah: 238)
Menjaga di sini mencakup waktu, kekhusyukan, dan kontinuitasnya.
Kematian datang kapan saja(Anytime) :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)
Kematian tidak bisa ditunda :
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak (pula) memajukannya.”
(QS. Al-A’raf: 34)
Hadits Nabi ﷺ :
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ
“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.”
(HR. Tirmidzi)
Kalau urusan dunia saja kita bisa disiplin waktu—kerja tepat waktu, rapat tepat waktu—lalu mengapa shalat yang menentukan akhirat justru sering ditunda?
Jangan tunggu waktu luang untuk shalat, tapi luangkan waktu untuk shalat.
Karena bisa jadi, shalat yang kita tunda hari ini… adalah kesempatan terakhir yang Allah berikan sebelum “anytime” itu benar-benar datang.