KHILAFAH SPIRITUAL RAMAH LINGKUNGAN (Komitmen Terhadap 4 Pilar Kebangsaan NKRI)
KOMITMEN WARGA ISLAM AHMADIYAH
MENGENAI KESETIAAN KEPADA PANCASILA, UUD45, NKRI DAN SEMANGAT BHINEKA TUNGGAL IKA
( 4 PILAR KEBANGSAAN )
(BACA DULU, BARU TAHU !)
(Disajikan ketika acara Vidio confrence, di Lab. Hukum Unram, 25 Mei 2011, diikuti 4 PT (Unram, Unpatti, UGM, USU dan Hakim MK, hadir ± 500 orang)
Disusun : Mln. Nasiruddin Ahmadi
A. Legal standing :
Jemaat Ahmadiyah Indonesia wil. NTB adalah bagian dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang sudah memiliki legalitas :
1. Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI. No. JA.5/23/13 Tgl. 13-3-1953.
2.Tambahan Berita Negara RI. Tanggal 31 Maret 1953, nomor 26. 3. Diperkuat dengan Pernyataan DEPAG. RI. Tanggal 11 Mei 1968, tentang hak hidup seluruh organisasi Agama yang AD/ART nya sudah disahkan oleh Badan Hukum Menteri Kehakiman dan sudah memiliki AD/ART sesuai dengan perundang-undangan yang ada.
B. Loyalitas kepada 4 Pilar Kebangsaan :
Sesuai dengan Anggaran Dasar (AD), Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah :
1. Berasaskan Pancasila (Bab II, Asas, Pasal 2). Jemaat Ahmadiyah Indoesia menghayati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (Bab III, Tujuan, Pasal 3, poin 1 ),
2. Mengembangkan Agama Islam, ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallaam menurut Al-quran, Sunnah dan Hadits, (Bab III, Tujuan, Pasal 3, poin 2.a).
3. Membina dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kemampuan para anggautanya baik dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan, akhlak, amal bhakti maupun kerohanian. (Bab III, Tujuan, Pasal 3, poin 2.b).
C. Eksistensi :
1. Ahmadiyah sudah ada di bumi pertiwi (1925) sebelum NKRI terbentuk (1945). Para pengurus dan anggautanya sejak semula turut berjuang bersama founding father, bahu membahu dengan masyarakat lainnya, tanpa membedakan ras, agama dan keyakinan, semangat bhineka tunggal ika yang menjadi landasannya demi meraih cita-cita yang didambakan, kemerdekaan yang menjadi tujuan.
2. Warga Ahmadiyah berpendapat, NKRI didirikan bukan oleh orang atau kelompok atau agama dan keyakinan tertentu saja, tetapi NKRI LAHIR dibawah asuhan dan penjagaan semua komponen bangsa melalui perjuangan darah, air mata dan doa sebagai ruhnya.
3. Bagi warga Ahmadiyah, KESETIAAN KEPADA ÙUD45, PANCASILA DAN NKRI dengan semangat ke-bhineka-an adalah suatu keharusan, karena kami yakin, Hubbul-wathan minal-Iiman, cinta kepada tanah air adalah bagian dari ke-imanan.
D. Bukti kesetiaan warga Ahmadiyah terhadap NKRI :
Hal ini dapat di tropong dibeberapa peristiwa sbb. :
1. Tahun 1945/1946, sebanyak 6 orang Ahmadi dari Jemaat/cabang Cukangkawung-Jabar (Jaed, Sura, Saeri, Haji Hasan, Raden Saleh dan Dahlan) disyahidkan oleh gerombolan Daarul-Islam (DI) karena kesetiaannya kepada NKRI. Demikian juga yang terjadi di Indihiang-Tolenjeng-Garut, Haji Sanusi, Omo, Tahyan dan Sahromi, telah disyahidkan.
2. Masih di Tahun yang sama, 1945/1946, tempat yang berbeda, sebanyak 6 orang Ahmadi dari Jemaat/cabang Ciandam-Cianjur-Jabar (Soma, Jumli, Sarman, Osdom, Ibu Idot & Ibu Uniah ) disyahidkan oleh gerombolan Daarul-Islam (DI) karena kesetiaannya kepada NKRI. Dan banyak lagi di tempat lainnya.
3. Peranan Ahmadiyah dan Kemerdekaan RI :
a. Tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta akan memproklamirkan HUT RI yang pertama, R. Muhammad Muhyidin (Ketua PB. JAI sekaligus pegawai tinggi RI) saat itu aktif menjaga kedaulatan RI dan dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi Sekretaris Panitia HUT RI, bahkan beliau sendiri yang akan meminpin barisan dengan memegang Merah Putih. Akan tetapi 8 hari sebelum pelaksanaan HUT RI, beliau diculik oleh Belanda sampai saat sekarang tidak tahu dimana rimbanya. MENURUT PENGAKUKAN EX WALIKOTA JAKARTA (SUWIRYO) beliau dibawa ke Depok oleh Belanda dan ditembak mati.
b. Kampanye Kemerdekaan RI : Pemuda-pemuda Ahmadiyah (Mlv. Nuruddin, Haji Yahya Pontoh), giat mensosialisasikan dengan bahasa urdu kesucian perjuangan RI untuk meraih kemerdekaannya dengan cara, masuk ke kantung-kantung tentara India (GURCA), -untuk menjelaskan kesucian perjuangan-, yang akhirnya banyak dari mereka (Gurca) yang sadar dan berbalik mendukung perjuangan RI. Tidak ketinggalan, Mln. Abdul Wahid, HA dan Malik Ahmad Khan, mengekspos kemerdekaan RI ke benua alit India melalui siaran RRI berbahasa urdu.
c. Gelar Pahlawan :
Kiprah para Pemuda lainnya adalah, Arif Rahman Hakim Pahlawan Ampera, Wr. Supratman, (Pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sejarah kota Madiun), dan Bapak Suhadi (Yogyakarta), sebagai Pencipta lagu HYMNE IAIN (1964), HYMNE Universitas Islam Indonesia (UII, 1976), HYMNE UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO (1986), mereka adalah Putera-putera kandung terbaik Ibu pertiwi , berasal dari Ahmadiyah. (2/03/13, via HP.).
d. Dukungan Ahmadiyah Internasional :
Perjuangan kemerdekan RI pun di dukung penuh oleh, Imam tertinggi Jemaat Ahmadiyah International, Al-haj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad ra. Dengan menyerukan perintah, agar seluruh warga Ahmadi di dunia turut mendoakan dan melaksanakan puasa senin-kamis demi perjuangan RI. (Lihat surat kabar, Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Harian Merdeka Jakarta, yang disiarkan berita Antara, Selasa Legi, 10 Januari 1946).
Dalam seruan umum itu, Beliau mengatakan, “Jika bangsa Indonesia akan mendapatkan kemerdekaan 100% tentulah hal ini akan berfaedah besar bagi umat Islam. Untuk hal ini, ada baiknya jika Negara Islam pada masa ini dengan serentak memperdengarkan suaranya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia serta meminta juga kepada Negara-negara lain juga mengakuinya. Selain itu saya berharap, supaya seluruh Muballigh Ahmadiyah yang kini ada di India dan di luar India, yaitu di Palestina, Mesir, Iran, Afrika, Eropa, Kanada, Amerika Serikat, Amerika Selatan dan lain-lain mendengungkan serta menulis dalam surat-surat kabar harian dan majalah-majalah yang mereka keluarkan, karangan-karangan yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, khususnya meminta kepada Negara-negara Islam untuk membantu bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya, soal kemerdekaan Indonesia harus setiap waktu di dengungkan supaya seluruh Negara di dunia ini memperhatikan hal itu.
Sudah menjadi haknya bangsa Indonesia untuk merdeka di masa ini. Bangsa ini adalah bangsa yang maju, memiliki peradaban tinggi serta mempunyai pemimpin-pemimpin yang bijaksana, mereka adalah suatu bangsa yang besar dan bersatu. Bangsa Belanda yang jumlahnya kecil sekali-kali tidak berhak untuk memerintah mereka” ( PJAI, Lamp.II. Hal.2).
Jelas dengan pemaparan sekilas mengenai Kesetiaan Warga Islam Ahmadiyah dan kiprahnya terhadap NKRI, ternyata dan terbukti keberadaan Organisasi Islam Ahmadiyah ini sangat bermanfaat. Tidak perlu diragukan dan ditakuti lagi, karena Warga Ahmadiyah siap bergandeng tangan, maju bersama dengan Pemerintah dan lembaga lainnya, demi mengawal PBNU, yaitu : Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, keutuhan NKRI dan UUD 45. In Sya Allah.
LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE
----------------------------------
Ikuti Pemaparan selanjutnya mengenai..
PANDANGAN AKAN DATANG IMAM MAHDI, NABI ISA SEBAGAI JURU SELAMAT AKHIR ZAMAN SESUDAH NABI MUHAMMAD S.A.W. Dan ternyata BUKAN HANYA MONOPOLI ISLAM AHMADIYAH saja.
Akan diulas oleh ormas NU, MUHAMMADIYAH dll.
....