AL-QUR'AN DAN LAILATUL QADAR

ALQURAN DAN MA'NA LAILATUL QADAR 

Oleh: Mln. Arsalanullah MA'A, Tidung, 18/03/25.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah [2]: 186 (dengan basmalah dihitung sebagai ayat pertama):

شَہۡرُ رَمَضَانَ الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ فِیۡہِ الۡقُرۡاٰنُ ہُدًی لِّلنَّاسِ وَبَیِّنٰتٍ مِّنَ الۡہُدٰی وَالۡفُرۡقَانِ ...

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan Furqān…”

Selain itu, dalam Surah Al-Qadr [97]: 2, Allah Ta’ala juga berfirman:

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰہُ فِیۡ لَیۡلَۃِ الۡقَدۡرِ ۚ﴿ۖ۲﴾

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar.”

Karena Lailatul Qadar terjadi di bulan Ramadan, ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan yang penuh kemuliaan ini.

Bahkan dalam Surah Al-Anfal [8]: 42, Allah menyebutkan bahwa Al-Qur’an juga diturunkan pada Hari Furqan, yaitu hari ketika dua pasukan bertemu, yang mengacu pada perang Badar yang terjadi di bulan Ramadan:

وَمَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلٰی عَبۡدِنَا یَوۡمَ الۡفُرۡقَانِ یَوۡمَ الۡتَقَی الۡجَمۡعٰنِ ...

“Dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Al-Qur’an) pada Hari Pembedaan, yaitu hari ketika dua pasukan bertemu...”

Kitab-Kitab Suci Diturunkan di Bulan Ramadan:

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad, Rasulullah (saw) bersabda:

أُنزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ , وَ أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنِ مِنْ رَمَضَانَ , وَ أُنْزِلَ الْإِنْجِيْلُ لِثَلَاثِ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ , وَ أُنْزِلَ الزَّبُوْرُ لِثَمَانِ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ , وَ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِأَرْبَعٍ وَ عِشْرِيْنَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

“Suhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat pada enam Ramadhan, Injil pada tiga belas Ramadhan, Zabur pada delapan belas Ramadhan, dan Al-Qur’an pada dua puluh empat Ramadhan.”
(Musnad Ahmad, Hadis No. 16536).

Pentingnya Al-Qur’an di Bulan Ramadan:

Setiap tahun di bulan Ramadan, malaikat Jibril (as) datang kepada Rasulullah (saw) untuk mengulang bacaan Al-Qur’an.

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari (Hadis No. 4998):

"Jibril (as) datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al-Qur’an) hingga Al-Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi (saw)."

Bahkan di tahun wafatnya, Jibril (as) mengecek bacaan beliau dua kali (Shahih Al-Bukhari, Hadis No. 4997).

Hadhrat Masih Mau’ud (as) bersabda:

"Janganlah kamu meninggalkan Al-Qur’an sebagai benda yang dilupakan, sebab justru di dalam Al-Qur’anlah terdapat kehidupanmu. Barang siapa yang memuliakan Al-Qur’an, dia akan memperoleh kemuliaan di langit."
(Malfuzat, Jilid 1, hlm. 136).

Pesan Hadhrat Khalifatul Masih V (aba):

Hadhrat Khalifatul Masih V (aba) dalam salah satu khutbahnya menasihati:

"Ganjaran puasa sangat tinggi dan besar, tetapi itu bagi mereka yang memenuhi hak-hak puasa berkaitan dengan Al-Qur’an. Oleh karena itu, sambil berpuasa harus banyak membaca Al-Qur’an, merenungkan maknanya, dan mengamalkan ajarannya."
(Khutbah Jumat, 14 September 2007).

Beliau juga menegaskan:

"Di dalam Ramadan ini, Al-Qur’an harus dibaca dan direnungkan maknanya, serta bagian yang telah dihafal mungkin telah lupa, maka sekarang ulangilah dan hafalkan kembali. Usahakan dan amalkan perintah-perintah yang masih belum dilaksanakan."
(Khutbah Jumat, 2 Juni 2017).

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa membawa berkah bagi kita semua. Aamiin.

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM