PUASA DAN PENSUCIAN HATI
KEISTIMEWAAN PUASA DI BULAN RAMADHAN
Diambil dari Firman Allah, Sabda Nabi Muhammad SAW, Nasihat Imam Mahdi as, dan para Kalifah nya
A. Q.S.Al-Baqarah : 184-186
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ كَا نَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَا مُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَ نْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ ۗ وَمَنْ کَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِکُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُکْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ وَلَعَلَّکُمْ تَشْكُرُوْنَ
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."
B. Hadits Nabi Muhammad SAW :
• Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw bersabda :
"Jika telah datang Bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup, dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai."
(H.R Bukhari dan Muslim)
• Hadhrat Rasulullah Saw bersabda :
"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dikarenakan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang terdahulu."
(H.R.Al-Bukhari)
• Dari Sahl bin Sa'ad ra berkata bahwa Rasulullaah saw bersabda:
"Sesungguhnya di surga ada pintu bernama Ar-Rayyan, tempat masuk orang-orang yang berpuasa kelak di hari kiamat. Hanya orang-orang yang ahli puasa yang dapat memasukinya. Dipanggil oleh penjaganya: Dimanakah orang yang telah berpuasa? Jika selesai maka pintu Ar-Rayyan ditutup, tidak akan dapat masuk kecuali mereka (ahli berpuasa)."
(HR. Bukhari dan Muslim)
C. Nasihat, Hadhrat Imam Mahdi wa Al-Masih Al-Mau'ud As, bersabda :
Puasa bukan hanya tinggal lapar dan haus, melainkan hakikat dan dampaknya hanya dapat diperoleh melalui pengalaman. Sudah menjadi sifat manusia bahwa semakin sedikit dia makan, ruhnya menjadi semakin suci, dan kemampuannya untuk (menerima) kasyaf meningkat.
Kehendak Allah adalah untuk mengurangi satu jenis makanan dan meningkatkan yang lain. Orang yang berpuasa harus selalu sadar bahwa ia tidak hanya diminta untuk tetap lapar, sebaliknya ia harus tetap sibuk dalam mengingat Allah sehingga ia dapat memutuskan ikatan keinginan-keinginan dan kesenangan duniawi dan sepenuhnya membaktikan diri kepada Tuhan _(tabattal dan inqita’)._
Oleh karena itu, tujuan puasa adalah bahwa manusia meninggalkan satu jenis makanan (jasmani) yang hanya memelihara tubuh dan meraih makanan lain (rohani) yang merupakan sumber ketenteraman dan kebahagiaan rohaniah. Mereka yang berpuasa hanya demi Allah, bukan karena adat kebiasaan, hendaknya terus sibuk dalam tahmid, Tasbih (subhanallah) dan tahlil (La illaha illallah) kepada Allah Ta’ala, yang melaluinya mereka akan mendapatkan makanan yang lain.”
(Malfuzat, Jilid V)
D. Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. menjelaskan tentang Hikmah Puasa Ramadhan, yaitu :
1. Sarana Mengingat Allah
لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰی مَا هَدٰكُمۡ
“Supaya kamu mengagungkan Allah karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu.” (Surah al-Baqarah, 2: 186)
Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu manfaat [puasa] adalah kita senantiasa dapat mengingat Allah Ta’ala di hari-hari saat berpuasa, karena kita tidak akan disibukkan dengan makan dan minum sepanjang hari, atau tidak akan disibukkan oleh pekerjaan yang menumpuk.
2. Sarana Bersyukur
لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
“Supaya kamu bersyukur.” (Surah al-Baqarah, 2: 186)
Hikmah kedua puasa adalah dengan merasakan pedihnya lapar maka hal ini akan menimbulkan rasa syukur yang kuat di dalam hati. Karena secara alami manusia tidak menghargai suatu nikmat saat mereka memilikinya, nilainya terasa ketika nikmat itu hilang dari mereka.
Orang yang memiliki mata pada umumnya tidak terpikir bahwa mata adalah berkah yang besar, tetapi ketika seseorang menjadi buta, barulah mereka memahami betapa bernilainya mata yang merupakan berkah besar luar biasa dari Allah Ta’ala.
Demikian pula, ketika seseorang merasakan lapar selama puasa, mereka akan menyadari betapa banyak kenyamanan yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka, dan dengan kehidupan yang nyaman itu mereka harus melakukan banyak perbuatan baik bermanfaat dan tidak melakukan hal yang sia-sia.
3. Menjadi Orang Yang Bertakwa
لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ
“Supaya kalian menjadi orang bertakwa.” (Surah al-Baqarah, 2: 184)
Kata تَتَّقُوْنَ telah digunakan dalam Al-Qur’an memberikan tiga arti. Pertama, dalam arti terhindar dari bahaya dan penderitaan. Kedua, dalam arti selamat dari kejahatan dan dosa dan ketiga, dalam arti mencapai tingkat kerohanian yang lebih tinggi. Oleh karena itu, melalui firman ini, Allah Ta’ala telah menggambarkan tiga hikmah puasa.
4. Semangat Membantu Fakir Miskin
Hikmah pertama adalah melalui puasa seseorang diselamatkan dari penderitaan. Selintas tampak mengejutkan bahwa puasa dapat menyelamatkan seseorang dari penderitaan karena faktanya orang mengalami lebih banyak kesusahan dengan berpuasa. Tetapi jika merenungkan, maka kita akan menyadari bahwa puasa sebenarnya mengajarkan kepada orang-orang dua pelajaran yang dapat melindungi orang-orang secara nasional.
Pelajaran pertama adalah orang-orang kaya yang biasa mengkonsumsi makanan terbaik sepanjang tahun seringnya tidak menyadari penderitaan saudara-saudaranya yang miskin yang mengalami kelaparan. Mereka tidak pernah merasakan bagaimana menderitanya jika kelaparan. Namun, melalui perintah Islam, orang-orang yang sangat kaya harus berpuasa dan kemudian mereka merasakan perihnya lapar dan mereka benar-benar dapat merasakan kondisi saudara-saudara mereka yang miskin, kemudian timbullah rasa simpati di hati mereka.
Kondisi ini menimbulkan kemajuan dan perlindungan pada suatu bangsa, karena hakikatnya keselamatan bangsa itu terletak pada kesejahteraan masyarakatnya.
5. Latihan Menanggung Berbagai Kesulitan
Selain itu, Islam tidak ingin umat Islam menjadi malas, ceroboh dan tidak terbiasa menanggung kesulitan, tetapi Islam menginginkan supaya mereka mampu menanggung segala macam kesulitan ketika dibutuhkan. Setiap tahun, puasa menciptakan kekuatan ini pada umat Islam dan orang-orang yang mematuhi perintah ini tidak akan pernah menderita dengan meninggalkan sifat memanjakan diri dalam kemewahan dan kemudahan.
6. Terlindung dari Dosa
Hal kedua, puasa menyelamatkan manusia dari dosa. Hal ini dapat kita lihat bahwa dosa hakikatnya adalah kecenderungan pada kesenangan materi, dan secara alami kita dapat melihat bahwa ketika seseorang telah terjerumus pada kebiasaan itu, maka mereka tidak dapat melepaskannya.
Namun, ketika mereka menemukan kekuatan untuk meninggalkan hawa nafsunya, maka hawa nafsu itu tidak akan menguasai mereka lagi. Ketika seseorang, yang semata-mata karena Allah, melepaskan semua kesenangan yang menggelincirkan pada dosa itu dan ia terbiasa mengendalikan diri selama sebulan penuh, maka hasil dari perbuatan ini adalah mereka akan dengan mudah meninggalkan berbagai kejahatan yang membawa mereka pada dosa.
7. Meningkatkan Doa dan Hasilnya
Puasa membantu menegakkan ketakwaan sedemikian rupa sehingga pada hari-hari puasa Ramadhan, karena seseorang harus bangun di malam hari untuk makan, mereka memiliki kesempatan lebih banyak beribadah dan berdoa. Kedua, ketika seseorang menyerahkan segala kenyamanan mereka hanya untuk Allah Ta’ala, maka Allah akan menarik mereka kepada-Nya dan menguatkan jiwa mereka.
• Hadhrat Khalifatul Masih V a.t.b.a. bersabda :
"Puasa kita harus menjadi puasa yang menjadi perisai dan menyelamatkan kita dari segala kejahatan dan membuka pintu kepada setiap kebaikan."
(Khotbah Jumat 12 Juli 2013)
Disusun oleh :
Iman Mubarak Ahmad
Edit : Abu Arsalanullah MAA
Pwt, 8/4/22