RELASI JAI NTB DENGAN TGBH. ZAINUL MAJDI (GUB. NTB)




KOMITMEN WARGA MUSLIM AHMADIYAH 
MENGENAI KESETIAAN KEPADA PANCASILA, UUD45, NKRI DAN SEMANGAT BHINEKA TUNGGAL IKA
( 4 PILAR KEBANGSAAN )
(BACA DULU, BARU TAHU !)

(Disajikan ketika acara Vidio confrence, di Lab. Hukum Unram, 25 Mei 2011, diikuti 4 PT (Unram, Unpatti, UGM, USU dan Hakim MK, hadir ± 500 orang)
Disusun : Mln. Nasiruddin Ahmadi

Jemaat Ahmadiyah Indonesia wil. NTB adalah bagian dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang sudah memiliki Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI. No. JA.5/23/13 Tgl. 13-3-1953. Tambahan Berita Negara RI. Tanggal 31 Maret 1953, nomor 26. Diperkuat dengan Pernyataan DEPAG. RI. Tanggal 11 Mei 1968, tentang hak hidup seluruh organisasi Agama yang AD/ART nya sudah disahkan oleh Badan Hukum Menteri Kehakiman dan sudah memiliki AD/ART sesuai dengan perundang-undangan yang ada. 

Sesuai dengan Anggaran Dasar, Jemaat Ahmadiyah Indonesia berasaskan Pancasila (Bab II, Asas, Pasal 2). Jemaat Ahmadiyah Indoesia menghayati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (Bab III, Tujuan, Pasal 3, poin 1 ), Mengembangkan Agama Islam, ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallaam menurut Al-quran, Sunnah dan Hadits, (Bab III, Tujuan, Pasal 3, poin 2.a). Membina dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kemampuan para anggautanya baik dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan, akhlak, amal bhakti maupun kerohanian. (Bab III, Tujuan, Pasal 3, poin 2.b).

Ahmadiyah sudah ada di bumi pertiwi (1925)  sebelum NKRI terbentuk (1945). Para pengurus dan anggautanya sejak semula turut berjuang bersama founding father, bahu membahu dengan masyarakat lainnya, tanpa membedakan ras, agama dan keyakinan, semangat bhineka tunggal ika yang menjadi landasannya demi meraih cita-cita yang didambakan, kemerdekaan yang menjadi tujuan.

Warga Ahmadiyah berpendapat, NKRI didirikan bukan oleh orang atau kelompok atau agama dan keyakinan tertentu saja, tetapi NKRI LAHIR dibawah asuhan dan penjagaan semua komponen bangsa melalui perjuangan darah, air mata dan doa sebagai ruhnya.

Bagi warga Ahmadiyah, KESETIAAN KEPADA ÙUD45, PANCASILA DAN NKRI dengan semangat ke-bhineka-an adalah suatu keharusan, karena kami yakin, Hubbul-wathan minal-Iiman, cinta kepada tanah air adalah bagian dari ke-imanan.

Bukti kesetiaan warga Ahmadiyah terhadap NKRI ini dapat di tropong dibeberapa peristiwa sbb. : 
Tahun 1945/1946, sebanyak 6 orang Ahmadi dari Jemaat/cabang Cukangkawung-Jabar (Jaed, Sura, Saeri, Haji Hasan, Raden Saleh dan Dahlan) disyahidkan oleh gerombolan Daarul-Islam (DI) karena kesetiaannya kepada NKRI. Demikian juga yang terjadi di Indihiang-Tolenjeng-Garut, Haji Sanusi, Omo, Tahyan dan Sahromi, telah disyahidkan.

Masih di Tahun yang sama, 1945/1946, tempat yang berbeda, sebanyak 6 orang Ahmadi dari Jemaat/cabang Ciandam-Cianjur-Jabar (Soma, Jumli, Sarman, Osdom, Ibu Idot & Ibu Uniah ) disyahidkan oleh gerombolan Daarul-Islam (DI) karena kesetiaannya kepada NKRI. Dan banyak lagi di tempat lainnya.

Ahmadiyah dan Kemerdekaan RI : Tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta akan memproklamirkan HUT RI yang pertama, R. Muhammad Muhyidin (Ketua PB. JAI sekaligus pegawai tinggi RI) saat itu aktif menjaga kedaulatan RI  dan dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi Sekretaris Panitia HUT RI, bahkan beliau sendiri yang akan meminpin barisan dengan memegang Merah Putih. Akan tetapi 8 hari sebelum pelaksanaan HUT RI, beliau diculik oleh Belanda sampai saat sekarang tidak tahu dimana rimbanya. MENURUT PENGAKUKAN EX WALIKOTA JAKARTA (SUWIRYO)  beliau dibawa ke Depok oleh Belanda dan ditembak mati.

Kampanye Kemerdekaan RI : Pemuda-pemuda Ahmadiyah (Mlv. Nuruddin, Haji Yahya Pontoh), giat mensosialisasikan dengan bahasa urdu kesucian perjuangan RI untuk meraih kemerdekaannya dengan cara, masuk ke kantung-kantung tentara India (GURCA), -untuk menjelaskan kesucian perjuangan-, yang akhirnya banyak dari mereka (Gurca) yang sadar dan berbalik mendukung perjuangan RI. Tidak ketinggalan, Mln. Abdul Wahid, HA dan Malik Ahmad Khan, mengekspos kemerdekaan RI ke benua alit India melalui siaran RRI berbahasa urdu.

Pahlawan : Pemuda lainnya adalah, Arif Rahman Hakim  Pahlawan Ampera, Wr. Supratman, (Pencipta lagu  Kebangsaan Indonesia Raya, Sejarah kota Madiun), dan Bapak Suhadi (Yogyakarta), sebagai Pencipta lagu HYMNE IAIN (1964),  HYMNE Universitas Islam Indonesia (UII, 1976), HYMNE UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO (1986),  mereka adalah Putera-putera kandung terbaik  Ibu pertiwi , berasal dari Ahmadiyah. (2/03/13, via HP.).

Dukungan Ahmadiyah Internasional : Perjuangan kemerdekan RI pun di dukung penuh oleh, Imam tertinggi Jemaat Ahmadiyah International, Al-haj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Dengan menyerukan perintah, agar seluruh warga Ahmadi di dunia turut mendoakan dan melaksanakan puasa senin-kamis demi perjuangan RI. (Lihat surat kabar, Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Harian Merdeka Jakarta, yang disiarkan berita Antara, Selasa Legi, 10 Januari 1946). 
Beliau mengatakan, “Jika bangsa Indonesia akan mendapatkan kemerdekaan 100% tentulah hal ini akan berfaedah besar bagi umat Islam. Untuk hal ini, ada baiknya jika Negara Islam pada masa ini dengan serentak memperdengarkan suaranya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia serta meminta juga kepada Negara-negara lain juga mengakuinya. Selain itu saya berharap, supaya seluruh Muballigh Ahmadiyah yang kini ada di India dan di luar India, yaitu di Palestina, Mesir, Iran, Afrika, Eropa, Kanada, Amerika Serikat, Amerika Selatan dan lain-lain mendengungkan serta menulis dalam surat-surat kabar harian dan majalah-majalah yang mereka keluarkan, karangan-karangan yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, khususnya meminta kepada Negara-negara Islam untuk membantu bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya, soal kemerdekaan Indonesia harus setiap waktu di dengungkan supaya seluruh Negara di dunia ini memperhatikan hal itu. 
Sudah menjadi haknya bangsa Indonesia untuk merdeka di masa ini. Bangsa ini adalah bangsa yang maju, memiliki peradaban tinggi serta mempunyai pemimpin-pemimpin yang bijaksana, mereka adalah suatu bangsa yang besar dan bersatu. Bangsa Belanda yang jumlahnya kecil sekali-kali tidak berhak untuk memerintah mereka” ( PJAI, Lamp.II. Hal.2).


PANDANGAN AKAN DATANG IMAM MAHDI, 
NABI DAN RASUL SEBAGAI JURU SELAMAT AKHIR ZAMAN SESUDAH NABI MUHAMMAD S.A.W. 
BUKAN HANYA MONOPOLI ISLAM AHMADIYAH

Keyakinan Nahdlatul Ulama (NU) :
Soal : Bagaimana pendapat muktamar tentang Nabi Isa as., setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad SAW, adalah Nabi terakhir? Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu? 

Jawab : Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa a.s, itu akan diturunkan kembali pada  akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul* yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW., dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir, sebab Nabi Isa a.s, hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW. Sedangkan mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku). 

*Note : Ormas terbesar NU dengan tegas mengatakan, sosok yang akan datang setelah Nabi Muhammad SAW. wafat, berpangkat NABI dan RASUL, bukan Wali atau Ulama..

(Sumber : Ahkam al Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Diantama-LTN-NU, Cet. Ketiga, Pebruari 2007: 47-48, Pengantar : KH. M.A. Sahal Mahfudz, Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia)

Pandangan Muhammadiyah :
Tentang kedatangan tuan Yezuz kedoenia kembali, memang rata-rata kaum Moeslimin mempertjayainya. Hal kepertjayaan Moeslimin tentang kedatangamn Yezuz ke dunia lagi itoe demikianlah : Sungguh Baginda Nabi Isa (Yezuz Kristus), itu akan toeroen ke doenia lagi pada akhir zaman dan beliau itu akan menghoekoemi dengan syariat Nabi Moehammad SAW., tidak dengan syariatnya; karena syariat Yezuz itoe, telah terhapoes sebab soedah lalunya waktoe jang sesoeai oentoek mendjalankannya. Maka kedatangan Yezuz itoe nanti menjadi sebagai khalifah ataoe pengganti Nabi kita, di dalam menjalankan syariat Beginda Nabi SAW., pada ini oemat 

Note : Tidak jauh berbeda dengan pandangan NU, Muhammadiyah pun mengakui, Nabi Isa (Yezuz Kristus), akan turun ke dunia pada akhir zaman. Kapan akhir zaman ?,  tentunya setelah yang Mulia Nabi Muhammad SAW. wafat.

(Sumber : Windon Nomer Mutiara, Madjlis H.B. Moehammadiyah Taman Pustaka, Pebruari 1940/Moeharram 1359 Th. Ke IX, hal. 32-34, Sinar Islam, Edisi Juli 1985, hal. 26-27).

HADHRAT NAWAS BIN SAM’AN MENCERITAKAN
EMPAT KALI KATA NABI DI UNGKAPKAN

-WAYUHSHARU NABIULLAH ISAA WA ASH-HAA BUHU, FAYARGHABU NABIULLAH IISA WA ASH-HAA BUHU, TSUMMA YAHBITHU NABIULLAH IISA WA ASH-HAA BUHU, FAYARGHABU.NABIULLAH IISA WA ASH-HAA BUHU-.

 Artinya :  Nanti NABI Allah Isa dengan sahabat-sahabatnya akan dikepung, NABI  Allah   Isa akan berdoa dengan para sahabatnya, Kemudian turunlah NABI Allah Isa dengan para sahabatnya, Maka berdoalah NABI Allah Isa dengan para sahabatnya. (Muslim, Misykat, hal. 474).

FATWA SYEKH ABDUL AZIZ BIN BAAZ, 
ULAMA TERKEMUKA RABITHAH ALAM ISLAMI, BERKAITAN DENGAN 
HADITS-HADITS TENTANG KEDATANGAN IMAM MAHDI, MENYATAKAN : 

“Adapun mengingkari sama sekali kedatangan Mahdi yang dijanjikan, sebagaimana  anggapan sementara golongan mutaakhirin adalah pendapat yang salah. Karena Hadits hadits tentang kedatangannya di akhir zaman dan tentang ia akan mengisi bumi ini dengan keadilan dan kejujuran, karena telah penuh kezaliman, adalah mutawatir (tidak diragukan lagi) dari segi isi dan artinya dan terdapat dalam jumlah banyak. 
(Sumber : Akhbaarul Alamil Islaami, 21 Muharram tahun 1400 Hijriyah hal. 7) 

Note : Ada Penjelasan di dalam Hadits, Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr, Jld. II, p. 362), -LAA MAHDIYAA ILLAA IISAA-, Tidak ada Mahdi melainkan Isa.  JADI sosokj Mahdi dan Isa, satu wujud/orang.

MUFTI MESIR 
BERKENAAN DENGAN KEDATANGAN IMAM MAHDI
“Beriman kepada datangnya Imam Mahdi itu wajib, sebagaimana telah dibenarkan oleh para Ulama dan telah dijelaskan dalam aqidah-aqidah Ahlus-Sunnah Wal-Jamaah dan juga diakui oleh Ahlusy-Syiah.  (Sumber : Lawamiul-Anwaril-Bahiyah, 1882, Juz II, hal. 84).

SIAPAKAH YANG MEMUSUHI IMAM MAHDI ?
Syeik Muhyidin Ibnu Arabi, mengatakan : - WA IDZAA KHARAJA HADZAL-IMAAMUL- MAHDII, FALAISA LAHUU ADUWWIMUBIINA ILLAL-FUQAAHA-U KHAASH-SHAH-, Apabila Imam Mahdi Muncul, tak ada orang lain yang lebih menentangnya daripada apa yang dinamakan kaum Fuqaha, (Sufi dan Penafsir Al-quran yang terkenal di dunia Islam, dalam Kitab Futuhatul-Makiyyah, Jld. III, Bab 366, Hal. 374). Ternyata yang memsuhi Imam Mahdi dan misinya adalah, Ulma.
Perlu diingat : Apabila kita mempelajari Ilmu perbandingan Agama, ternyata Agama-agama  sebelum Islam-pun memiliki pemahaman akan datang JURU SELAMAT di akhir zaman  dengan istilah berbeda.


Pandangan Beberapa Tokoh Nasional & Agama 
Terhadap Ahmadiyah mengenai Dakwah Islam & Al-quran

Bung Karno :  
Maka oleh karena itulah, walaupun ada beberapa fasal dari Ahmadiyah tidak saya setujui dan malahan saya tolak,.., tokh saya merasa wajib berterima kasih atas faedah-faedah dan penerangan-penerangan yang telah saya dapatkan dari mereka punya tulisan-tulisan yang rasional, moderen, broad minded dan logis itu.

Muhammad Akram M.A. ( ahli sejarah & sastrawan ) :
Pengaruh Jemaat Ahmadiyah memang jauh sekali. Ini disebabkan kepercayaan Pendiri Jemaat Ahmadiyah dan pengikutnya, bahwa jihad dengan pedang bukanlah masanya sekarang. Yang diperlukan ialah jihad dengan pena, jihad dengan lisan dan tulisan. 
Pendirian mereka ini tidak sejalan dengan pendirian umat Islam lainnya, tetapi hakikat yang nyata ialah, kemampuan jihad dengan pedang tidak ada pada Ahmadiyah dan tidak pula terdapat pada umat Islam lainnya. Karena kepercayaan umum umat Islam terhadap jihad dengan pedang itu, maka akhirnya jihad am dan dakwah pun tidak dilakukan. Orang Ahmadiyah yang mengakui jihad dengan dakwah itu merekalah yang melakukannya dengan menganggapnya sebagai kewajiban. Di sini mereka berhasil dan sukses.

Almanak Muhammadiyah 1344 H
Dikeluarkan oleh Muhammadiyah Taman Pustaka Yogyakarta, Kitab Almanak yang ke-II, hal. 40-51, Artikel berjudul,  Pemandangan Gerak Agama Islam  dan Gerak Muhammadiyah , Maret 1925, Syaban 1343 H,  tertulis sbb. : 
 Pergerakan Ahmadiyah yang asalnya dari Hindustan, pada sekarang ini dibicarakan pada surat-surat kabar. Zending Kristen di tanah Hindia pun ramai juga membicarakan baik dalam rapatnya maupun dalam surat kabarnya. Apa Ahmadiyah itu ?, Apa kekuatannya ?, dan perntanyaan rupa-rupa lagi. Rupa-rupanya Ahmadiyah dapat perhatian dari pihak Kristen... Ahmadiyah itu pergerakan yang melebarkan ajaran Islam. Utusannya dikirim ke mana-mana di dunia ini, di Eropa, Asia, Amerika dan Afrika....Pendirian Masjid di Eropa sangat di usahakan oleh Ahmadiyah. Islam di Eropa pun mulai berkembang...... 

 Almanak Muhammadiyah tahun 1346 H/1926 M,
Bagian Taman Pustaka di Yogyakarta, buka stebal 148 pagina, 10 halaman (hal. 133-143), menguraikan tentang pergerakan Ahmadiyah, sbb.:   Pegerakan Ahmadiyah itu telah didirikan dengan pimpinan Ilahi oleh Hazratul Mukaram Almarhum Ghulam Ahmad, Mujaddid (pengubah) untuk abad yang ke-14, Mahdi dan Almasih yang tersebut dalam nubuwwat, beliau itu telah dilahirkan pada tahun 1839 (yang benar 1835,pen) dan telah mangkat pada tahun 1910 (yang benar 1908,pen) , ( pagina 133 ).
 Kalau kiranya Hazrat Mirza bukannya mujaddid bagi abad yang ke-14, siapakah lagi orang yang harus melakukan jabatan ini ?. Apoakah kamu mengira bahwa janjinya Nabi  yang suci yang sungguh benar itu bakal tidak mendapat kepenuhan selama-lamanya ? ( pagina 143 ).

Dr. H.A.Karim Amarullah, Ayahanda Buya Hamka :
Dakwah kepada non-Muslim Diatas nama Islam dan kaum Muslimin se-Dunia kita memuji sungguh kepada pergerakannya Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Kristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain-lain tempat...

AHMADIYAH DAN AL-QURAN
Prof. Dr. Buya Hamka, mengatakan :

Adapun kaum Ahmadi (Ahmadiyah), dan usahanya melebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka menafsirkan Quran ke dalam bahasa-bahasa yang hidup di Eropa. Padahal zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Quran. Penafsiran Quran dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang mengingini kebangkitan Islam ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam...

KH. Agus Salim & HOS. Cokroaminoto :

Dalam Kongres SI ( Syarikat Islam, pen.) 26/29 Januari 1928, memperingati SI yang ke-15 tahun, membahas tafsir Al-quran Ahmadiyah, komentarnya sbb. :   Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Quran yang sedang dikerjakan oleh Cikroaminoto. Dari penerbitan-penerbitan yang pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu berdasarkan atas tafsir Ahmadiyah....Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Quran, yaitu kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan modern (antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru dan kaum theosofi), tafsir Ahmadiyalah yang paling baik untuk memberikan kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar  ( Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, 1946, Cetakan ke-5, hal. 47, Pustaka Rakyat ). 
.
DEPAG RI DAN TAFSIR QURAN AHMADIYAH
(Terjemahan Al-quran Depag. RI. Mengambil referensi dari Ahmadiyah)

Al-quran terjemahan DEPAG RI yang diterbitkan oleh : Gema Risalah Press Bandung, Izin Penerbitan Nomor, P.III/TI.02.I/134/89, Edisi Revisi tahun 1992, pada halaman 36-37 menjelaskan sejarah penterjemahan Al-quran termasuk yang dilakukan oleh Ahmadiyah. Tertulis,  Ahmadiyah Qadian juga menterjemahkan bagian pertama daripada Al-quran pada tahun 1915, Ahmadiyah lohore juga menerbitkan terjemahan Mlv. Muhammad Ali yang pertama-tama terbit pada tahun 1917. Terjemahan itu adalah terjemahan Ilmiah....
Pada halaman 176 terjemahan Al-quran DEPAG RI, dalam daftar referensinya  mencantumkan  beberapa tokoh Ahmadiyah, diantaranya Imam Tertinggi Islam Ahmadiyah Internasional  yang ke-II, Al-Haj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad dengan tulisan no. 27,  The Holy Quran, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad., bahkan buah pikiran Khalifah Ahmadiyah yang ke-II ini oleh Depag RI dijadikan bagian dari isi kata pengantar dan sejarah, tetapi ironisnya, pada penerbitan berikutnya nama referensi dari Ahmadiyah ditiadakan. Ada apa ??!, hanya DEPAG yang tahu..

BUKU-BUKU KARYA PENDIRI JAMAAH ISLAM AHMADIYAH,
HADHRAT MIRZA GHULAM AHMAD

Pendiri Jemaat Islam Ahmadiyah sudah mengarang lebih dari 84 buku dalam berbagai bahasa (Urdu, Arab, Hindi, dll.) demikian juga yang dilakukan oleh para penerusnya (Khalifatul-Masih) untuk mendukung dakwah Islam International. Diantara buku-buku tersebut adalah, :
Ruhani Khazain I : adalah kumpulan/kompilasi dari beberapa buku yang disatukan, terdiri dari 23 volume.
Ruhani Khazain II : Kompilasi  Karya Tulis bukan buku, berupa Daras & Tulisan Selebaran.
Majmuah Ishtihar : Kumpulan pengumuman-penguman yang pernah dikeluarkan.
Maktubat Ahmad : Kumpulan surat-menyurat Pendiri Jemaat Islam Ahmadiyah dengan pihak ke-3.  
Tadzkirah : Kumpulan dari cuplikan pengalaman Rohani berupa, Wahyu, Mimpi, dan Kasyaf yang dialami selama Hz. Mirza Ghulam ahmad hidup (1835-1908) . Pengalam Rohani tersebut tercatat dalam, (1) Buku-buku dalam karangan beliau tersebut, (2) Artikel beliau yang di muat di Majalah atau Surat Kabar, (3) Selebaran-selebaran, (4) Catatan lainnya, yaitu Diary (buku harian ) beliau.
Perlu dicatat, 
Tadzkirah bukan kitab suci Ahmadiyah yang selama ini dituduhkan oleh pihak-pihak yang  tidak bertanggungjawab, penuh kebencian dan isinya banyak yang dipelintir atau diputar balikan, sesuai dengan keinginan si penuduh. Sejak awal berdirinya, Kitab Suci Ahmadiyah adalah AL-QURAN yang sekarang sudah diterjemahkan ke dalam 100 bahasa dunia. Bahkan nama buku Tadzkirah belum ada ketika HMG. Ahmad sampai Khalifah Ahmadiyah yang ke-II (Al-Haj Hakim Nuruddin, Tabib kerajaan Jamu-Kashmir), masih hidup. 
Tadzkirah pertama di kompilasi pada tahun 1925  27 tahun setelah Mirza Ghulam ahmad wafat  Penyusunannya oleh Panitia yang dibentuk dan diprakarsai oleh, Khalifah Ahmadiyah yang ke-II, Al-Haj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (1899-1965 ), yang terdiri dari : Mln. Muhammad Ismail, Syeik Abdul Qadir, Mlv. Abdul Rasyid. Panitia telah bekerja keras dengan cara : Mencari, Meneliti, Membandingkan dan menyusun berdasarkan tahun sehingga tersusunlah secara sistimatis.
Sebenarnya dan selayaknya yang lebih cocok & tepat disebut Tadzkirah adalah Al-quran, karena dibeberapa tempat, Al-quran disebut Tadzkirah :  Al-mudatsir, 74:49 & 54, Thaha, 20:3, Al-Muzamil, 73:19, Abasa, 80:11, Al-Insaan, 76:29.
Di Negerinya sendiri dimana Ahmadiyah berasal (India-Pakistan), tidak ada tuduhan kencang bahwa, Kitab sucinya Ahmadiyah adalah Tadzkirah, mengapa demikian ?, karena mereka (Ulama, Masyarakat) di India dan Pakistan, faham bahasa Urdu. Sebaliknya di Indonesia-mayoritas tidak faham bahasa Urdu-, dihembuskan fitnah Ahmadiyah kitab sucinya Tadzkirah. Pembohongan publik ini dilakukan oleh satu lembaga yang menamakan dirinya LPPI-Jakarta pimpinan Amin Jamaluddin tahun 1980-an yang diikuti oleh orang atau kelompok tertentu yang tidak tahu persis akar masalahnya. Semua fitnah dan tuduhannya sudah lama dijawab, tetapi sayang pihak-pihak yang anti-pati-dengan niat memprovokasi-. selalu menuduh, Kitab sucinya Ahmadiyah adalah Tadzkirah, Naudzubillaahi min dzaalik. Mereka memaksakan keyakinan, apa yang btidak Ahmadiyah akui atau yakini.
Di sisi lain, para tokoh Nasional dan Agama yang lebih luar biasa jasanya untuk NKRI hidup di jaman permulaan Ahmadiyah masuk (1925) ke Indonesia dan NKRI belum terbentuk (1945),  membuat pernyataan yang berbading terbalik 360 derajat. Mereka mengatakan,  Ahmadiyah aktifitasnya menyebarkan agama Islam dan Al-quran. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas.
Kumpulan studi analisis.................

Kumpulan studi analisis secara umum dari beberapa pengamat 
Keagamaan, politik, hukum, intelejen dan keamanan diberbagai tempat dan kesempatan.  
Ada beberapa indikasi kelompok tertentu “memusuhi” & ingin menghancurkan  Ahmadiyah, diantaranya :

Tidak 100% kelompok radikal memusuhi Ahmadiyah karena akidahnya, karena mereka pun tahu lebih banyak persamaannya ketimbang perbedaannya, dan bagaimana selama ini kiprah Ahmadiyah  yang sudah 123 tahun, missinya sudah ada di 204 negara (2013), dalam menyebarkan Islam, menterjemahkan dan menerbitkan Al-quran dalam 100 bahasa dunia & local,  dan memperkenalkan Nabi Muhammad SAW ke seantaro dunia dengan dakwah Islam International yang didukung oleh berbagai fasilitas Teknologi yang canggih. Mereka memiliki Stasion TV dakwah sendiri, Muslim Television Ahmadiyah International   (MTA) dengan 7 satelit, membangun berbagai sarana, tempat ibadah, ribuan Masjid, sarana pendidikan TK sampai dengan Perguruan Tinggi, sarana kesehatan, melakukan aksi kemanusian (donor darah, donor mata, membantu bencana alam, dll.) di bawah badan kemanusiaan internasional Humanity First dan aktif dakwah terhadap non  Muslim, dari berbagai agama. Beberapa poin ini, ada yang tidak dimiliki oleh kelompok lain, sehingga timbul rasa iri (jelous).
Karena jaringan Ahmadiyah ini International, memiliki pemimpin yang satu, sistem keuangan yang central, managamen organisasi yang solid dan dinamis, hal ini menimbulkan kekhawatiran kelompok lain takut tersaingi & kalah eksis bahkan khawatir, warga jamaah kelompok tersebut pindah ke Ahmadiyah, sehingga akan mengganggu eksistensi masa depan mereka. Justru sebenarnya Ahmadiyah ini jangan ditakuti dan dijauhi, tetapi harus didekati, dirangkul dan diajak kerjasama dalam bidang dakwah nasional maupun internasional..
Untuk mengalihkan isue demi kepentingan golongan, partai atau kelompok tertentu. Di Negeri yang mayoritas Muslim (Pakistan, Banglades, Indonesia), kondisi Ahmadiyah sangat resisten dan sangat mudah diletupkan dengan isu utama masalah perbedaan akidah. Padahal Ahmadiyah adalah organisasi Islam yang tidak berpolitik atau berapiliasi dengan partai tertentu, gerakannya murni dakwah Islam, tidak merongrong pemerintah yang berkuasa, tidak boleh membuat huru-hara, tidak membahayakan negara. Loyalitas bagi mereka adalah suatu kewajiban dan bagian dari pada Iman.
Demi mencari keuntungan secara finasial (keuangan). Sudah barang tentu, aksi-aksi yang selama ini terjadi untuk memusuhi Ahmadiyah harus di dukung oleh dana. Dimasa sekarang, gerakan apapun tanpa dana tidak akan berjalan apalagi melibatkan narasumber atau masa besar. Ada indikasi kelompok-kelompok tersebut bergerak karena di danai oleh orang/kelompok/ negara tertentu, dan otomatis pemimpin pergerakannya akan meraup keuntungan dari moment tersebut.
Vonis jalanan : Ahmadiyah adalah organisasi perdamaian bukan organisasi radikal, karena selama ini mereka selalu menjadi korban kekerasan. Warga Ahmadiyah untuk menghadapi aksi kekerasan yang selama ini menimpanya bukan dengan kekerasan lagi tetapi selalu dihadapi dengan senyuman, doa, dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pemerintah yang berwenang. Tetapi sungguh sayang, selama ini mereka tidak mendapatkan keadilan di mata Hukum. Mereka selalu dipojokan, disalahkan dan selalu dituding sebagai sumber masalah. Semua tuduhan yang dialamatkan kepada Ahmadiyah, dilakukan oleh kelompok intoleran/pemerintah melalui VONIS JALANAN bukan di Pengadilan.
9 buah buku ? : Fatwa MUI maupun SKB Tiga Menteri, sudah terbit, latarnya adalah, karena salah faham akibat salah informasi. MUI menerbitkan fatwa, dasarnya adalah sembilan buah buku tentang Ahmadiyah. Pemerintah RI menerbitkan SKB Tiga Menteri, dasarnya adalah Fatwa dan rekomendasi MUI dan desakan dari beberapa ormas.  MUI menerbitkan fatwa berdasarkan sembilan buah buku tentang Ahmadiyah. Ironisnya hingga hari ini, tidak diketahui judul, pengarang, penerbit 9 buah buku tadi. Maka sangat wajarlah jika Pemerintah RI, salah mengerti akibat salah informasi. Menurut Ahmadiyah, buku tersebut pernah diminta-untuk diklarifikasi-, tetapi pihak MUI tidak bisa menunjukkannya
Jemaat Ahmadiyah di Indonesia, memang ada dua versi. Yaitu,  Ahmadiyah versi Ahmadiyah, dan Ahmadiyah versi MUI. Ahmadiyah versi MUI-seperti seringkali dipropagandakan: Ahmadiyah tidak menyakini Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wa sallam, sebagai Khaataman-Nabiyyin (Nabi terakhir), Ahmadiyah mengakui nabi baru yang ke-26, Ahmadiyah sesat menyesatkan, Di tambah versi LPPI (Amin Jamaluddin), Ahmadiyah kitab sucinya Tadzkirah, dll. Tuduhan dan fitnah keji ini sudah di bantah oleh Ahmadiyah di berbagai media, buku, literatur, dll. , sehingga muncul versi aslinya, Ahmadiyah versi Ahmadiyah.  Saran, untuk memenuhi rasa keadilan, alangkah baiknya para pembaca, menelaah juga Ahmadiyah versi Ahmadiyah, agar terjadi keseimbangan. 
Vonis tanpa pengadilan dan hak jawab : Sebelum terbitnya SKB 3 Menteri, Litbang DEPAG RI pernah menurunkan timnya untuk mengadakan penelitian tentang Ahmadiyah di berbagai kawasan Indonesia. Hasilnya cukup mengagetkan, Kejagung  saat itu dipimpin Wisnu Subroto- sudah memvonis Ahmadiyah tanpa melalui proses pengadilan-melanggar 12 butir peryataannya sendiri, padahal saat itu, Litbang Depag dibeberapa daerah sedang melakukan proses pelaporan hasil investigasinya. Kejujuran hanya Allah yang tahu dan tim Litbang DEPAG.
Dialog damai : Untuk mrenyelesaikan masalah Ahmadiyah ini, sikapi perbedaan ini dengan  dewasa, arif, bijaksana, jangan pakai otot tetapi pakailah otak, penegakkan hukum yang tidak diskriminatif, Negara harus menjamin hak warga NKRI sesuai dengan yang diamanatkan oleh konstitusi, dan yang  terpenting adalah dialog damai. Jangan ada istilah : lelah dialog, sudah final atau sudah tertutup. Para tokoh agama, birokrat dan negarawan harus menjadi contoh bagi umat atau rakyatnya dalam menyelesaikan masalah tidak harus dengan kekerasan.
Carilah ilmu kepada ahli dan sumber aslinya : Saran untuk masyarakat dan kelompok yang selama ini belum memahami Ahmadiyah adalah, Dialog, hilangkan rasa benci, dendam  dan curiga, adakan investigasi dan observasi langsung, baca buku dan literature-literatur mereka. Jangan membabi buta dahulu mempercayai fatwa-fatwa dan buku-buku dari berbagai kalangan tentang sesatnya Ahmadiyah. Warga Ahmadiyah sangat terbuka, senang berdiskusi tidak senang berdebat. Yang pasti, merekalah yang lebih mengetahui rumah tangganya bukan orang lain yang memusuhi.
Dan yang terpenting adalah, Untuk menjatuhkan lawan politik - yang mengatas namakan rakyat atau umat demi meraih keuntungan pribadi atau golongan-, janganlah memanfaatkan issue Ahmadiyah, dengan kata lain janganlah bersenang-senang di atas penderitaan orang lain (warga Ahmadiyah). Wallaahu alam, 
Yang berhak memvonis, siapa yang SESAT dan tidak, hanya Allah SWT. di dalam Al-quran sebagai pedoman hidup ummat Islam :
(((((( (((((( ((((((( ((((((( (((((((((((((( (((((((((((((((( (((((((((((( ( (((((((((((( ((((((((( (((( (((((((( ( (((( (((((( (((( (((((((( ((((( (((( ((( (((((((((( ( (((((( (((((((( (((((((((((((((((   
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-nahl 16:125). 

Yang SESAT menurut Allah SWT, dalam Al-quran :
(((( ((((((((( ((((((((( ((((((((( ((( ((((((( (((( (((( ((((((( ((((((( ((((((((   
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya, (An-nisa 4:167)

Yang SESAT menurut Allah, dalam Al-quran, yaitu : Yang ingkar kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, atau yang ingkar kepada RUKUN IMAN.
((((((((((( ((((((((( ((((((((((( (((((((((( (((((( (((((((((((( ((((((((((((( ((((((( (((((( (((((( (((((((((( ((((((((((((( (((((((( ((((((( ((( (((((( ( ((((( (((((((( (((((( ((((((((((((((((( ((((((((((( ((((((((((( (((((((((((( (((((((( (((((( (((( ((((((( ((((((((   
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya, (An-nisa 4:136)

Syirik kepada Allah SESAT :
...( ((((( (((((((( (((((( (((((( (((( ((((((( ((((((((   
.... Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya (An-nisa 4:116).

Kesimpulan : Dari beberapa ayat ini, Orang-orang yang SESAT menurut Allah SWT. dalam AL-QURAN adalah : 
Yang menghalangi manusia dari jalan Allah, Yang tidak percaya kepada RUKUN IMAN, dan yang SYIRIK kepada Allah SWT. 
Jadi  tidak ada ayat yang menjelaskan, karena memahami ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad SAW., maka seseorang menjadi sesat. Dan apabila ada, maka pemahaman ini, bukan monopoli Jamaah Islam Ahmadiyah. Maka berhati-hatilah jangan mudah menyesatkan !.

























------====Mataram,2010====-----

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM