ZIARAH KUBUR HADHRAT IMAM MAHDI

Ziarah ke New Dehli 

      Pada tahun 1905 Hadhrat Masih Mau'ud a.s. berkunjung ke Delhi. Dalam rangkaian  perjalanan itu Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda:
      “Pergi ke suatu tempat hanya untuk jalan-jalan tidaklah benar. Di sini ada kuburan beberapa orang waliullah suci. Kita akan mendatanginya.” -- Hadhrat Masih Mau'ud a.s. memerintahkan kepada saya (Mufti Muhammad Shadiq r.a. – pent. -- “Buatlah daftar orang-orang suci seperti itu, supaya dapat diatur acara untuk mengunjunginya.”

      Orang-orang yang ada saat itu menuliskan nama-nama orang suci yang kuburannya akan dikunjungi, yakni:

(1) Syah Waliullah Sahib, 
(2) Khawaja Nizamuddin Sahib, 
(3) , Janaab Quthbuddin Sahib, 
(4) Khawaja Baqi Billaah Sahib, 
(5) Khawaja Mir Dard Sahib, 
(6) Janaab Nasiruddin Sahib Charagh Delhi. Kendaraan pun disediakan, dan semuanya sudah naik ke atas kendaraan. 

Pertama-tama kami tiba di kuburan Khawaja Baqi Billaah Di perjalanan, mengenai ziarah ke kuburan, Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda:

     “Di kuburan terdapat suatu [suasana] ruhaniah, dan berziarah ke kuburan pada waktu pagi merupakan sebuah sunnah. 
Itu suatu pekerjaan yang berpahala, dan darinya manusia menjadi ingat akan kedudukannya. 
Manusia merupakan musafir di dunia ini. Hari ini berada di atas tanah dan besok berada di bawah tanah...” (Malfuzat, jld. VIII, hlm. 166-167). 
 

Berdoa di Kuburan Dan Hazrat Baqi Billaah

      Kami tiba di kuburan Khawaja Baqi Billaah. Di sana banyak terdapat kuburan yang letaknya rapat-rapat. Tampak Hadhrat Masih Mau'ud a.s. melangkahkan kaki dengan sangat hati-hati, jangan sampai memijakkan kaki di atas kuburan. 

Ketika tiba di kuburan Khawaja Baqi Billaah, beliau mengangkat kedua tangan beliau dan berdoa. Beliau berdoa cukup lama, dan sesudah berdoa, ditanyakan kepada beliau, apa saja yang harus dipanjatkan dalam doa? 

Beliau menjelaskan:

     “Hendaknya dipanjatkan doa maghfirah (pengampunan) bagi orang yang dikubur di situ. Dan hendaknya panjatkan juga doa kepada Allah Ta’ala untuk diri sendiri. Insan itu butuh untuk setiap saat memanjatkon doa ke hadapan Allah Ta’ala.”
       
Di bagian kepala kuburan Khawaja Baqi Billaah terdapat sebuah syair mengenai dirinya. Sesudah berdoa, Hadhrat Masih Mau'ud a.s. membaca syair tersebut, dan memerintahkan kepada saya (Mufti Muhammad Shadiq) untuk mencatatnya. Hadhrat Masih Mau'ud as. bersabda:
      
“Khawaja Baqi Billaah salah seorang di antara orang-orang suci. Beliau merupakan piir (guru mursyid) bagi Syekh Ahmad Sirhindi. 

Dan terpikir oleh saya bahwa kita sudah menyaksikan salah satu karaamah   orang-orang suci ini. Yakni, kota seperti Delhi ini telah mereka buat percaya kepada mereka (para wali Allah), sedangkan ini adalah kota yang telah menolak saya,  dan menurut mereka saya terkutuk, ditolak, dan kafir." (Malfuzat, jld. VIII, hlm. 167-168).

Disalin by. Abu Arsalanullah MAA, Cianjur, 27/03/2026. 

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM