D' POWER DO'A & TABLIGH DENGAN PENA

D' POWER DO'A &  TABLIGH DENGAN PENA

Oleh : Abu Arsalanullah MAA. (Purwokerto, 12/03/2021)

Saat jemari telunjuk dan tengah bekerja. Saat ibu  jemari mendorong memotivasi, maka sukseslah menjepit  pena. Saat hati dan pikiran menyatu menggerakan jemari dan telapak tangan, maka tersusunlah untaian kata  menata kalimat demi kalimat. Dan akhirnya, lahirlah sebuah artikel yang bernas untuk mengajak orang lain mencintai Khalik-Nya, Islam damai, Alquran penuh hikmah dan Nabi Muhammad SAW sang juru jagad, penyelamat insan dari keterpurukan hidup yang rucah dan menjijikan. 
Itulah dasyatnya sebuah tulisan untuk mengubah orang lain, yang dibuat dengan hati dan pikiran yang suci.

Saya  dapat  cerita dari beberapa tokoh Jemaat Bogor tahun 1989-an, yang mulia Almarhum Mln. Rahmat Ali, HAOT saat bertugas di Jemaat Bogor dan sekitarnya, apabila ingin membuat sebuah buku, beliau mengumpulkan para Ahli Sufah dan memohon kepada mereka, agar membantu almarhum untuk BERDO'A DAN berpuasa, karena akan membuat sebuah artikel atau buku.
Dan hasilnya cukup mencengangkan, beberapa karya tulis beliau seperti masalah : Mi'raj Wal Isra,  Rukun Islam dan Iman, dan tentang Malaikat. Karya beliau ini sangat mengagumkan dan memiliki daya magis dan magnit tersendiri. 
Dari cerita ini kita dapat menilai, apalagi tulisan sang guru jagad akhir jaman, Sang Raja Pena, Hazrat Masih Mauud as. lebih luar biasa lagi pengaruhnya terhadap hati dan pikiran Insan yang hatinya suci.
Jadi, marilah kita berdoa dan  mulai belajar dan belajar, coba dan mencoba untuk mau menulis. 
Apabila satu kali kita mulai menancapkan ujung pena di atas selembar kertas, maka Allah akan terus menggerakan jemari laksana penari yang meliuk-liuk diiringi simponi alam bawah sadar yang harmoni.
Tentunya karya tulis kita bukan hanya  dikonsumsi untuk sendiri saja, tapi untuk dinikmati oleh orang lain juga.

Seseorang mengatakan kepada Hadhrat Masih Mau'ud as:
Orang-orang menyebut Tuan sebagai orang yang polos, sebab buku-buku dibagikan secara cuma-cuma. Atas keberatan orang ini  Beliau menjelaskan :

"SAYA memang membagikan buku-buku secara cuma-cuma, tetapi bukan karena saya orang yang polos. Bukan pula karena saya berada di pihak yang salah. Tujuan saya adalah tabligh. Jika seribu buku dibagi-bagikan, lalu satu orang saja pun yang kembali ke jalan benar, maka dengan demikian sudah terpenuhi tujuan saya"

[AL-BADR, Jld. II, No. 9, hlm. 25-26, 20 Maret 1903; MALFUZHAT, Add. Nazir Isyaat, London, 1984, Jld. V, hlm. 463]

Huzur as. Senang kepada para Ahmadi yang membuat artikel atau makalah.

Jika ada orang yang mengangkat pena (menulis artikel) untuk mendukung kebenaran, atau ada yang mau berusaha untuk itu, maka Hadhrat Masih Mau’ud as. sangat menghargainya. 

Mengenai hal itu Beliau bersabda :

Jika ada yang untuk mendukung agama menuturkan suatu perkataan lalu menyampaikannya kepada saya maka saya menganggapnya jauh lebih berharga daripada mutiara-mutiara dan sekantung uang emas. Siapa saja yang menghendaki agar aku menyayanginya, dan doa-doaku dipanjatkan ke Langit untuknya sebagaia suatu keinginan dan penuh khusuk, maka ia hendaknya memberikan keyakinan kepada saya bahwa dia memiliki kemampuan kemampuan untuk menjadi khadim (pengkhidmat) agama. Aku menyayangi segala sesuatu hanya untuk Allah, baik itu istri, anak, sahabat, semuanya hubunganku hanyalah untuk Allah Ta’ala”,  (Malfuzat, jld. II, hlm. 7-8)

Semoga Allah selalu memberikan kepada kita perlindungan, kesehatan yang sempurna dan menjadi mujahid pendukung Sultanul-Qalam. Aamiin.

❤LOVE FOR ALL HATRED FOR❤ NONE

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM