REFLEKSI PENGUNGSI TRANSITO

PERLU DIPERTIMBANGKAN LAGI !!!!!!!!!!!

Kami adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lahir dari ibu kandung ibu pertiwi, bukan anak tiri, yang mengungsi di negeri sendiri selama tujuh tahun (4 Februari 2006 – 4 Februari 2013) karena mengalami 8 kali amuk masa dan kekerasan berupa  ; penyerangan, pengrusakan, penjarahan (harta benda), pembakaran aset warga, penganiayaan dan pembunuhan.
 Kami warga NKRI (33 kk, 138 JIWA), yang mengungsi di negeri sendiri, sekarang tinggal di camp pengungsi asrama Transito, Jl. Transmigrasi, Desa Majeluk, Mataram – NTB. Dengan kondisi PAKUMIS (Padat Kumuh dan Miskin) yang sangat memprihatinkan dan tidak ada kepastian masa depan. Warga disekat-sekat dengan ukuran 2x3, 3x3, 4x4 (sesuai dengan jumlah jiwa dalam satu KK), yang dibatasi oleh kain, karung bekas, plastik bekas iklan atau baliho kampanye. 
 Untuk menghidupi putra-putri mereka, para orang tua Ahmadi pengungsi bekerja alakadarnya, seperti menjadi : Tukang ojek, buruh tani, jual sayur mayur, dan pekerjaan serabutan lainnya, yang penting halal dan tidak melanggar hukum.
 Adminduk, Sosial & Kesehatan : Sejak warga Ahmadi berada dipengungsian banyak kehilangan hak warga NKRI yang seharusnya diterima oleh mereka, seperti : Pengurus E-KTP sangat sulit, seandainya ingin memiliki harus pindah alamat dengan “gerilia” dan harga cukup tinggi. Akibat tidak memiliki KTP ini, berimbas kepada kesulitan memperoleh, Jamkesmas, BLT, Raskin, Konversi BBG dan layanan publik lainnya. Apabila berobat dikatagorikan pasien umum dengan biaya tinggi, jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja sangat kesulitan. Sikap pemerintah (Lombok Barat atau Kota Mataram), mengambang dan tidak ada bantuan sosial yang seharusnya disalurkan dan tidak ada bantuan kesehatan yang seharusnya mereka  terima. Memang pernah  2-3 bulan, 2006,  ada bansos dan bankes, itupun alakadarnya saja, setelah itu dihentikan sampai sekarang, 2013.  Akibat perlakuan ini, ada beberapa Ahmadi yang akan berobat tidak jadi, Ada juga yang terpaksa berobat karena harus cuci darah, itupun dipulangkan oleh keluarganya karena tidak ada biaya dan pihak RS tidak serius dalam menanganinya.- bahkan  ada yang takut berobat kerena biaya tinggi dan akhirnya  meninggal. 
 Pendidikan : Para orang tua penghuni asrama transito, sangat kesulitan membiayai putra-putrinya dalam menyekolahkan anak, apalagi saat-saat tahun ajaran baru, perlu biaya tinggi. Dengan penghasilan sangat minim, mereka harus pandai berbagi dengan kebutuhan pokok lainnya, bahkan ada beberapa anak yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena tidak ada biaya. Padahal anaknya cukup berprestasi di sekolahnya.
 Politik : Saat Pemilukada Pemkab. Lombok Barat, warga Ahmadi di Transito tidak diikut sertakan dengan alasan, kependudukannya sudah pindah ke Kota Mataram. Saat Pemilukda Kota Mataram pun tidak diikut sertakan dengan alasan, mereka warga titipan dari Pemkab. Lobar. Tetapi saat Pilgub. NTB diikut sertakan Dengan alasan, masih warga NTB. 
Perlakuan diskriminatif ini sudah berlangsung lama, dan warga Ahmadiyah merasakan MENGUNGSI DI NEGERINYA SENDIRI SERTA BELUM  MERASAKAN NIKMATNYA KEMERDEKAAN. Oleh karena itu kami memohon dengan penuh harap : RENCANA PENGANUGERAHAN "WORLD STATESMAN AWARD 2013", Oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF), di Newyork AS, yang akan diberikan kepada PRESIDEN SBY,  AGAR DIPERTIMBANGKAN LAGI, karena tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.  Kami awalnya bersedih dan menangis, tetapi apabila penghargaan ini jadi diberikan, maka hati dan bathin ini rasanya hancur, terkoyak-koyak, dan apabila ini terlaksana,  kami akan berteriak dan mengadu  kepada siapa lagi di planet  bumi ini????. Ya !, hanya kepada Allah-lah, Tuhan yang Maha Kuasa kami berharap, dan semoga nurani tuan-tuan, pemberi penghargaan,  bisa mempertimbangkan lagi. Dan bagi presidenku, SBY, semoga merasa tertangtang untuk melindungi kaum minoritas yang teraniaya.  Ingat !, doa-doa orang teraniaya, akan dikabulkan oleh Allah. Akhirnya kami hanya bisa mengatakan  : LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE, "Cinta untuk semua, Kebencian tidak untuk siapapun". Semoga tercipta, damai di hati, damai di pikiran, damai di bumi dan damai di langit.

Mataram-NTB, 07 April 2013.
Wassalaam yang lemah

Mln. Nasiruddin Ahmadi
Regional Missionary of  NUSRA & Timor Leste

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM