Anda Harus Tahu bro ! (By. Iman M Ahmad-Majenang)

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ISLAM AHMADIYAH
DENGAN MAINSTREAM

Oleh :
Iman Mubarak Ahmad
(Mubaligh Lokal Majenang, Jateng-1)
   Sejak berdirinya pada tahun 1889, Jamaah Muslim Ahmadiyah selalu menjadi bahan pertanyaan, bahkan perdebatan dan tidak jarang Jamaah Muslim Ahmadiyah pun menjadi sasaran tindakan diskriminasi dan intoleransi.
    Dalam tulisan ini, Penulis menyajikan tentang beberapa persoalan terkait Persamaan dan Perbedaan Islam Ahmadiyah dengan Mainstream atau mayoritas Umat Islam, khususnya yang berada di Indonesia.
     Sebelum membahas pada persamaan dan perbedaan tersebut, ada baiknya kita mengenal definisi tentang Ahmadiyah.
    Dalam Majalah At-Taqwa, jilid 12 Jumadil-Ula dan Tsaniah 1432 H/April 2012, terdapat sebuah penjelasan singkat dari Hadhrat Mirza Masroor Ahmad atba (Khalifah ke-5 Jamaah Muslim Ahmadiyah) tentang definisi Ahmadiyah, yaitu :

"Ahmadiyah adalah Jamaah Islam yang beraktivitas dalam bidang keagamaan, tidak berpolitik. Bertujuan mengembalikan Islam kepada bentuk yang asli sebagaimana Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.
Jamaah ini didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as atas perintah Allah Ta’ala. Beliau memproklamirkan diri sebagai Al-Masih dan Al-Mahdi yang dijanjikan."

     Setelah mengenal definisi tentang Ahmadiyah sebagai suatu Jamaah Islam, maka perlu kita juga mengetahui bahwa ketika seseorang Bai'at masuk ke dalam Jamaah Muslim Ahmadiyah, maka haruslah baginya untuk mengucapkan dua Kalimah Syahadat :

أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهٗ لاَ شَرِيْكَ لَهٗ   وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ



"Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah kecuali Allah. Dia Tunggal dan tiada mempunyai sekutu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya."

     Jamaah Muslim Ahmadiyah memiliki persamaan dengan mayoritas Umat Islam, diantaranya adalah Jamaah Muslim Ahmadiyah meyakini 6 (enam) Rukun Iman dan mengamalkan 5 (lima) Rukun Islam sebagaimana diyakini dan diamalkan juga oleh mayoritas Umat Islam.
     Kemudian, apakah perbedaan antara Islam Ahmadiyah dengan mainstream atau mayoritas Umat Islam?
    Perbedaan yang ada diantara Islam Ahmadiyah dengan Mainstream adalah hal yang sering dipertanyakan dan diperdebatkan, bahkan dipermasalahkan.
     Pada umumnya perbedaan yang ada diantara Islam Ahmadiyah dengan mainstream ada 3 (tiga), yaitu :
1. Kewafatan Nabi Isa As
2. Wahyu dan Kenabian
3. Kebenaran Dakwah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad As.

    Baiklah, perlu dipahami bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah menyakini Nabi Isa As sudah wafat pada usia 120 tahun dan dimakamkan di Srinagar, Kashmir. Namun, pada umumnya, Umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa As masih hidup di Langit.

     Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apakah keyakinan bahwa Nabi Isa As sudah wafat hanya Ahmadiyah saja yang meyakininya? Ataukah ada Umat Islam yang juga meyakini bahwa Nabi Isa As sudah wafat?
      Seorang Ulama Besar di Indonesia, yaitu Prof.Dr.Hamka atau yang akrab disapa Buya Hamka telah memberikan penjelasannya terkait kewafatan Nabi Isa As.
      Prof.Dr.HAMKA, yang merupakan  Ketua MUI pertama (1975-1981) dan Tokoh Muhammadiyah, menulis dalam tafsir karya beliau, yaitu Tafsir Al-Azhar Juzu III yang menjelaskan tentang Surat Ali Imran (Ayat 55) bahwa Nabi Isa As sudah wafat.
      Dalam hal ini, jelaslah bahwa keyakinan Nabi Isa As bukan hanya keyakinan Ahmadiyah saja, tetapi keyakinan tersebut juga diyakini oleh Umat Islam lainnya.
     Kemudian, Jamaah Muslim Ahmadiyah juga meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw adalah sebagai Khatamun Nabiyyin dan Jamaah Muslim Ahmadiyah juga meyakini bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad As (Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah) adalah sebagai Imam Mahdi / Nabi Isa As yang Dijanjikan, yang secara otomatis beliau As adalah Nabi /  Rasul yang tidak membawa Syariat baru dan hanya mengikuti Syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.

     Namun, apakah keyakinan seperti ini juga hanya diyakini oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah saja atau ada juga Umat Islam lain yang memiliki keyakinan serupa?
     Dalam KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-3 Di Surabaya Pada Tanggal 12 Rabiuts Tsani 1347 H. / 28 September 1928 M. menjelaskan berkenaan dengan Nabi Isa Akan Turun Kembali Ke Dunia Sebagai Nabi dan Rasul, yaitu :
"Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa a.s. itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad Saw. dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad Saw. sebagai Nabi yang terakhir, sebab Nabi Isa a.s. hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad Saw. Sedangkan mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku)."
     Dari semua penjelasan ini, nampaklah bahwa sebenarnya perbedaan yang ada diantara Islam Ahmadiyah dengan mayoritas Umat Islam tidaklah menyimpang dari akidah Islam yang ada, karena nyatanya apa yang diyakini oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah, juga diyakini oleh Umat Islam pada umumnya. Maka dari sini dapat disimpulkan dengan satu kalimat bahwa : "Ahmadiyah adalah Islam."

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM