ISLAM RAHMATAN LILAALAMIIN DI AKHIR ZAMAN
ISLAM RAHMATAH LIL-‘AALAMIIN
Yth. Bapak, ibu guru, dan teman-teman yang dimuliakan Allah SWT, “Assalaamu’alaikum Wr. Wb.”
Berikut ini saya akan sampaikan judul pidato tentang “ISLAM RAHMATAH LIL-‘AALAMIIN”
Islam agama Rahmatan-lil’aalamin, (Kasih sayang untuk seluruh alam) :
Nabi Muhammad SAW. Adalah pembawa Rahmat.
Allah SWT berfirman,
وَمَآ أَرْسَلْنَـكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَـلَمِينَ - WA MAA ARSALNAKA ILLA RAHMATAN-LIL’AALAMIIN –
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad SAW), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya’: 107).
Nabi Muhammad SAW bersabda :
إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَة – INNII LAM ‘UB’AS LA’AANAA , WA INNAMAA BU’ITS-TU RAHMAH -
“Saya tidak dikirim sebagai kutukan, melainkan sebagai rahmat.” (Hadits Riwayat Muslim).
Dari Firman Allah SWT. dan sabda yang Mulia Nabi Muhammad SAW ini jelas kepada kita, bahwa agama Islam yang dibawa oleh Beliau SAW.adalah bukan agama kebangsaan, bukan agama untuk satu kaum saja, tapi agama yang universal, untuk seluruh alam dan seisinya. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri bukan hanya pembawa rahmat atau Kasih sayang bagi umat Islam saja, tapi berlaku untuk seluruh umat manusia, termasuk bagi agama-agama yang lain di muka bumi ini.
Di lain tempat ada suatu penjelasan, - AL ISLAMU SALMUN WAS-SALAAMATUN – “Islam itu damai dan memberikan keselamatan “. Dengan penjelasan seperti ini semakin menegaskan kepada kita, bahwa Islam itu bukan agama yang senang kekerasan, pola pikiran tidak radikal dan tindakan bom bunuh diri sangat dilarang, katrenahal ini akan mencoreng kemuliaan Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Oleh karena itu, ada satu tuntutan yang harus dilakukan oleh kita sebagai Muslim, apa itu ?. Kapan dan dimanapun kita berada, harus terus berusaha memberikan rasa aman, nyaman, kedamaian dan keselamatan kepada diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah, lingkungan internal sesama Muslim dan non muslim. Seorang Muslim Harus selalu meningkatkan persaudaraan dan toleransi. Keberadaan kita sebagai seorang Muslim, dimanapun berada, harus memberikan warna yang positif, bukan sebaliknya malah ditakuti.
Tuntutan lainnya adalah, kita harus bisa menyakinkan kepada orang lain, agama lain dengan prilaku dan perkataan kita, bahwa Islam Rahmatan Lil-‘aalamiin ini memang layak disebut agama yang bisa mewujudkan, “ Damai di hati, damai dipikiran, Damai di Bumi dan damai dilangit, sehingga makhluk yang ada disekeliling kita merasa berbahagia dan selamat. Cinta untuk semua, Kebencian tidak untuk siapapun”.
Demikianlah pidato ini, dan saya akhiri dengan sebuah pantun, “Kalau ada jarum yang patah jangan simpan di dalam peci, kalau ada kata yang salah jangan simpan di dalam hati”. Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
PWT, NA, 18052019
Kondisi Umat Islam di akhir zaman :
Sayyidina Ali Karamallahu wajhahu yang berbunyi:
يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لا يَبْقَى مِنَ الإِسْلامِ إِلا اسْمُهُ , وَلا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلا رَسْمُهُ , مَسَاجِدُهُمْ يَوْمَئِذٍ عَامِرَةٌ , وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى , عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ , مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ , وَفِيهِمْ تَعُودُ
“Akan datang suatu Zaman pada manusia, dimana pada waktu itu tidak tinggal Islam kecuali namanya saja, Dan tidak tinggal Al-Qur’an melainkan tulisannya saja, Masjid-masjid dibangun megah namun kosong dari petunjuk, Dan ulama mereka adalah makhluk yang terjelek yang berada di kolong langit, dari mulut-mulut mereka keluar fitnah dan (sungguh, fitnah) itu akan kembali kepada mereka.” (HR. Al-Baihaqi)
Solusi dan Kesimpulan :
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no.10 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”
Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Muslim no.64 dengan lafaz.
إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.
Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/3197-menjaga-lisan-agar-selalu-berbicara-baik.html
wasiat Nabi kepada Muadz yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2616 yang sekaligus dia komentari sebagai hadits yang hasan shahih. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda.
وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?”
Perkataan Nabi di atas adalah sebagai jawaban atas pertanyaan Mu’adz.
يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ
“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/3197-menjaga-lisan-agar-selalu-berbicara-baik.html
Baginda Rasulullah SAW Bersabda :
MutiaraPublic.Com – Sebuah FAKTA tentang Wasiat Nabi Muhammad SAW, Sungguh apa yang beliau sabdakan kini sudah nampak Terbukti Benar, mari kita kaji berikut ini :
Yang Pertama, Sekarang Islam Hanya Tinggal Nama Saja, Bagamana Tidak ??? zaman sekarang sudah banyak Mengaku Orang Islam Tapi mereka Menolak Mengunakan Hukum Islam, sudah banyak Mengaku Muslimah Namun mereka Menolak Memakai Hijab, dan bahkan sudah banyak diantara umat yang Mengaku Islam Tapi mereka masih saja Hobby makan Riba.
Yang Kedua, Sekarang Islam Hanya Tinggal Nama Saja, Bagaimana tidak ??? Al-Quran kini hanya Jadi Bacaan Saja, mereka membaca Al-Quran namun tak mengamalkan apa yang mereka baca, bahakan akhlak mereka jauh dari aturan Al-Qur’an. Wahai Saudara/i-ku Sesungguhnya Al-Quran itu adalah petunjuk tentang “ATURAN HIDUP” yang Allah SWT Turunkan Pada kita.
Yang Ketiga, Sekarang Islam Hanya Tinggal Nama Saja, Bagaimana tidak ??? Masjid-Masjid dibangun dengan Mewah dan Megah Namun Kosong Hidayah. Padahal Zaman Rasulullah dan para Sahabat Masjid adalah Bangunan yang berperan sangat Penting, Tak Jarang Stategi Dakwah, Jihad, Dan Perkembangan Islam Di runding DIsana, bahkan Semua Urusan yang berkaitan dengan Umat di Rapatkan Di Masjid tersebut. Namun sekarang Masjid tak lain Hanya Menjadi Tempat Sholat Berjamaah saja, Memakmurkan Masjid Dengan berbagai Kajian Islam yang Jarang Adanya. Bahkan Masjid Sekarang Tak Jarang yang Di Kunci Rapat (takut kecolongan/ Kemalingan), Hanya pada ketika Sholat Fardhu 5 waktu saja Masjid itu di buka (digunakan), dan para Jamaah Sholat-pun biasanya Tak Lebih dari 2 Shaf (2 Baris).
Yang Keempat, Ulama’ Su’ (ulama’ Palsu) Kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama Su’ (Ulama Jahat/ Palsu). mereka sering menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka itu. (HR al-Hakim).
Sebagaimana juga Riwayat Imam Al-Ghazali, mengingatkan :
“Hati-hatilah terhadap tipudaya ulama su’. Sungguh, keburukan mereka bagi agama lebih buruk daripada setan. Sebab, melalui merekalah setan mampu menanggalkan agama dari hati kaum Mukmin. Atas dasar itu, ketika Baginda Rasul S.A.W. ditanya perihal sejahat-jahatnya makhluk, Beliau menjawab, “Ya Allah berilah ampunan.” Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali, lalu bersabda, “Mereka itu adalah ulama sû’.”
Wahai Saudaraku Saat ini, adakah ulama su’ ??? Sepertinya banyak Sekali di zaman sekarang ini, mereka bergelar ulama atau intelektual muslim, tapi mereka berusaha menjauhkan muslim dari Islam dengan dalih menafsirkan Al Quran dan Sunnah Rasulullah dengan Se-Enak dan Kehendak nafsu mereka. Mereka menjilat ke penguasa dan menjadikan kaum kafir sebagai karib-karibnya. Allah Telah Butakan Mereka, Butakan Hati Akan Rahmat dan PetunjukNya. Na‘ûdzu billâh…
Astagfirullah… Semoga dengan Tulisan ini kita tetap Istiqamah berada dijalan yang Lurus dalam manambah keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT, dan semoga Allah SWT kuatkan islam ini dengan rahmat-Nya dan selalu memberikan petunjuk-petunjuk kepada Umat Islam agar lebih mampu lagi menguatkan barisan jamaah dalam kerukuran agar kekuatan islam bisa bersemayam selaman-lamanya. Aamiiiin…