SKRIPSI TENTANG BUDHIS, JAMAI 1994

DHISME APA DAN MENGAPA
Tahun Penulisan              : JAMAI Angkatan tahun 1994
Ketua Tim Penelitian Sani K. M,  NIM : 196694079
Anggota Tim              :  Nasiruddin Ahmadi, Muharim A,  Malik A Ismedi,  Al-Fitri
Abstraksi                               :    
Agama Buddha pernah menjadi agama  mayoritas nenek moyang orang Indonesia. Meskipun demikian, mayoritas orang Indonesia yang kini  beragama Islam banyak yang tidak mehami bagaimana sebenarnya Ajaran Buddha atau Buddhisme tersebut. Apakah Siddhata Gottama yang menjadi Buddha sekedar seorang ahli filsafat,pertapa, wali  atau seorang nabi ?  Apakah ajarannya sama sekali tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam ? . Begitu pun bagi orang Indonesia yang  masih memeluk agama Buddha, mungkin berfikir bahwa Islam sama sekali tidak ada kaitannya dengan Buddha bahkan berfikir Buddha menjadi suci dengan sendirinya tanpa perantaraan wujud lain , hingga menimbulkan pendapat  bahwa Buddha adalah Tuhan sendiri atau Buddha adalah seorang atheist.
Dengan mengadakan penelitian melalui berbagai literature, kunjungan  wawancara ke Direktorat Jendral Bimas Hindu dan Buddha di Lapang Banteng , Pusat Teravada di Tanjung Priok, Pusat Mahayana di Ancol, Pusat  Niciren Sosyu Indonesia di Manggarai, Sekolah Teologi Agama Buddha Nalanda di Kramat Raya  Jakarta, beberapa anggota  vihara di Bogor dan Tangerang, maka skripsi disusun untuk menjawab Hipotesa awal  tentang Buddha  hingga dapat ditarik kesimpulan sbb :
Kedudukan Siddhatha Gottama
Berdasarkan Doktrin Nirmanakaya   dan etimologi kata  Buddha,  Siddhata Gottama atau Buddha Sakkyamuni  adalah seorang Nabi  tanpa Syariat Baru; Berdasarkan doktrin Sambhogakaya beliau  menerima Wahyu; Diutus oleh Allah Taala untuk membimbing bangsa Ariya di India yang sudah jauh dari Tuhan; Berdasarkan Sabda-sabdanya  pada Uduna VIII : 3 beliau betul betul mengajarkan adanya wujud Tuhan, dengan demikian beliau bukan seorang atheist.

Kedudukkan Ajaran Buddha ( Buddha Dhamma )
Buddha Dhamma  melanjutkan ajaran Brahmanism/Hindu tentang Kamma, Samsara dan Moksa. Atas petunjuk Allah SWT  Buddha Sakkyamuni mengetahui pangkal sebab dari keseluruhan itu,. yang dirumuskan dalam Empat Kesunyataan Mulia 

Kedudukkan Kitab Suci Tripitaka
Menilik sifat atau system penulisan isinya, Tripitaka sebanding dengan Kitab Hadits dalam Islam, yaitu sama-sama penuturan kembali sabda sabda dan riwayat kehidupan seorang nabi.

Isi Buddha Dhamma secara ringkas
Buddha Dhamma menunjukkan dengan jelas tahapan tahapan penting seorang yang melakukan perjalanan menuju Tuhan.
  Tahapan pertama adalah keadaan  Dukkha ( derita ketidak puasan ), karena  dikuasai Tanha ( hasrat duniawi ) atau Khanda ( kesenangan duniawi ).
  Tahap kedua manusia  berulang-ulang  dalam suatu usaha keras untuk mencapai  Nirodha atau Laga ( berhenti dari nafsu ), Pantinissaga ( Menghapus keinginan ), Mutti ( bebas dari keinginan) , Anatayo ( lepas dari keinginan ) dengan melaksanakan Hasta Arya Marga ( Jalan utama beruas delapan ) 1. Samma-ditthi ( Pengertian atau pemahaman benar ) 2. Samma-sankappa ( Pikiran benar ) 3. Samma-vaca ( Ucapan benar ) 4. Samma-kammanta ( Perbuatan benar ) 5. Samma-ajiva ( Pencaharian benar) 6.Samma-vayana ( Upaya benar ) 7. Samma- sati ( Perhatian benar) 8. Samma-samadhi ( Konsentrasi benar ) . Proses Samsara/Tumimbal lahir (kematian dan kelahiran kembali)  ini terus berlangsung  sampai ia memperoleh suatu kebebasan dari masalah masalah yang menyiksanya dan ia pun sampai kepada titik kontak dan manunggal dengan Tuhan, yang dapat dirasakan ketika segala macam keraguan hilang dari pikiran, dan lingkaran syaitan kematian rohani dihancur leburkan.
  Tahapan ke tiga manusia berhasil dalam Anatta ( lenyap dari pandangan adanya diri ), Sunyata ( betul betul merasa kosong ) dan  mencapai Nirvana ( Kebahagiaan yang tinggi ).

Hubungan  Buddhisme dengan Islam
Hubungan Historis
Buddhisme  melanjutkan Hinduisme/Brahmanisme. Brahmanisme melanjutkan kepecayaan Indo Ariya di India. Menurut Ilmu Ethnologie , Indo ariya berasal dari Rumpun Caucassoid,  keturunan Japet putra nabi Nuh a.s. Islam datang ditengah-tengah bangsa Arab, keturunan Nabi Ismail a.s, Keturunan Nabi Ibrahim a.s, Keturunan Nabi Nuh a.s.
Hubungan Ajaran
Melalui Buddhisme  manusia disadarkan akan sebab kematian rohaniahnya dan ditunjukkan pada jalan kehidupan yang tidak akan kembali lagi pada kematian rohani. Melalui ajaran Islam, apa yang ada pada Buddhisme lebih ditekankan berlipat ganda. Yakni manusia dibimbing untuk setiap saat menghilangkan aku/keberadaan dirinya ( dalam Buddhisme , Anatta) dengan cara merenungkan, menyadari, merasakan ketidak berdayaan diri akan kebesaran, ketinggian, keindahan, kekuasaan, kekekalan, dan segala sifat Tuhan yang seluruhnya Maha Baik.  Cara itu disebut Zikrullah . Kemudian kekotoran Panca Indra dan Perilaku secara jasmani dan rohani, dari jam ke jam dibersihkan, melalui Wudhu dan Shalat  5x dalam  sehari dari terbit fajar sampai malam hari yang didalamnya terdapat 34 x  Namakkara ( sujud ). Sehingga manusia betul betul dibuat selalu siap untuk menghadap Tuhan dengan menyerahkan diri pada Tuhan setiap saat. Maka ajaran ini disebut ISLAM ( Penyerahan Diri ),  bentuk Anatha dan Sunyata yang lebih tinggi dari ajaran yang ada dalam Buddhisme.

     Kedatangan Buddha Baru
     Buddha baru  benar akan datang menurut  Buddhisme. Dibahas secara khusus pada bagian kitab Tripitaka, yakni pada Sutra Bodhisatva Maitreya mencapai Buddha. Namanya selalu disebutsebut oleh  Buddhis ( Pemeluk agama Buddha ) Sekte  Mahayana dalam Paritta ( Bacaan Puja Bhakti )  sembahyang. Sekte Teravada menyebutnya Metteya. Sekte Nichiren  mempercayai Buddha penerus Siddhatta tersebut telah datang  tahun 1222 di Jepang yaitu Nichiren Daisyonin. Perbedaan Sekte Nichiren ini adalah meyakini penemuan sabda-sabda Buddha masa masa akhir hayatnya yang tidak terdapat pada Tripitaka  yaitu Sadharmapundarika Sutra . 

Perkembangan di Indonesia.
Buddhisme Indonesia tidak statis. Setelah mengalami penyusutan dari agama mayoritas kepada minoritas, Buddhisme sedang berkembang lagi. Diantara yang giat dalam melebarkan sayap Buddhisme adalah NSI ( Nichiren Sosyu Indonesia ) , melalui pelestarian budaya nasional, aktifitas social, termasuk mengentaskan kemiskinan. Hasil usaha mereka diantaranya Masyarakat Islam di Wonogiri banyak yang telah memeluk  Buddhisme ( Ajaran Buddha ) menjadi anggota NSI.

______________________________________________________________________











Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM