KHALIFAH ISLAM PENGUSUNG KHILAFAH RAMAH LINGKUNGAN (AL-QURAN PEDOMAN HIDUP-Nuzulul-Quran)
AL-QURAN PEDOMAN HIDUP WARGA ISLAM AHMADIYAH
By. : Mln. Nasiruddin Ahmadi
(Nuzulul-Quran : Mataram, 17 Ramdhan 1433 H/5 Agustus 2012)
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِ نَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”, (Al-Hijr:10)
A. Dalam Al-quran terdapat 700 hukum perintah Ilahi, “ …barangsiapa yang mengabaikan sebuah saja dari ke tujuh ratus hukum-peraturan Ilahi, berarti menutup pintu keselamatan yang hakiki dibuka hanya oleh Al-quran saja “ ( Hz. Mirza Ghulam Ahmad, Bahtera Nuh/Ajaranku, hal. 29, 1993 ).
1. Syariat Terakhir : Sebagaimana kita ketahui, Al-quran adalah Kitab Suci Syariat terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT. Kepada baginda yang mulia Nabi Muhammad Musthafa Rasulullah SAW. Hakim yang adil, yang kandungan isinya sangat luas, bukan berupa dongeng belaka, tak lapuk karena hujan tak lekang karena panas, tak bisa ditambah atau dikurangi walaupun satu noktah, tidak ada yang mansukh dan selalu aktual karena Allah berjanji untuk selalu menjaganya (Alhijr:10). Al-quran bisa memenuhi dahaga dan rasa lapar siapapun yang mau mempelajari dan mengamalkannya disegala jaman.
2. Al-quran pedoman dan sandaran hidup : warga Islam Ahmadiyah sampai kapan, dimana dan apapun yang terjadi. Walau badai fitnah menerjang, walau dihimpit oleh intervensi dan intimidasi yang dasyat, walau ribuan halilintar tawaran mencengkram, walau ombak tsunami fitnah ribuan meter menenggelamkan, Kitab suci Islam Ahmadiyah adalah Al-quran, tidak ada kitab suci yang lainnya. Apabila masih ada yang memfitnah, menuduh, memperkosa dengan dasar kebencian dan rasa dendam bahwa kitab suci Islam Ahmadiyah ada yang lain, kami tidak akan mengotori tangan kami dengan fitnah dan darah mereka, kami serahkan sepenuhnya fitnah dan tuduhan itu hanya kepada Allah SWT. Allah-lah hakim yang seadil-adilnya. “Bukankah Allah Hakim yang Maha Bijaksana”.
3. Proyek Samawi : Dengan Karunia Allah SWT. Jamaah Islam Ahmadiyah mendapatkan tender dari Allah Ta’aala untuk menyebarkan, dan membahanakan Kalimat Tauhid, LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR-RASUULULLAAH di seluruh hati umat manusia di akhir jaman. Untuk mendukung suksesnya proyek ini, Jamaah Islam Ahmadiyah sudah dan sedang menterjemahkan, mencetak dan mendistribusikan Al-quran 100 bahasa dunia. Dan ini belum atau tidak dilakukan oleh organisasi Islam lainnya. Inilah bukti kecintaan Warga Ahmadiyah terhadap Al-quran, bukan kitab yang lainnya.
B. Beberapa pernyataan tegas Pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah International mengenai AL-QURAN :
1. “Tidak masuk ke dalam Jamaah kami kecuali yang telah masuk ke dalam agama Islam dan mengikuti Kitab Allah (Al-quran) dan sunnah-sunnah pemimpin kita sebaik-baik manusia Nabi Muhammad saw. dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Yang Mulia dan Pengasih, dan beriman kepada Hari kebangkitan, surga dan neraka serta berjanji dan berikrar bahwa tidak akan memilih satu agama selain agama Islam. Dan akan mati di atas agama ini yaitu agama fitrah dengan berpegang teguh kepada Kitab Allah Yang MahaTahu dan mengamalkan setiap yang ditetapkan dari Al-Quran, Sunnah dan Ijma’ sahabat yang mulia. Dan siapa saja yang mengabaikan tiga hal ini berarti ia membiarkan jiwanya dalam api neraka.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, : Mawahiburrahman, hal. 315).
2. ”Tidak ada agama bagi kami kecuali agama Islam dan tidak ada Kitab bagi kami kecuali Al-Quran Kitab Allah Yang Maha Tahu. Tidak ada Nabi panutan bagi kami kecuali Nabi Muhammad, Khaatamun-nabiyyin SAW ”. (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad : Anjami Atham, h. 143).
3. “Tidak ada kitab kami selain Al - Qur’an Syarif dan tidak ada Rasul kami kecuali Muhammad Mustafa shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tidak ada agama kami kecuali Islam dan kita mengimani bahwa Nabi kita, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah Khaatamul Anbiya’, dan Al-Qur’an Syarif adalah Khaatamul Kutub.”, (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Maktubaat-e-Ahmadiyyah, jld.5, No. 4).
4. ”Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yang penting, yaitu bahwa kamu jangan hendaknya meninggalkan Al-quran seperti sebuah buku yang telah dilupakan; sebab, di dalamnya terletak sumber kehidupanmu. Barangsiapa yang memuliakan Al-quran akan memperoleh kemuliaan di langit. Barangsiapa yang menjunjung tinggi Al-quran dia atas segala hadits dan segala sabda-sabda yang lain, akan dijunjung tinggi di langit. Bagi umat manusia di atas permukaan bumi ini, kini tidak ada Kitab lain kecuali Al-quran, dan bagi seluruh Bani Adam tidak ada pedoman hidup kecuali Al-quran. Kini tidak ada seorang Rasul dan juru Syafaat kecuali Muhammad Musthafa SAW. Maka berusahalah kamu sekalian untuk mendambakan kecintaan yang semurni-murninya bagi Nabi yang agung ini, dan janganlah memberikan kepada siapapun suatu tempat yang lebih tinggi dari pada beliau SAW*. agar kamu digolongkan diantara orang-orang yang telah diselamatkan ”, (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Bahtera Nuh, hal. 20).
*Note : HM. Ghulam Ahmad berkata, ”(derajat-ku dibandingkan dengan Nabi Muhammad Rasulullah SAW, lebih mulia debu yang melekat di terompah Nabi Muhammad SAW daripada aku, pny.)
C. Komentar para tokoh NKRI tentang Al-quran dan Ahmadiyah,
1. Bung Karno : “Maka oleh karena itulah, walaupun ada beberapa fasal dari Ahmadiyah tidak saya setujui dan malahan saya tolak,….., tokh saya merasa wajib berterima kasih atas faedah-faedah dan penerangan-penerangan yang telah saya dapatkan dari mereka punya tulisan-tulisan yang rasional, moderen, broad minded dan logis itu”. (Di Bawah Bendera Revolusi : 346; Sinar Islam, Januari 1984 : 57)
2. Al-manak Muhammadiyah : “... Ahmadiyah itu pergerakan yang melebarkan ajaran Islam. Utusannya dikirim ke mana-mana di dunia ini, di Eropa, Asia, Amerika dan Afrika....Pendirian Masjid di Eropa sangat di usahakan oleh Ahmadiyah. Islam di Eropa pun mulai berkembang.....”. (Muhammadiyah Taman Pustaka Yogyakarta, Kitab Almanak yang ke-II, hal. 40-51).
3. Artikel berjudul, ” Pemandangan Gerak Agama Islam dan Gerak Muhammadiyah ”, Maret 1925, Sya’ban 1343 H ).
“Diatas nama Islam dan kaum Muslimin se-Dunia kita memuji sungguh kepada pergerakannya Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Kristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain-lain tempat…..”.,
4. (Dr. H.A.Karim Amarullah, Ayahanda Buya Hamka Al Qaulus-Shahih : 149; Ibid : 57).
Prof. DR. Buya Hamka “ “Adapun kaum Ahmadi (Ahmadiyah), dan usahanya melebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasa yang hidup di Eropa. Padahal zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur’an. Penafsiran Quran dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang mengingini kebangkitan Islam ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam…..”. (Pelajaran Agama Islam, Cet. I : 199; Ibid :57).
5. KH. Agus Salim & HOS. Cokroaminoto : Dalam Kongres SI (Syarikat Islam, pen.) 26/29 Januari 1928, memperingati SI yang ke-15 tahun, membahas tafsir Al-quran Ahmadiyah, komentarnya sbb. : ” Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Quran yang sedang dikerjakan oleh Cikroaminoto. Dari penerbitan-penerbitan yang pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu berdasarkan atas tafsir Ahmadiyah....Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Quran, yaitu kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan modern (antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru dan kaum theosofi), tafsir Ahmadiyalah yang paling baik untuk memberikan kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar ” ( Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, 1946, Cetakan ke-5, hal. 47, Pustaka Rakyat ).
D. DEPAG RI DAN TAFSIR QURAN AHMADIYAH, (Terjemahan Al-quran Depag. RI. Mengambil referensi dari Ahmadiyah):
1. Al-quran terjemahan DEPAG RI yang diterbitkan oleh : Gema Risalah Press Bandung, Izin Penerbitan Nomor, P.III/TI.02.I/134/’89, Edisi Revisi tahun 1992, pada halaman 36-37 menjelaskan sejarah penterjemahan Al-quran termasuk yang dilakukan oleh Ahmadiyah. Tertulis, ” Ahmadiyah Qadian juga menterjemahkan bagian pertama daripada Al-quran pada tahun 1915, Ahmadiyah lohore juga menerbitkan terjemahan Mlv. Muhammad Ali yang pertama-tama terbit pada tahun 1917. Terjemahan itu adalah terjemahan Ilmiah...”.
2. Pada halaman 176 terjemahan Al-quran DEPAG RI, dalam daftar referensinya mencantumkan beberapa tokoh Ahmadiyah, diantaranya Imam Tertinggi Islam Ahmadiyah Internasional yang ke-II, Al-Haj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad dengan tulisan no. 27, ” The Holy Quran, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad.”, bahkan buah pikiran Khalifah Ahmadiyah yang ke-II ini oleh Depag RI dijadikan bagian dari isi kata pengantar, tetapi pada penerbitan selanjutnya nama referensinya dihilangkan. Ada apa ??!, hanya DEPAG yang tahu..
E. Tawaran Dangkal : Ada tawaran dangkal dan tidak masuk akal dari oknum-oknum pejabat di NKRI, “...agar Ahmadiyah membuat agama baru karena memiliki kitab suci lain...”. Atas tawaran super dangkal ini, Jamaah Islam Ahmadiyah menjawab, “ Warga Muslim Ahmadiyah akan tetap ada selama Ahmadiyah ada, Islam Ahmadiyah akan tetap ada selama Agama Islam ada, karena Ahmadiyah dan Islam itu laksana gula dengan manisnya atau ibarat jasad dengan ruhnya. Gula atau jasad, itu adalah cangkang/nama organisasinya, sedangkan manis/Ruhnya, itu adalah ajaran Islam itu sendiri. Karena gula dan manisnya tidak bisa dipisahkan, maka demikian pula Ahmadiyah dan Islam tidak bisa diceraikan. Islam adalah Ahmadiyah, Ahmadiyah adalah Islam”. Maka atas tawaran super dangkal ini, mohon maaf TIDAK bisa kami terima !.
“ ORANG BIJAK ADALAH, YANG BERANI DAN JUJUR MENGHARGAI KEUNGGULAN ORANG LAIN SEKALIPUN ITU MUSUH SENDIRI".
MAMPUKAH ANDA BERBUAT DEMIKIAN ?
“ HANYA ALLAH YANG BISA MENGHAKIMI SESEORANG. ALLAH TIDAK PERNAH MEMBERIKAN Surat Keputusan (SK) KEPADA seseorang atau LEMBAGA DUNIA APAPUN UNTUK MENJUSTIFIKASI ORANG ITU SESAT ATAU TIDAK, KARENA SEMUA ITU HAK PREROGATIF (MUTLAK) ALLAH YANG MENENTUKAN"
APAKAH ANDA WAKIL ALLAH DI MUKA BUMI ?, KALAU BERANI, SILAHKAN MENDAKWAKAN DIRI.
Moto :
LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE
“Cinta untuk semua, kebencian tidak untuk siapapun”