SUMBANGSIH PEMIKIRAN JAI NTB UNTUK MSN 2012
SUMBANGSIH PIKIRAN JEMAAT WILAYAH NUSRA
DALAM RAPAT KOMITE (Tabligh. Tarbiyat & Maal ) SYURA 2012
Kelompok Tabligh :
Para Missionaris Kristen dalam mengembangkan missinya memilki peranan ganda (Ruhani &Jasmani. Mainset ke depan Penempatan untuk seorang Muballigh ke daerah tertentu (Kepulauan atau pedalaman), tidak harus ada anggota terlebih dahulu (seperti pak Rahmat Ali , HA, OT) dan harus memiliki tugas ganda, yaitu, selain pengembangan ruhani juga harus berusaha mengembangkan jemaat secara pisik. Dengan cara merintis, mumpung lagi murah mencari lahan (tanah) yang masih kosong, untuk persiapan pembangunan sarana & prasarana yang dibutuhkan generasi di masa yang akan datang. Sebagai pertimbangan, tentunya harus diperhatikan beberapa aspek sbb. : Strategis, melihat prospek ke depan (pengembangan kota), jauh dari masjid ghair, belum terkontaminasi oleh pengaruh ulama.
Pengembangan Jemaat di Kepulauan atau pedalaman, harus di dukung oleh SDM (Ahmadi dari luar) yang mumpuni, memiliki skil, dedikasi dan mapan yang mewakafkan sebagian waktu dan hidupnya (Waqf Ardhi) sesuai skil (Pertanian, Kelautan, dll.) yang mereka miliki.
Investasi : Kerjasama dengan dengan kelompok Ta’lim wa Tarbiyat, agar dibuka program anak asuh, bea siswa, bagi anak ahmadi bahkan untuk anak-anak Tokoh Masyarakat (ghair) di pedalaman, dengan cara , sekolah-sekolah Jemaat (Al-wahid atau ARH, dll), mengadopsi dan menampung selebar-lebarnya mereka, Hal ini dilakukan untuk investasi masa depan jemaat di wilayah tersebut, sebagaimana sudah dilakukan oleh Kristen, Hidayatullah atau Muhammadiyah.
Kelompok Tarbiyat :
Sekolah-sekolah yang dikelola oleh Jemaat (TK. Siti Khadijah-Tasikmalaya, SMP. Amal Bhakti-Manislor, SMU. Al-Wahid-Wanasigra) agar lebih ditingkatkan mutu pendidikan dan bangunan pisiknya, mengadakan biaya murah bagi yang tidak mampu, program beasiswa, dengan cara didukung dan dikelola oleh jemaat secara lebih profesional, dengan harapan, bisa menggungguli sekolah-sekolah lainnya bahkan menjadi contoh potret pendidikan berhasil di Indonesia.
Sekolah SMP, SMU ARH, dan SMK Fadhilah milik pribadi pun – yang selama ini sudah banyak berkiprah di dunia pendidikan -, diajak bermitra oleh Jemaat secara profesional, untuk melahirkan anak-anak Ahmadi yang berkualitas dan melahirkan simpatisan yang toleran.
Investasi SDM Jemaat : Sekolah yang dikelola oleh Jemaat maupun milik Yayasan/pribadi, agar membuka selebar-lebarnya bagi putra-putri Ahmadi bahkan anak-anak tokoh agama atau masyarakat tertentu (simpatisan) yang ada di wilayah pedalaman, daerah terpencil dan kepulauan untuk menerima mereka sebagai anak didiknya, kalau bisa gratis atau program biaya murah & Beasiswa. Hal ini bermanfaat untuk peningkatan SDM Jemaat di daerah tersebut, dan tentunya untuk pengembangan Jemaat.
Sebagai langkah awal, Sekretariat Jemaat yang ada di daerah (Provinsi) selain berfungsi untuk tempat Muballigh dan tempat ibadah, agar dimanfaatkan juga untuk (khususnya) menampung anak-anak Ahmadi pedalaman (sebagai ahli sufah & memakmurkan Masjid), yang akan melanjutkan pendidikannya ke strata yang lebih tinggi (minimal SLTA/SMK atau D-III). Tentunya harus ada asrama dan biaya hidup. Biaya, bisa diambil dari subsidi Jemaat atau menggalakan program anak asuh. Semuanya untuk melayani, menolong dan manfaatnya untuk jemaat. Insya Allah.
Kelompok Maal :
Dalam M-1, agar dicantumkan khusus dana pengungsi untuk membantu warga ahmadi –dimanapun berada- yang teraniaya karena mempertahankan keyakinannya. Atau hal ini bisa memanfaatkan kolom bantuan sosial, Khidmat Khalq atau Umur Amah.
Warga Jemaat Lombok, sudah mengungsi selama 6 tahun lebih, selama di pengungsian banyak masalah yang muncul dari yang melahirkan, yang sakit, terkena musibah sampai yang meninggal dunia. Semua ini, membutuhkan biaya cepat.
Pengurus NTB selama ini berinovasi dan berkreasi, bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi ini –tanpa meninggalkan kewajiban yang pokok dalam membayar chandah-, yaitu dengan cara membuka POS DANA PENGUNGSI (PDP), sumber pendapatannya dari : Iuran spontanitas para Ahmadi & Pengurus serta dari beberapa donatur yang peduli.
(Mataram, NA, 2604’2012)
INFO HASIL SURVEY RENCANA PEMBELIAN
MOBIL CARRY UNTUK INVESTARIS JEMAAT-NUSRA
Wilayah Lombok :
Mobil Carry dibawah tahun 2000, C.1000cc atau 1500cc, rata-rata harganya berkisar : Carry 1990-1995, Rp. 47.000.000 – 50.000,000,- C. 1995-1999, 50.000.000 – 60.000.000,-
Carry Tahun 2000-2005, 1000cc/1500cc, Rp. 65.000.000-67.000.000,- dan Carry 1500cc, Carry tahun 1500cc, Tahun 2006-2007, *Rp. 70.000.000-75.000.000. *Carry 1500cc, tahun 2006, siap pakai warna merah.
Wilayah Denpasar-Bali :
Carry 1000cc tahun 2001, 1000cc Rp. 48.000.000,-
Carry 1500cc tahun 2002, Rp. 55.000.000,-(siap pakai, warna merah, milik pribadi, tarik berkas).
Biaya Mutasi, Tarik Berkas & Balik nama, Rp. 3.700.000,-
Estimasi perbandingan :
Di Lombok di bawah tahun 2000 (1993, 1995) yang 1000cc Rp. 47.000.000-50.000.000 an, di Bali yang 1000cc, tahun 2001, Rp. 48.000.000 an + Berkas = Rp. 51.700.000, selisih Rp. 1.700.000, ( Beli di bali menang di tahun lebih muda).
Di Lombok di atas tahun 2000 an, contoh 2005/2006, 1500cc Rp. 70.000.000-75.000.000 an. Di Bali, contoh tahun 2002, 1500cc Rp. 50.000.000-55,000.000 an + Berkas Rp. 58.700.000. Terjadi selisih Rp. 7 – 8 juta. (tetap lebih murah di bali ).
Kesimpulan : Harga mobil di Lombok lebih mahal di bandingkan dengan di Denpasar-Bali, karena selama ini, mobil baru maupun second, Lombok mendatangkannya dari Bali. Semoga Allah memberikan sarana yang terbaik kepada Jemaat.
(Survey di bali, 20-22 April 2012 ).
Wassalamualaikum wrwb
Mln. Nasiruddin Ahmadi
MUBWIL. NUSRA