NAMA AHMAD DALAM SURAT AS-SAFF:7 UNTUK SIAPA?

NAMA AHMAD DALAM SURAT AS-SAFF 61:7 UNTUK SIAPA?

Selama ini terjadi polemik diinternal umat Islam, nama Ahmad dalam surat 61:7 ini untuk siapa?. 
Dalam tulisan singkat ini silahkan untuk dibaca,l.  Dan ingat, janglah karena perbedaan pemahaman sesama umat Islam harus saling mengkafirkan dan menyesatkan. Terjadi perbedaan pemahaman lebih baik dialog santai sambil ngopi bareng.

Allah SWT berfirman 

وَاِ ذْ قَا لَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَمُبَشِّرًا بِۢرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗۤ اَحْمَدُ ۗ فَلَمَّا جَآءَهُمْ بِا لْبَيِّنٰتِ قَا لُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata."
(QS. As-Saff 61: Ayat 7)

Penjelasan: 

Untuk nubuatan Nabi Isa as. mengenai kedatangan Paraklit (Paraclete) atau Penolong atau Ruh Kebenaran, lihat Injil Yahya 12: 13; 14: 16-17; 15: 26; 16: 17; yang dari situ kesimpulan berikut dengan jelas dapat diambil: (a) Paraklit (Paraclete) atau Penolong atau Ruh Kebenaran tidak dapat datang sebelum Nabi Isa As berlalu dari dunia ini. (b) Ia akan tinggal di dunia untuk selama-lamanya, akan mengatakan banyak hal yang Nabi Isa sendiri tidak dapat mengatakannya karena dunia belum dapat menanggungnya pada waktu itu. (c) Ia akan memimpin umat manusia kepada segala kebenaran. (d) Ia tidak akan bicara atas kehendak sendiri, tetapi apa pun yang didengar olehnya, itu pulalah yang akan diucapkan olehnya. (e) Ia akan memuliakan Nabi Isa As dan memberikan kesaksian atas kebenarannya. Lukisan mengenai Paraklit (Paraclete) atau Penolong atau Ruh Kebenaran itu serasi benar dengan kedudukan dan tugas Rasulullah Saw sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an. Rasulullah Saw datang sesudah Nabi Isa As meninggalkan dunia ini, beliau adalah nabi pembawa syariat terakhir dan Al-Qur’an merupakan syariat suci terakhir, diwahyukan untuk seluruh umat manusia hingga Hari Kiamat (QS.5: 4). Beliau tidak berkata atas kehendak sendiri, melainkan apa pun yang didengar beliau dari Tuhan, itu pulalah yang diucapkan beliau (QS.53: 4). Beliau memuliakan Nabi Isa (QS.2: 254; 3: 56). Nubuatan dalam Injil Yahya di atas adalah sesuai dengan nubuatan yang disebut dalam ayat yang sedang dibahas kecuali bahwa bukan nama Ahmad yang tercantum di situ melainkan Paraklit (Paraclete). Para penulis Kristen menantang ketepatan versi (anggapan) Al-Qur’an mengenai nubuatan itu, sambil mendasarkan pernyataan-pernyataan mereka pada perbedaan kedua nama itu, dengan tidak memperhatikan kesamaan sifat-sifat yang dituturkan oleh Bibel dan Al-Qur’an. Pada hakikatnya, Nabi Isa As memakai bahasa Arami dan Ibrani. Bahasa Arami adalah bahasa ibu Nabi Isa As dan bahasa Ibrani adalah bahasa agamanya. Versi Bibel sekarang adalah terjemahan dari bahasa Arami dan bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani. Suatu terjemahan dengan sendirinya tidak dapat membawakan sepenuh keindahan gubahan aslinya. Bahasa-bahasa mempunyai batas-batasnya masing-masing. Demikian pula mengenai kaum yang mempergunakan bahasa itu. Batas-batas mereka itu nampak pula dalam karya-karya mereka. Bahasa Yunani mempunyai penggunaan kata lain, yaitu Periklutos, yang mempunyai persamaan arti dengan Ahmad dalam bahasa Arab. Jack Finegan, seorang ahli ilmu agama Kristen kenamaan, mengatakan di dalam kitabnya bernama, “Archaeology of World Religions,” berkata, “Jika dalam bahasa Yunani kata Paracletos (Penghibur) sangat cocok dengan kata Periclutos (termasyhur), maka kata itu berarti nama-nama Ahmad dan Muhammad.” Lebih-lebih, “The Damascus Document” (Dokumen atau Naskah asal Damaskus), suatu naskah yang ditemukan menjelang akhir abad ke-19 dalam gereja Yahudi di Ezra, Mesir Kuno (halaman 2) melukiskan bahwa Yesus telah menubuatkan kedatangan “Ruh Suci” dengan nama Emeth: Dan dengan Almasih-Nya Dia memberitahukan kepada mereka Rohulkudus-Nya. Sebab dialah Emeth ialah, Al-Amin (Si Jujur), dan sesuai dengan nama-Nya demikian pula nama mereka ..... Emeth” dalam bahasa Ibrani berarti “kebenaran” atau Si Jujur (Al-Amin) dan orang yang kebaikannya dawam” (Strahan’s Fourth Gospel, 141). Kata ini ditafsirkan oleh orang-orang Yahudi, “Cap (meterai) Tuhan.” Dengan sendirinya, meskipun Nabi Isa As mungkin telah mempergunakan nama Ahmad, persamaan bunyi lafal antara kedua kata (Ahmad dan Emeth) itu telah membuat para penulis di kemudian hari menulis kata Emeth sebagai alih-alih kata “Ahmad” yang adalah persamaan kosa-kata dalam bahasa Ibrani. Jadi, nubuatan yang disebut dalam ayat ini ditujukan kepada Rasulullah Saw; tetapi sebagai kesimpulan dapat pula dikenakan kepada Hadhrat Masih Mau’ud As, Pendiri Jemaat Ahmadiyah, sebab beliau telah dipanggil dengan nama Ahmad di dalam wahyu (Barahin Ahmadiyah), dan oleh karena dalam diri beliau terwujud kedatangan kedua atau diutusnya yang kedua kali Rasulullah SAW. Telah juga dinyatakan dengan jelas dalam Injil Barnabas, yang dianggap oleh kaum gerejani tidak sah, tetapi pada pihak lain mereka menganggapnya otentik (dapat dipercaya) , seotentik setiap dari keempat Injil.

Jadi kata Ahmad dalam surah 61:7 ini bisa disematkan kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Juga bisa ditujukan untuk pendiri Muslim Ahmadiyah sebagai Imam Mahdi dan mazhar kelahiran Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang kedua kali di akhir zaman, yang akan melanjutkan perjuangan yang mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

(Tafsir Shoghir 61:7, foot note 3037, HM. Bashiruddin MA, hal. 1913-1914, 2023)

Disusun by. Abu Arsalanullah MA'A. 18/01/25.

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM