SYARIAT ATAU ADAT? عادات اور رسوم کا قلع قمع کرنا نہایت مشکل ہوتا ہے اور یہی ایک حجاب ہزاروں انوار سے محروم بھی رکھتا ہے "Menghapuskan adat dan tradisi sangatlah sulit, dan inilah satu satunya tabir yang membuat manusia luput dari ribuan NUR" "Betapa pun hebatnya suatu perkara dipaparkan dengan dalil dalil dan argumentasi yang kuat, tetapi adat dan tradisi pasti akan memporak porandakannya. Dan selama seseorang belum merobek tabir itu lalu dia keluar dari situ, maka dia tidak akan dapat meraih kebenaran". "Kegelapan yang ditimbulkan oleh adat dan tradisi itu telah menutupi mata sedemikian rupa, sehingga cahaya mereka sebut sebagai KEGELAPAN", ( Malfuzat jilid V hal 407). Tugas Imam Mahdi di akhir zaman وہ کام جس کے لئے خدا نے مجھے مامور فرمایا ہے وہ یہ ہے کہ خدا میں اور اس کی مخلوق کے رشتہ میں جو کدورت واقعہ ہوگئی ہے اس کو دور کرکے محبت اور اخلاص کے تعلق کو دو بارہ قائم کروں- “Tugas yang untuk tujuan itu Allah Ta’ala telah mengutusku adala...
BIDADARI GANJARAN BAGI ORANG YANG BERTAQWA Disusun Oleh: Nasiruddin Ahmadi Bagaimana Bidadari bagi para wanita? Apabila kita membaca dan memahami hakikat surga, teryata surga itu bukan milik jenis kelamin tertentu. Surga hanyalah dimiliki oleh orang yang bertaqwa dengan ketaqwaan yang sebenarnya. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan," (QS. At-Tur 52: Ayat 18). فٰكِهِيْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمْ رَبُّهُمْ ۚ وَوَقٰٮهُمْ رَبُّهُمْ عَذَا بَ الْجَحِيْمِ "Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka." (QS. At-Tur 52: Ayat 19). كُلُوْا وَا شْرَبُوْا هَـنِۤـيـْئًا بِۢمَا كُنْـتُمْ تَعْمَلُوْنَ "(Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan,"" (QS. At-Tur 52: Ayat 20). SIAPAKAH JODOH DAN BI...
MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DUNIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Oleh: Ustadz Dendi Ahmad Daud, M. Ag, Dosen Al-Qur'an dan Bahasa Arab Jamiah Ahmadiyah Indonesia PENGANTAR Di tengah dunia yang terus dilanda konflik, perang, dan ketegangan antarbangsa, wacana mengenai perdamaian menjadi semakin penting. Konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia sering kali tidak hanya dipicu oleh kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga oleh kesalahpahaman terhadap nilai-nilai agama. Dalam konteks ini, Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam menawarkan perspektif yang sangat mendalam mengenai bagaimana perdamaian dapat diwujudkan dalam kehidupan manusia. Al-Qur'an tidak memandang perdamaian sekadar sebagai keadaan tanpa perang, tetapi sebagai suatu tatanan kehidupan yang dibangun di atas dasar keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kesadaran spiritual akan hubungan manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu, perdamaian dalam perspektif Al-Qur'an merupakan proses yang aktif d...