SHOLAT 2 GERHANA
CARA SHOLAT GERHANA BERJAMAAH DAN MUNFARID
A. Hadits Perintah Sholat Gerhana
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)
B. Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Berjemaah
Imam membaca:
1. Berniat di dalam hati. Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini imâman/makmûman lillâhi ta'âlâ l.
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
3. Membaca doa iftitah dan bertaawudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).
4. Ruku'
5. Bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucapkan "Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd"
6. Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat al quran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
7. Ruku' kembali (ruku' kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya
8. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal)
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana raka'at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
11. Salam.
Setelah itu imam/Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya salat Idul fitri/Idul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar serta disunahkan untuk bersedekah.
C. Tata Cara Shalat Gerhana Sendirian
1. Sebelum shalat ada baiknya seseorang melafalkan niat, dalam hati.
2. Melafalkan niat di atas di dalam hati diiringi takbiratul ihram
3. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati
4. Baca ta'awudz dan Surat Al-Fatihah
5. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran dengan sir (perlahan)
6. Rukuk dengan membaca tasbih
7. Itidal
8. Baca ta'awudz dan Surat Al-Fatihah
9. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran dengan sir (perlahan)
10. Rukuk dengan membaca tasbih
11. I'tidal dengan membaca bacaan I'tidal
12. Sujud pertama diikuti membaca tasbih
13. Duduk di antara dua sujud
14. Sujud kedua sembari membaca tasbih
15. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
16. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama
17. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud untuk membaca tasyahud akhir
18. Salam
19. Istighfar dan doa
Demikian tata cara shalat gerhana bulan berjemaah dan sendiri.
Note. : Salat dua gerhana atau salat kusufain berarti salat dua gerhana atau salat yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf; sedangkan saat gerhana matahari disebut dengan salat kusuf.
Na, Bekasi, 25/03/24.