PUASA SEBAGAI OLAH ROHANI

PUASA SEBAGAI OLAH ROHANI 
Oleh: Mln Arsalanullah MA'A 

Apabila kita berolahraga manfaatkan nya untuk kesehatan jasmani sedangkan dahsyat nya berpuasa selain bermanfaat untuk kesehatan rohani juga berpengaruh kepada kesehatan jasmani kita.

Tradisi berpuasa bukan hanya dilakukan oleh umat Islam saja tetapi umat sebelumnya pun sudah melakukan. Dan trend Puasa ini bukan hanya untuk ibadah saja tetapi dalam dunia medis pun kerap kali diperintahkan oleh dokter kepada pasien tertentu. Kalau lebih sederhana lagi, puasa juga dilakukan oleh hewan hewan tertentu untuk regenerasi berikutnya untuk menjadi makhluk yang baru seperti berubahnya ulat menjadi kupu-kupu yang indah melalui proses metamorfosis yang dilalui saat berada dalam kepompong.

Umat Islam menjalani puasa adalah suatu kewajiban bagi yang beriman agar menjadi insan baru yang bertaqwa sehingga terjadi inqilabi dalam pola hidupnya untuk menjadi insan insan Tuhan yang hakiki demi meraih tujuan hidupnya yaitu beribadah demi mencari keridhaan Nya.

Dalam Al-Qur'an, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan adalah puncak dari perjalanan spiritual manusia—keadaan di mana seseorang senantiasa sadar akan kehadiran Allah dan taat pada perintah-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menjelaskan, "bahwa Islam bukan hanya agama ritual, tetapi sebuah sistem pelatihan jiwa". Dalam bukunya Malfuzat, beliau menyatakan:

"Dalam Islam, puasa adalah bagian dari pelatihan spiritual. Dengan menahan diri dari hal-hal yang diperbolehkan seperti makan dan minum, seseorang dilatih untuk mengendalikan nafsunya sehingga bisa lebih mudah menjauhi dosa." (Malfuzat, Jilid 5, hal. 102)

Puasa dan Konsep Kawah Candradimuka

Dalam budaya Jawa, istilah kawah candradimuka menggambarkan tempat tempaan bagi seorang ksatria sebelum menjadi sosok yang kuat dan bijaksana. Dalam konteks Islam, bulan Ramadhan adalah kawah candradimuka bagi setiap mukmin, di mana mereka diuji dan dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Hadhrat Khalifatul Masih IV r.h. dalam bukunya Ramadhan & Taqwa menjelaskan bahwa puasa mengajarkan tiga hal utama:

1. Pengendalian Diri – Menahan lapar dan haus melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari.


2. Kesabaran & Ketahanan – Ketika tubuh terbiasa dengan keterbatasan, jiwa pun menjadi lebih sabar dalam menghadapi cobaan hidup.


3. Peningkatan Spiritualitas – Dengan memperbanyak ibadah, seorang mukmin semakin dekat dengan Allah.



Latihan untuk Menjadi Insan Kamil

Hadhrat Khalifatul Masih V atba. dalam salah satu khutbahnya menjelaskan bahwa orang yang berpuasa dengan benar akan mencapai derajat insan kamil (manusia sempurna di sisi Allah). Dalam khutbah beliau pada 3 Agustus 2012, beliau berkata:

"Ramadhan adalah bulan pelatihan yang jika dijalani dengan sungguh-sungguh, maka setelah Ramadhan seseorang akan memiliki semangat baru dalam menaati perintah Allah dan Rasul-Nya."

Dalam Tafsir Kabir, Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad r.a. menjelaskan,  "bahwa puasa tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk kesadaran ruhani, sehingga manusia bisa merasakan hubungan yang lebih dekat dengan Allah Ta’ala".

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda dan kita semua. Aamiin.

Disusun kembali oleh : Abu Arsalanullah MA'A (Bekasi, 29/3/25).

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM