FALSAFAH DOA DAN MOHON PERLINDUNGAN ALLAH
*FALSAFAH DOA DAN PERMOHONAN PERLINDUNGAN*
KHUTBAH JUM'AT HUZUR V ABA, 05/04/24.
_*Ringkasan Terjemah Khutbah Huzur tadi malam*_
_Setelah membaca Tashahhud, Ta'awwuz dan Surah al-Fatihah, Yang Mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) membacakan ayat Al-Qur'an berikut:_
'Atau, siapakah yang mengabulkan doa orang yang menderita (kesusahan) apabila ia berdoa kepadaNya, dan melenyapkan keburukan, dan menjadikan kamu khalifah-khalifah di bumi? Adakah tuhan lain bersama Allah? Sangat sedikit kamu mengambil nasihat.' (Al-Qur’an, 27:63)
Huzur (aba) bersabda bahwa dalam khutbah sebelumnya, hikmah, falsafah dan cara berdoa disajikan berdasarkan sabda-sabda Hadhrat Masih Mau’ud (as). Huzur (aba) bersabda bahwa topik yang sama akan dilanjutkan dalam khutbah kali ini.
Huzur (aba) bersabda bahwa ‘kesusahan atau penderitaan’ tidak hanya merujuk pada seseorang yang merasa cemas, melainkan seseorang yang tidak mempunyai jalan keluar lain juga termasuk dalam makna ini. Oleh karena itu, ketika berdoa di hadapan Allah Ta'ala, kita perlu memanjatkannya dengan sebuah perasaan yang berkecamuk bahwa tidak ada lagi tempat yang bisa dituju untuk mengadu, dan hanya Allah lah yang dapat menolong kita.
Huzur (aba) bersabda bahwa harus dipahami bersama, hanya Allah Ta'ala yang dapat 'benar-benar' menolong kita, misalnya dengan situasi para Ahmadi di Pakistan; hanya Allah yang mampu mendatangkan kemudahan.
_*Allah Mendengarkan Doa Orang yang Menderita*_
Huzur (aba) bersabda bahwa salah satu tanda keberadaan Tuhan adalah Dia mendengarkan doa orang yang tengah dilanda penderitaan, kesulitan atau kesusahan. Oleh karena itu, kita harus mewujudkan kondisi ini dalam doa kita.
Yang kita punya hanyalah doa, yang nyatanya, hanya melalui doa lah keadaan dunia Islam saat ini bisa membaik. Oleh karena itu, setiap Ahmadi hendaknya memahami dan berusaha untuk menciptakan kondisi "penderitaan" dalam doanya, karena dengan demikian doanya akan dikabulkan.
Huzur (aba) mengutip Hadhrat Masih Mau’ud (as) yang bersabda bahwa jika seseorang berdoa tanpa menciptakan kondisi menderita, maka doanya tidak akan dikabulkan Allah Ta'ala. Jadi, keadaan menderita atau sulit ini merupakan syarat agar doa dapat dikabulkan. Keadaan ini mengandung makna bahwa seseorang yang dengan sepenuh hati memahami, tidak ada jalan keluar lain yang dapat ia tempuh kecuali dengan kembali kepada Allah Ta'ala. Ketika seseorang menciptakan keadaan ini dalam doanya, maka mereka akan mendapat pengabulan.
Lebih lanjut Huzur (aba) mengutip Hadhrat Masih Mau’ud (as) yang bersabda bahwa kita harus banyak berdoa agar mendapatkan perlindungan. Doa dapat melindungi seseorang layaknya orang yang tengah dikejar musuh dalam perang lalu ia mendapati sebuah benteng untuk berlindung. Demikianlah seseorang dapat memperoleh perlindungan dan keselamatan dari syaitan melalui doa.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk khusyu' saat memanjatkan doa. Huzur (aba) bersabda bahwa ada banyak doa dalam Al-Qur'an, hadits Nabi (saw), yang telah kita pelajari dari Hadhrat Masih Mau'ud (as) dan doa-doa yang kita panjatkan dalam bahasa kita sendiri; semua ini diperlukan agar kita dapat memperoleh keselamatan dan perlindungan dari keadaan yang terjadi saat ini.
Di beberapa tempat kita tidak bisa dengan bebas menyatakan keimanan kita, kecintaan kita kepada Rasulullah (saw), membaca Al-Qur'an atau melaksanakan ibadah keagamaan lainnya. Serangan syaitan masih terus menunggu untuk mengambil tindakan terhadap para Ahmadi dimana mereka menganggap tindakan tersebut bakal menuai pahala.
Huzur (aba) bersabda bahwa baru-baru ini, para pembunuh seorang syahid Ahmadi telah ditangkap. Ketika ditanyai, mereka mengatakan bahwa mereka diajarkan di madrasah mereka cara termudah untuk masuk surga, yakni dengan membunuh orang kafir, dan karena mereka menganggap orang Ahmadi sebagai kafir, mereka berupaya untuk membunuh para Ahmadi. Padahal, mereka tengah mendatangkan murka Tuhan. Oleh karenanya, berusaha lah untuk menciptakan atmosfer "menderita" dalam tiap untaian doa kita yang kita panjatkan.
Huzur (aba) bersabda bahwa beliau akan mengulangi berbagai doa; doa-doa ini harus selalu direnungkan, dipahami dan diulangi. Ini adalah doa-doa tambahan selain doa-doa yang kita panjatkan dengan bahasa kita, sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud (as) bersabda bahwa doa-doa yang dipanjatkan oleh seseorang dengan kata-katanya sendiri juga akan dikabulkan.
Huzur (aba) bersabda bahwa Nabi (saw) bersabda bahwa perbedaan antara orang yang tetap sibuk mengingat Allah dan orang yang tidak mengingat-Nya adalah seperti orang yang hidup dengah orang yang mati. Pada kesempatan lain, Nabi (saw) bersabda bahwa doa tidak hanya melindungi dari musibah yang sedang menimpa seseorang, namun juga melindungi dari musibah yang datang di masa depan.
_*Doa dari Al-Qur'an*_
Huzur (aba) bersabda bahwa doa pertama yang beliau sebutkan adalah Surah al-Fatihah. Hal ini tidak hanya dibaca pada saat shalat saja, tetapi selain itu juga harus dibaca dalam kesempatan lain. Hadhrat Masih Mau’ud (as) bersabda bahwa membaca Surah al-Fatihah dengan penuh kekhusyu'an dan kesungguhan hati dapat menyucikan hati, menghalau kegelapan yang bermukim di dalamnya dan menganugerahkan keyakinan yang dapat membawa seorang pencari kebenaran menuju singgasana Ilahi. Oleh karena itu, seseorang perlu untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dan khusyu' dalam membaca Al-Qur'an.
Huzur (aba) bersabda bahwa ada sebuah doa dalam Al-Qur'an:
رَبَّنَا اٰتِنَا فِی الدُّنۡیَا حَسَنَۃً وَّفِی الۡاٰخِرَۃِ حَسَنَۃً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Wahai Tuhan kami anugerahkan kepada kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat nanti, dan lindungilah kami dari siksa api neraka." (Al-Qur'an 2:202)
Huzur (aba) mengutip Hadhrat Masih Mau’ud (as) yang bersabda tentang doa ini bahwa hubungan yang dimiliki orang beriman dengan dunia ini memungkinkan mereka mencapai derajat yang lebih tinggi di sisi Allah, karena tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah iman. Makanya, urusan duniawi pun pada akhirnya adalah demi keimanan mereka.
Hal ini memberikan pelajaran berharga bahwa dunia tidak boleh menjadi tujuan akhir seseorang. Makanya, kebaikan dunia yang disebutkan dalam doa merujuk pada kebaikan dunia yang membawa kepada kebaikan untuk akhirat. Oleh karena itu, seseorang harus selalu berusaha untuk mendahulukan keimanan dibandingkan dunia, dan apa pun yang ingin dicapainya di dunia adalah semata-mata untuk meningkatkan keimanan mereka.
Huzur (aba) bersabda bahwa api neraka bisa kita temukan bahkan di dunia ini juga – senjata yang digunakan dalam peperangan secara efektif menghasilkan api, oleh karena itu kita harus berdoa agar Allah Ta'ala melindungi kita dari api (peperangan) ini. Para Ahmadi harus banyak berdoa untuk diri mereka sendiri juga untuk dunia ini.
Huzur (aba) bersabda bahwa doa Al-Qur'an lainnya yang harus sering dipanjatkan, khususnya pada hari-hari ini adalah:
رَبَّنَا اَفۡرِغۡ عَلَیۡنَا صَبۡرًا وَّثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَیالۡقَوۡمِ الۡکٰفِرِیۡنَ
‘Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami, dan teguhkan lah langkah kami, dan tolonglah kami atas orang-orang kafir.’ (Al-Qur'an, 2:251)
Huzur (aba) bersabda bahwa rasa takut tidak boleh membuat kita goyah. Kemudian doa Al-Qur’an lainnya yang perlu untuk kita terus panjatkan adalah:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡنَّسِیۡنَا اَوۡ اَخۡطَاۡنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَیۡنَا اِصۡرًا کَمَا حَمَلۡتَہٗ عَلَی الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَا ۚ رَبَّنَاوَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَۃَ لَنَا بِہٖ ۚ وَاعۡفُ عَنَّا ٝ وَاغۡفِرۡ لَنَا ٝ وَارۡحَمۡنَا ٝ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَاعَلَی الۡقَوۡمِ الۡکٰفِرِیۡنَ
‘Ya Tuhan kami, jangan hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan; Wahai Tuhan kami, janganlah memberikan tanggung jawab kepada kami seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan membebani kami dengan apa yang kami tidak mampu untuk menanggungnya; maafkan lah dosa-dosa kami, berilah kami ampunan, kasihanilah kami; Engkau adalah Pelindung kami; maka tolonglah kami atas orang-orang kafir.’ (Al-Qur’an, 2:287)
Huzur (aba) mengatakan bahwa doa lain untuk memperkuat iman adalah:
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوۡبَنَا بَعۡدَ اِذۡ ہَدَیۡتَنَا وَہَبۡ لَنَا مِنۡ لَّدُنۡکَ رَحۡمَۃً ۚ اِنَّکَ اَنۡتَ الۡوَہَّابُ
‘Ya Tuhan kami, janganlah bengkokkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami; dan limpahkanlah atas kami rahmat dari-Mu; sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pemberi.’ (Al-Qur’an, 3:9)
_*Doa Nabi (saw)*_
Huzur (aba) bersabda bahwa beliau sekarang akan menyebutkan beberapa doa Nabi (saw).
Huzur (aba) bersabda bahwa suatu ketika Hazrat Abu Bakar (ra) meminta kepada Nabi (saw) untuk mengajarinya sebuah doa, dan Nabi (saw) menjawab:
'Ya Allah, aku telah sangat menganiaya jiwaku, dan tidak ada yang bisa memaafkan kecuali Engkau, maka maafkan aku dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang’
Huzur (aba) bersabda bahwa suatu ketika seorang Badui meminta kepada Nabi (saw) untuk mengajarinya doa, dan Nabi (saw) bersabda:
‘Tidak ada yang berhak disembah selain Allah, Dialah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu. Allah Maha Besar lagi Maha Suci. Dialah Penguasa Seluruh Alam. Tidak ada daya dan kemampuan kecuali bagi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ Kemudian Nabi (saw) selanjutnya mengajarkan, ‘Ya Allah ampuni aku, kasihanilah aku, bimbing aku dan anugerahkan rezeki kepadaku.’
Huzur (aba) bersabda bahwa dalam riwayat lain tertulis bahwa setiap kali seseorang masuk Islam, Nabi (saw) akan mengajari mereka doa berikut:
'Ya Allah ampuni aku, kasihanilah aku, bimbinglah aku, lindungilah aku, dan berikan aku rezeki.'
Huzur (aba) bersabda bahwa ini adalah doa yang dipanjatkan di antara dua sujud dalam doa. Namun, sebagian orang tampaknya tidak menaruh perhatian kepada doa ini karena cepatnya mereka kembali ke sujud kedua. Itu karena mereka tidak menyadari pentingnya doa ini. Maka dari itu, kita tidak boleh melulu memanjatkan doa untuk hal-hal duniawi, namun kita juga perlu menaruh perhatian serius untuk peningkatan dan pemeliharaan rohani kita dalam doa-doa kita.
Huzur (aba) bersabda bahwa doa Nabi (saw) yang lain adalah:
'Ya Allah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Ya Allah aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosaku, dan aku berharap kasih sayang-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku, dan jangan biarkan hatiku menjadi sesat setelah Engkau membimbingku dan memberiku rahmat-Mu.’
Huzur (aba) bersabda bahwa setiap kali Nabi (saw) khawatir tentang sesuatu, beliau akan berdoa:
'Wahai Tuhan yang Maha Hidup dan Maha Penyayang, atas rahmat-Mu lah aku menangis memohon pertolongan-Mu.'
Huzur (aba) bersabda bahwa doa Nabi (saw) yang lain adalah:
'Ya Tuhanku, maafkan aku dan kasihanilah aku, dan tuntunlah aku menuju jalan yang paling luruh dan paling meneguhkan.'
Huzur (aba) bersabda bahwa jika semua ini merupakan doa-doa yang panjatkan oleh Nabi (saw), maka sedapat mungkin kita harus memanjatkan doa yang sama yang beliau (saw) telah ajarkan kepada kita.
Huzur (aba) bersabda bahwa doa lain yang diajarkan oleh Nabi (saw) adalah:
'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan berlindung kepada-Mu dari fitnah dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari keperihan hidup dan kesusahan kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan kesulitan keuangan.' Seseorang bertanya kepada Nabi (saw) mengapa dia harus mencari perlindungan dari kesulitan keuangan dan Nabi (saw) menjawab, 'Ketika seseorang jatuh dalam kesulitan keuangan, dia akan berbohong ketika dia berbicara dan mengingkari janji yang telah dibuatnya.'
Huzur (aba) bersabda bahwa Nabi (saw) terbebas dari semua hal ini, dan tentu saja beliau memanjatkan doa ini agar umatnya selamat dari hal-hal tersebut. Huzur (aba) bersabda bahwa kita harus melihat diri kita sendiri seberapa jauh diri kita melekat dengan apa yang kita doakan. Oleh karena itu doa-doa ini hendaknya dipanjatkan agar kita terlindung dari hal-hal tersebut dan agar kita tetap menerima karunia Allah Ta'ala di dunia.
Huzur (aba) bersabda bahwa Nabi (saw) juga mengajarkan doa [sebagaimana disebutkan di atas] agar dilindungi dari fitnah dajjal yang akan muncul pada zaman Almasih, dan yang saat ini sedang mencapai puncaknya di zaman kita. Oleh karena itu, para pengikut Hadhrat Masih Mau’ud (as) harus secara khusus memanjatkan doa-doa ini.
Huzur (aba) bersabda bahwa suatu kali, Nabi (saw) menginstruksikan untuk membacakan doa berikut:
'Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohon oleh Nabi Muhammad SAW. Dan kami berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Nabi-Mu Muhammad SAW memohon perlindungan-Mu. Hanya Engkaulah tempat memohon pertolongan dan hanya kepada-Mu permohonan itu disampaikan, dan tidak ada daya dan kekuatan dari sisi kami untuk melawan kekuatan syaitan.'
Huzur (aba) bersabda bahwa jika kita memanjatkan doa ini maka tidak hanya kecintaan kita kepada Nabi (saw) akan meningkat tetapi juga seluruh (khasiat) doa yang Nabi Muhammad Saw panjatkan akan mulai menguasai hati kita.
Huzur (aba) bersabda bahwa jika Nabi (saw) merasakan ancaman dari suatu bangsa maka beliau akan berdoa:
‘Ya Allah, kami datang kepadamu untuk mengalahkan mereka dan mencari perlindungan dari kejahatan mereka.’
Huzur (aba) bersabda bahwa para Ahmadi khususnya harus membacakan doa ini pada hari-hari ini; semoga Allah menjaga kita dari kejahatan para penentang.
(Ini hanyalah beberapa contoh doa Nabi (saw) yang disampaikan oleh Huzur)
_*Doa yang Diajarkan oleh Hadhrat Masih Mau’ud (as)*_
Huzur (aba) bersabda bahwa beliau juga akan menyebutkan beberapa doa yang diajarkan oleh Hadhrat Masih Mau’ud (as).
Huzur (aba) bersabda bahwa sebagai tanggapan terhadap bagaimana cara kita menarik perhatian yang besar terhadap Wujud Allah Ta'ala, Hadhrat Masih Mau’ud (as) menasehati agar seseorang harus terus-menerus berusaha dalam doa-doanya. Janganlah mereka puas dengan doa yang hanya dipanjatkan di permukaan saja, namun hendaknya mereka senantiasa berdoa sambil berdiri, ‘Ya Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa, diriku dalam kondisi bersimbah dosa yang mana racun dosa ini telah menjalar masuk ke dalam tubuhku. Dengan kasih dan sayang-Mu ampunilah dosa-dosaku, maafkanlah kesalahanku dan lembutkanlah hatiku. Letakkanlah rasa ta'zim, takut, dan cinta terhadap Wujud-Mu dalam hatiku agar kekerasan hatiku bisa hilang dan aku bisa khusyu' dalam doa.’
Huzur (aba) bersabda bahwa pada suatu kesempatan Hadhrat Masih Mau’ud (as) bersabda, ‘Wahai Tuhanku, Yang Maha Baik, aku hanyalah hamba-Mu yang tidak berguna, yang dipenuhi kemaksiatan juga kesia-siaan. Engkau telah mendapati diriku melakukan kezaliman demi kezaliman, namun Engkau malah menganugerahkan karunia demi karunia. Engkau mendapati diriku bersimbah dosa demi dosa, namun Engkau malah melimpahkan nikmat demi nikmat. Engkau selalu menutupi kesalahanku dan membekaliku dengan nikmat-Mu yang tak terhitung jumlahnya. Sekarang juga, kasihanilah orang yang tidak berguna dan berdosa ini. Maafkanlah sikap berani dan rasa tidak berterima kasih-ku. Selamatkan aku dari kesedihan ini, karena tidak ada jalan keluar lain kecuali berada di dalam dekapan-Mu.’
Huzur (aba) bersabda bahwa dalam pandangan beliau, doa ini harus dibaca setiap hari. Kita harus merenungkan fakta bahwa Hadhrat Masih Mau’ud (as) menulis doa ini dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Khalifah Pertama (ra). Mengingat tingginya kedudukan beliau (Khalifah Pertama ra), kita harus menaruh perhatian besar supaya kita memanjatkan doa ini. Jika doa ini ditulis untuk Khalifah Pertama (ra), maka kita harus membacanya lebih banyak lagi. Jika doa ini dibacakan dengan ketulusan hati yang mendalam, maka akan menarik keberkatan dari sisi Allah.
Huzur (aba) bersabda bahwa doa lain yang ditulis Hadhrat Masih Mau’ud (as) di awal Kitab beliau "Pesan Perdamaian" adalah:
'Ya Tuhanku Yang Mahakuasa, Pembimbingku yang Tercinta! Tunjukkanlah kepada kami jalan yang menuntun orang-orang yang bertakwa dan ikhlas kepada-Mu. Dan selamatkan kami dari menempuh jalan yang mengarah pada nafsu duniawi, kedengkian, dendam, dan pengejaran duniawi.’ (A Message of Peace, hal. 5)
Huzur (aba) mengutip Hadhrat Masih Mau’ud (as) yang bersabda bahwa seseorang harus terus berdoa dan bersikap rendah hati. Doa yang dipanjatkan hanya sekedar basa-basi tidak ada pengaruhnya. Sebaliknya, seseorang harus berdoa dengan kata-katanya sendiri dengan penuh kerendahan hati. Hadhrat Masih Mau’ud (as) kemudian bersabda,
‘Wahai Rabb Seluruh Alam, aku tidak dapat berterima kasih atas segala kelimpahan nikmat-nikmat-Mu. Engkau adalah Wujud yang demikian penyayang juga baik hati. Engkau telah menganugerahkan kepada-ku nikmat yang demikian besar. Ampunilah dosa-dosaku agar diriku tidak masuk dalam kebinasaan. Benamkanlah hatiku dalam cinta-Mu murni yang bersih agar aku diberi kehidupan. Tutupilah kesalahanku dan izinkanlah aku melakukan hal-hal yang membuat-Mu berkenan kepadaku. Aku memohon kemurahan-Mu dan berlindung dari murka-Mu. Kasihanilah aku. Selamatkanlah aku dari musibah dunia dan akhirat, karena segala rahmat dan karunia ada dalam genggaman-Mu.’
Huzur (aba) bersabda bahwa jika kita ingin semua doa-doa kita dikabulkan, maka kita harus banyak memanjatkan shalawat juga salam kepada Nabi (saw), karena dengan melakukan hal tersebut maka doa kita akan terkabul.
Huzur (aba) berdoa semoga kita dimampukan untuk memanjatkan doa-doa ini dan juga memanjatkan doa dengan keikhlasan yang sejati juga memanjatkan doa dengan kata-kata kita sendiri. Semoga kita dapat benar-benar menciptakan keadaan "menderita" itu dalam doa-doa kita yang menyebabkan doa-doa itu terpancar dari lubuk hati yang paling dalam. Kita patut mendoakan agar keberkatan Ramadhan kekal abadi. Semoga kita terus memetik keberkatan pada shalat Jumat ini dan shalat-shalat Jumat di waktu-waktu yang akan datang.
_*Doa untuk Dunia*_
Huzur (aba) berdoa bagi mereka yang dipenjara karena keyakinan mereka di mana pun mereka berada, agar Allah Ta'ala menyediakan sarana untuk kebebasan mereka. Semoga Allah menyelamatkan kita dan generasi mendatang dari dampak buruk perang. Huzur (aba) bersabda bahwa tidak hanya perang yang sudah di ambang pintu, namun faktanya perang dunia nampaknya sudah dimulai. Namun, para pemimpin dunia tidak khawatir karena mereka berpikir bahwa mereka akan tetap aman sementara rakyatnya akan mati. Namun, para pemimpin ini juga tidak aman. Inilah fitnah Dajjal yang membuat banyak orang ditipu. Manusia sudah mulai bersuara, namun bagaimanapun juga, tipu muslihat ini telah menjauhkan manusia dari Tuhan. Hasil akhir dari hal ini adalah murka Tuhan. Oleh karena itu, para Ahmadi khususnya harus fokus dalam doa mereka agar tetap aman dari semua keadaan ini.
Huzur (aba) bersabda bahwa perang dunia telah dimulai dan perang telah melintasi perbatasan Palestina, di Suriah misalnya ketika kedutaan Iran diserang, ini merupakan pelanggaran besar menurut hukum apa pun. Dunia diam hanya karena Israel yang menjadi pelakunya, namun hal ini akan menyebabkan perang semakin meluas. Suara-suara baru mulai terdengar ketika pekerja kemanusiaan terbunuh, namun orang-orang ini justru diam ketika warga Palestina yang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka. Sekarang mereka sudah menyadari seperti apa rasanya sakit itu.
Huzur (aba) bersabda bahwa kita harus berdoa agar Allah melindungi umat manusia dan memampukan kita untuk berbuat adil dalam doa. _(pent: abu sayyal)_
_diterjemahkan dari alislam(dot)org, sekedar terjemah bebas yang kemungkinan ditemukan kesalahan dalam penerjemahannya_
Bekasi, 06/04/24. Na.