TUAN MAKAN SENJATA

TUAN MAKAN SENJATA

Dialog sederhana Pendeta dengan seorang Ustadz tentang, apakah Nabi Isa as masih hidup di langit? 

Tahun 1988-an, di daerah Kota Hujan, yang ratusan tahun lalu  dinamakan Boitenzorgh , sekarang kota Bogor. Ada suatu cerita yang disampaikan oleh seorang Ustadz Muda,  tentang pengalaman dakwah Kiyai Sadkar. Pak Kiyai  menceritakan perdebatan   seorang Ustadz kampung  dengan seorang pendeta.

Pendeta bertanya : Ustadz percaya gak bahwa Nabi Muhammad sudah meninggal dunia?, 

Ustadz : Ya saya sangat percaya, Karena ada dalam kitab suci kami Alquran.

Pendeta : Ustadz  percaya gak Nabi Isa alaihissalam yang di dipahami oleh Ustadz, dan Yesus Kristus yang dipahami oleh kami Kristen, masih hidup dan sekarang berada di langit ?

Ustadz : Ya percaya, Karena ada dalam kitab suci kami... !, dengan PD nya ustadz menjawab.

Pendeta : Tadz, apabila kita menaiki sebuah kapal laut, apakah Ustadz akan menaiki perahu yang nakoda nya yang masih hidup atau yang sudah mati, agar  selamat diperjalanan ?,

Ustadz :  Ya sudah pasti saya harus mengikuti nakoda yang masih hidup.

Sang Pendeta mengajak berjabat tangan sambil berkata, Jadi kalau begitu keyakinan kita sama...ya tadz, sambil tersenyum puas

Ustadz : Apanya yang sama ?,..
 keheranan.

Pendeta tadi pun melanjutkan perkataannya, 
"Iya tadz, tadi ustadz percaya dan yakin, Nabi Muhammad sudah meninggal dan kuburan nya ada di bumi, sedangkan Nabi Isa Masih hidup di langit karena ada dalam kitab suci Alquran. Kalau begitu, kami pun sebagai orang Nasrani sama keyakinan seperti itu, iya kan Tadz?, kemudian
Pendeta tadi ngajak jabat tangan, dan sang ustadz menerima nya.

Pendeta : Tadz, Jadi  kalau agama ini dimisalkan  perahu,  ustadz mau menaiki perahu yang  nakoda yang masih hidup  atau nakoda yang sudah mati ?. 

Si ustadz baru  sadar, atas Pertanyaan Pendeta ini, dan dia terdiam. Ehmmmm???, 
sang Pendeta melanjutkan pertanyaannya... 

Pendeta : Menurut  Ustadz,  apabila kita mengikuti seorang sosok yang diidolakan, apakah ikut sosok yang masih hidup atau yang sudah mati ?.

Ustadz pun terdiam untuk yang kedua kali.

Pendeta melanjutkan pembicaraannya, : 
Ustadz, Yesus sebagai nakoda kami dan beliau masih hidup (di langit), sedangkan Nabi Muhammad sudah meninggal dan ada di bumi. Menurutku Tadz, ikuti saja nakoda kami, Yesus kristus, yang masih hidup, bagaimana tadz ??,.....Inilah ajakan sang pendeta.

Akhirnya Ustadz tadi diam dan bingung, untuk menjawab tawaran sang pendeta.

Dari kisah ini kita mendapatkan suatu pelajaran, bahwa kepercayaan yang selalu di pegang oleh sebagian umat Islam, dengan penuh keyakinan bahwa Nabi Isa masih hidup di langit sementara Nabi Muhammad Rasulullah SAW sudah meninggal dunia,  akan menjadi bumerang terhadap dirinya sendiri, dan inilah yang dialami oleh ustadz tadi. Dan ini jugalah yang dinamakan  tuan makan senjata, alias tuan terjebak oleh dalil dan keyakinan nya sendiri.

Saranku adalah, umat muslim harus cerdas, jangan mudah mengikuti suatu keyakinan, contohnya : Keyakinan bahwa Nabi Isa as masih hidup di langit, yang tidak di dukung oleh dalil  Alquran dan Hadits Nabi Muhammad SAW. 
Dalam Al-quran banyak sekali dalil-dalil yang menjelaskan bahwa Nabi Isa as SUDAH WAFAT. 
Jangan lah kita taqlid buta (hanya sekedar ikut-ikutan) dalam menyakini kepercayaan, tetapi harus kritis dan banyak bertanya saat guru menjelaskan. 

Note :
Yang menceritakan pengalaman dialog Pendeta dengan Ustadz kampung  ini adalah Dosen Christologi, Kiyai Sadian Kartawijaya (Sadkar), Ajeungan Kharismatik  asal Garut, pada tahun 1981-an, Yang disampaikan kepada para Mahasiswa calon Muballighin. 
Tahun 1988 diceritakan ulang oleh Al-Ustadz  Mln. Uung Kurnia Fadhal Ahmad, BBA, MBA, M. Ed. (Cucu Kiyai Sadkar), yang sudah lebih 30 tahun bertugas di Thailand, sebagai Muballigh. 

Disusun by : Nasiruddin Ahmadi, Pwt, 2008'21.

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM