MEMAAFKAN
MEMAAFKAN
Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan," - (HR Ibnu Hibban).
memberinya maaf pada hari kesulitan." (HR. Ath Thabrani)
Hadis tentang Memaafkan (8)
"Barang siapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah memaafkannya, apakah ia berada di pihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut (memaafkan), niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat)." (HR. Al Hakim)
SABDA HADHRAT MASIH MAU'UD as
NASIHAT YANG BEBERKAT
“Sudahilah pertentangan pertentangan antara satu dengan yang lain dengan jalan aman dan damai . maafkanlah kesalahan saudaramu , sebab sunguh jahatlah dia yang tidak bersedia di ajak berdamai oleh saudaranya . dia kan memutuskan hubungan sebab ia telah mencoba menanam bibit perpecahan. Tingalkanlah keinginan untuk mengikuti hawa nafsu dan bersitegangrasa antara satu dengan yang lain walaupun seandainya kamu berada di pihak yang benar, bersikaplah merendahkan diri (hati) seakan akan kamu bersalah agar kamu sendiri diperlakukan dengan pengampunan. Lepaskan segala sesuatu yang akan mengemukakan hawa nafsu, sebab pintu yang melalui pintu itu kamu dipersilahkan masuk tak dapat dilalui orang yang gemuk oleh hawa nafsunya. Alangkah malangnya orang yang tidak mempercayai apa yang difirmankan Tuhan dan apa yang telah kusampaikan kepadamu. Sekira kamu agar Tuhan di langit ridha kepadamu, maka segeralah bersatu padu seakan-akan kamu antara satu sama lain seperti saudara sekandung layaknya . Diantara kamu orang yang patut di hormati , hanyalah dia orang yang suka mengampuni kesalahan saudaranya. Malanglah dia yang bersikeras kepala dan tidak bersedia memaaf kan kesalahan orang lain , sebab ia bukan dari golonganku (jemaatku)“, (Sabda Hadhrat Masih Mauud as, Bahtera Nuh).
Na, 25/03/24