KESIBUKAN DUNIA JANGAN MENGHALANGI UNTUK BEKAL AKHIRAT

Mengejar Rezeki, Tapi Perlahan Menjauh dari Pemiliknya. 


Di zaman sekarang, banyak orang sibuk mencari rezeki. Bahkan ada yang pagi berangkat sebelum matahari terbit, malam pulang saat anak sudah tidur. Semua demi satu kata: mencari rezeki.

Islam tidak pernah melarang kita bekerja keras. Bahkan Allah memerintahkan kita untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya. Namun di saat yang sama, Allah juga mengingatkan agar kesibukan itu tidak membuat hati jauh dari-Nya.

Allah Ta'ala berfirman dalam Quran :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.”
(QS. Al-Munāfiqūn: 9)

Bukan hartanya yang salah. Bukan pekerjaannya yang keliru. Tetapi ketika urusan dunia membuat kita lalai dari mengingat Allah, di situlah kita perlu berhenti serta beristirahat sejenak dan merenung.

Tentang keseimbangan antara usaha dan ibadah, Allah juga berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ

“Apabila salat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”
(QS. Al-Jumu‘ah: 10)

Ayat ini indah sekali. Shalat dulu, lalu bekerja. Ibadah dan usaha berjalan seiring, bukan saling menyingkirkan.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)

Kesibukan sering membuat kita merasa tidak punya waktu. Padahal waktu tetap ada, hanya perlu ditata dengan niat yang lurus.

Tentang shalat berjamaah, Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Beberapa menit melangkah ke rumah Allah, tetapi ganjarannya berlipat. Bukan hanya pahala, tetapi juga ketenangan dan keberkahan dalam hidup.

Dalam salah satu khutbahnya pada tanggal 15 Januari 2016, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan bahwa untuk menciptakan dan menjaga persatuan umat manusia, Allah Ta’ala memerintahkan agar orang-orang yang tinggal bertetangga berkumpul bersama mendirikan shalat lima waktu di masjid atau shalat center yang telah ditetapkan oleh Jemaat. 

Dengan demikian akhlak terbentuk, iman saling dikuatkan, dan tumbuh rasa saling mengenal serta mengasihi.

Beliau juga mengingatkan bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Mereka yang tidak mengikuti perintah ini akan hidup seperti makhluk yang hanya makan, minum, dan tidur, sehingga luput dari karunia rohani yang Allah sediakan.

Maka mencari rezeki tidak boleh memutuskan kita dari jamaah. Justru dengan berjamaah, hati menjadi kuat, persaudaraan terjaga, dan keberkahan turun dalam kehidupan pribadi maupun usaha kita.

Kita semua tentu ingin usaha yang lancar dan karier yang baik. Namun yang menjaga semuanya bukan semata kemampuan kita, melainkan pertolongan Allah.

Jangan sampai dalam perjalanan mencari rezeki, kita justru semakin jauh dari Sang Pemberi Rezeki itu sendiri.

Semoga Allah memberi kita keseimbangan: semangat dalam bekerja usaha, dan ringan langkah ketika dipanggil untuk bersujud bersama saudara-saudara seiman kita.

Disusun Kembali by. Abu Arsalanullah, Bekasi, 28/02 /2026. 

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM