KUMPULAN SYAIR & LAGU 1980-TODAY (By. Nasiruddin Ahmadi)
KUMPULAN senandung SYAIR TAHUN 1980-2011
(Karya : Mln. Nasiruddin Ahmadi)
BERHENTI BERMAIN
By. Nasiruddin Ahmadi
Bogor, 1980
Lihat kawan matahari terbit
Menyinari alam mayapada
Burung burung berkicau
Embun pagi menghilang
Lihat kawan matahari terbenam
Hari mulai larut malam
Kita berhenti bermain
Belajar demi masa depan
T E K A D
By. Nasiruddin Ahmadi
Parung, 1990
Kami putera puteri Ahmadiyah
Hazrat Muhammad Nabi-ku,
Di bawah naungan Allah yang ahad
Hazrat Ahmad Imam-ku
Dengan semangat pengkhidmatan yang tinggi
Dan cita-cita yang meninggi
Ku berjanji Allah jadi saksi,
Dahulukan kepentingan agama
Kami Putera puteri Ahmadiyah
Berbai’at ta’at dan selamat,
Dengan Nizam Khilafat Ahmadiyah
Ku berada disana
Dengan semangat pengorbanan yang suci
Demi Islam sejati
Ku berjanji quran jadi bukti,
Tuk mencari ridha sang Ilahi
IMAM ZAMAN
By. Nasiruddin Ahmadi
Parung, 1991
Matahari dan bulan,
Bersinar disepanjang zaman
Rasa hati ada yang hilang,
Kini datang di akhir zaman
Matahari bercahaya,
Bulan menyerap cahaya
Dia mengambil bintang surayya,
Kita sambut dengan gembira
Mula ku ragu menunggu dalam rindu
Kini ku tahu akhirnya aku maju
Berpacu ke hulu tak malu-malu
Dia datang pada waktunya
Melawan arus nikmat dunia
Memutuskan segala perkara
Di dunia yang sedang merana
Siapakah dia duhai kawan,
Yang datang dari Tuhan
Pemberi rahmat semesta
Dia membawa bahtera ( rohani )
Kini ku tahu dan kau pun tahu
Mirza Ghulam Ahmad as. orangnya
Lekat diri terpatri oleh hatinya,
Yang suci murni.
KHABAR SUKA
By. Nasiruddin Ahmadi
Parung, 1990
Telah lahir ke dunia, seorang hamba yang suci, dijanjikan oleh Allah
Dunia memalingkannya, Allah menerimanya
Orang suci, murid Muhammad
Da’wakan Imam Mahdi,
Dan Hazrat Masih Mau’ud
Hazrat Ahmad namanya
Pengikut Nabi Muhammad
Badai derita datang, menerpa Islam lara
Tak berdaya menahan hinaan
Bangkitlah Ahmad suci,
Kibarkan panji Muhammad
Mengikis habis, kerak ke-alpaan
Berlipat pengikutnya, kagumkan pemerhati
Menuju kejayaan, Islam sejati
Wahai para penentang,
Janganlah kau berpaling,
Itu hanya menabur debu melawan angin,
Derita yang akan kalian terima
RENUNGAN KEMATIAN
By. Nasiruddin Ahmadi
Bontang, 2004
Umur berkurang, ajal mengejar
Keranda mayat menanti-nanti
Liang lahat, nunggu diisi, siapkah anda mati ?
Bawalah piranti yang suci murni,
Kepada Ilahi
Jangan membawa yang basi-basi,
Sementara kamu pun risi
Raihlah hidup yang surgawi
Di dunia pun di nikmati
Apalagi di alam ukhrawi,
Demi mendapat ridha Ilahi
SIAPKAH ANDA MATI ?
AYO SHALAT
By. Nasiruddin Ahmadi
Bontang, 2004
Shalat. Shalat ayo shalat
Berjama’ah lima waktu
Ta’at ta’at kita selamat
Di dunia dan akhirat
Aya sobat kita shalat
Agar kita mendapat nikmat
Jangan’ jangan kita di laknat
Nanti’ nanti di akhirat
Ayo sobat kita taubat
Jangan tunggu mati sekarat
Surga di dunia pasti di dapat
Apalagi di akhirat
RUKUN ISLAM
By. Nasiruddin Ahmadi
Kendari, Juli 2006
Rukun Islam ada lima
Syahadat, shalat, puasa
Kita membayar zakat,
Naik haji bagi yang mampu
Siapa yang tidak shalat,
Pasti masuk neraka
Siapa yang rajin shalat
Dia penghuni surga.
M T A ZINDABAT
By. Nasiruddin Ahmadi
Pancor, 1997
Di timur matahari terbit
Di barat pun mulai mengorbit
Siang dan malam tiada hentinya
Dengan ada MTA Zindabat (2x)
Nabi Muhammad telah bersabda
Di barat matahari kan terbit
Kini saatnya telah tiba,
Dengan ada MTA Zindabat(2x)
Muslim televisi Ahmadiyah
Allah berikan sebagai anugerah
Nikmat melimpah, Islam merekah
Jayalah kalimat thayyibah(2x)
Laa Ilaaha Illallah
Muhammadur-rasulullaah
Laa Ilaaha Illallah
Muhammadur-rasulullaah,
Shallaahu ‘alaihi wa sallam
‘IBADALLAAH MUHAMMAD- AHMAD
By. Nasiruddin Ahmadi
Pancor, 1997
Asyhadu an-llaa Ilaaha Illallaah,
Wahdahu laa syariikalaahu
Wa asyhadu an-na Muhammad ‘abduhu wa rasuuluuhu
Wahai Ilahi, Tuhan-ku suci,
Aku mengabdi
Yang maha tunggal, tiada sekutunya, tiada sekutunya
Allah Tuhan-ku, yang menciptaku
Aku menyatu
Muhammad Nabi-ku, Ahmad Imam-ku
Aku berguru
Dari timur hingga ke barat,
Allah turunkan nikmat
Dari selatan sampai ke utara
Nama-Mu membahana
Nabi Muhammad Insan yang kamil,
Aku bangga padamu
Nabi Muhammad hancurkan yang batil Nur Allah maju
Asyhadu an-llaa Ilaaha Illallaah,
Wahdahu laa syariikalaahu
Wa asyhadu an-na Muhammad ‘abduhu wa rasuuluuhu
HYMNE WAQAF-I-NOU
By. Nasiruddin Ahmadi
Kendari, Januari 2017
LaaIlaaha Illallaah, Muhammuddur-rasululaah
Tiada Tuhan selain Alla, Nabi Muhammad urusan Allah
Kami anak Waqaf i nou, berjanji kepada Ilaahi
Berjuang demi Islam Sejati,
Dan Nabi Muhammad
Kami akan mewarnai
Dunia dengan akhlak Nabi
Nabi Muhammad yang paling suci
Diantara semua Nabi
Kami anak waqfi nou
Berjuang demi masa depan
Kejayaan Islam yang gemilang
Kagumkan para penentang
Kami akan mewarnai
Dunia dengan akhlak Nabi
Nabi Muhammad yang paling suci
Dialah panutan sejati
Kekasih Allahu Rabbi
PANDANG LAGI
By. Nasiruddin Ahmadi
Pancor, 1996
Pandanglah, pandang pandang lagi
Wajah suci Imam Mahdi
Bacalah, baca, baca lagi
Buku-buku Imam Mahdi
Sucikan hatimu, bersihkan batinmu
Hancurkanlah ketakaburan-mu
Sucikan hatimu, bersihkan batinmu
Hancurkanlah kedustaan-mu
Shalatlah istikharah lagi,
Minta kebenaran Imam Mahdi
Hanyalah orang-orang suci, yang terima Imam Mahdi
Sucikan hatimu, bersihkan batinmu
Hancurkanlah ketakaburan-mu
Sucikan hatimu, bersihkan batinmu
Hancurkanlah kedustaan-mu
ISLAM DARI MASA KE MASA
By. Nasiruddin Ahmadi
Bontang, Januari 2002
Di jaman jahiliyah, telah lahir ke dunia
Nabi Muhammad, nabi panutan
Nabi Muhammad, nabi ikutan
Nabi Muhammad, nabi panutan, nabi ikutan (2x)
Dijaman kegelapan, telah ada di dunia
Nabi Muhammad, membawa cahaya
Nabi Muhammad terangi dunia
Nabi Muhammad, Nabi Rahmatal-lil’aalamiin
Nabi Muhammad, Nabi Karim wal-aamiin
Laa Ilaaha Illallah,
Muhammadur-Rasuulullaah(2x)
Dijaman kegelapan, kau memberi cahaya
Laksana matahari, menyinari buana
Cahaya datang gelap menghilang
Nabi Muhammad paling gemilang
Akhir jaman telah datang
Jahiliyah semakin menantang
Ke-tauhidan semakin pudar
Ke-musyrikan pun melebar
Ke-emasan Islam membendar
Islam tinggal namanya,
Quran tinggal tulisannya
Masjid banyak. Kosong petunjuk
Ulama makhluk paling buruk,
Dari mulut keluar fitnah,
Fitnah kembali pada diri
Nabi Muhammad telah bernubuat
Tanda akhir jaman telah genap
Lahir yang disucikan,
Kebanggaan makhluk Tuhan
Islam kan semakin bercahaya
Nabi Muhammad semakin jaya
Juru selamat Imam Mahdi
Datang untuk Islam sejati
Nabi Muhammad pun telah berjanji
Di dalam hadits-hadits yang suci
Jika ingin selamat didunia dan akhirat
Ikuti imam mahdi berbaiat dan bertaubat
Berjuang demi islam sejati
Nabi Muhammad, Nabi yang suci
SALAM JUMPA KEKASIHKU
By. Nasiruddin Ahmadi
Parung, 1992
Salam perjumpaan(2x)
Kusampaikan pada kekasihku
Salam perjumpaan(2x)
Terucap dalam benak-ku
Nabi Muhammad Nabi yang mulia
Nama-mu terukir dalam bara hati
Kau perbaharui umat semesta
Dengan senjata pertolongan Ilaahi
Pancaran nur-mu (2x)
Berkilau hingga kini
Menentang nafsu hewani(2x)
Yang kini tak jemu-jemu
Sinar-mu kini mulai redup,
Oleh berhala yang meniup
Manusia seakan tak peduli
Terhadap nur Quran suci
Selagi manusia tak peduli lagi
Bagaikan kerbau selagi gila
Selagi manusia menggapai-gapai
Bagaikan buta mencari jalan rata
Allah mengutus seorang yang suci
Masih Mau’ud adalah dia(2x)
Dia adalah nabi bayangan
Dari nabi Muhammad
Dia adalah nabi pantulan
Dari nabi Muhammad
Dia kikis kerak kealpaan
Yang telah melekat ke tubuh Islam
Dia sebar bibit kecintaan
Kepada Allah dan nabi Muhammad(2x)
Dia padamkan api kemurkaan
Yang selalu menodai Islam
Aku berjanji quran jadi saksi
Aku bersumpah hadits suci mendampingiku
Aku akan tetap setia abadi
Ku berjalan di atas rel-mu
Aku akan tetap setia abadi
Ku berjalan di atas khilafat
Walau badai terus menggebu
Menerpa Islam yang mulai sayu
Walau topan meniup kencang
Menggulung jiwa yang bimbang
Tetapi ku tak gentar menghadapi,
Menghadapi segala cobaan
Sampai akhir hayat di kandung badan
INSYA ALLAH !.
DOA BAGI SYUHADA I
Kabupoaten Alor-NTT, 1994
Laa Ilaaha Illallah,
Muhammadur-rasuulullaah
Banyak sudah yang telah jadi syahid
Demi tegaknya Tauhid
Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur-rasuulullaah
Laa Ilaaha Illallah, tiada Tuhan selain Allah
Kami tahu kau sedang merana
Tersiksa syaitan durjana
Hatimu hancur bagai debu
Tersayat serasa sembilu
Jisim-mu teriris, batin-mu menangis
Kepedihan tinggalah kenangan
Darahmu mengalir, harum mewangi
Darahmu memerah, duhai syuhada
Saudaraku, wahai syuhada
Kami kan selalu berdoa
Pengorbananmu semoga diterima
Oleh Allah Robbul-mulia.
Jisim-mu teriris, batin-mu menangis
Kepedihan tinggalah kenangan
Darahmu mengalir, harum mewangi
Darahmu memerah, duhai syuhada
DOA BAGI SYUHADA II
By. Nasiruddin Ahmadi
Alor, Singaraja-Bali, 3-2-1995
Banyak sudah yang telah jadi syahid
Demi tegaknya Tauhid
Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur-rasuulullaah
Laa Ilaaha Illallah, tiada Tuhan selain Allah
Kami tahu kau sedang merana
Tersiksa syaitan durjana
Hatimu hancur bagai debu
Tersayat serasa sembilu
Jisimmu terkoyak, darahmu mengalir
Nafasmu tersentak, melebihi angin semilir
Air mata dan peluh menjadi darah
Yang ada ketawakkalan-mu sudah
Ratap tangis karena teriris
Oleh aniaya nafsu si iblis
Tak seorangpun yang menggubris
Seterus semakin sadis
Melihat, melihat dirimu ya g tertindis
Para seteru tak mau tahu
Merasakan kepedihan hatimu
Mereka tersenyum puas, dari wajah yang culas
Melihat, melihat darahmu yang suci
Dan harum mewangi
Senyum si iblis redalah kini
Gelak tawa syaitan telah menyepi
Menyaksikan jisim-mu menggelepar
Jisim-mu yang terkapar
Roh terlepas, dari jisim yang fana
Tinggalkan buana yang merana
Duhai saudaraku, syuhada
Doa-ku, doa kami selalu membahana
Selama ada iman dan taqwa di dada
Kami takkan lupa anda disana ( Pakistan )
Semoga Allah menghancurkan
Yang batil dari dunia kesesatan
Ya Allah, hancurtkan musuh-musuh kebenaran
Bagaikan debu yang bertebaran
Ya Allah, tunjukilah pencari kebenaran
Dengan Huda-Mu yang transparan
Duhai syuhada, kini kau meninggalku
Tinggalkan kami yang mencintaimu
Kami merasakan pedih hatimu yang membisu
Air mata kesedihan mengiringimu
Doa dan doa menjagamu selalu
Duhai syuhada, Kami dan darahmu menjadi saksi
Engkau tidak mati dan merugi
Engkau tetap hidup dan tetap hidup
Di sisi Allah-mu yang Maha Hidup
Duhai syuhada, pengkhidmatan tidaklah sia-sia
Kendati manusi serakah telah menganiaya
Namun, namun kami tahu, Allah Ta’aala takkan lupa
Menepatkanmu di surga loka
(direvisi di Bontang-Kaltim, 15 Sept. 1999 ).
NUBUWATAN
By. Nasiruddin Ahmadi
Parung, 1993
Zaman kelabu usai tersapu
Alam yang bisu menjadi baru
Lentera alam kian benderang
Saksi mata kurun berlalu
Akan lajunya sapinah menuju
Kebangkitan Islam untuk mendatang
Sunnatullah tak tersiakan
Allah berjanji di masa datang
Lahirnya wujud yang dijanjikan
Adalah dia yang paling rupawan
Namanya tersirat dalam Al-quran
Apakah tahu siapakah dia ?
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. dia
Kendati buana tak menyapa
Illa Insan yang hatinya bersih, suci yang peduli
Tuhan akan melipat gandakan pengikutnya,
Adalah mengagumkan para pemerhati.
NASIHAT IBU AHMADI
By. Nasiruddin Ahmadi
Parung, 1993
Duhai puteriku suci
Ingatlah kalam Ilahi
Jadilah saksi dalam mencari
Keindahan jiwa hakiki
Duhai puteriku suci
Ingatlah hadits nabi
Jadikan dalam meniti
Keteduhan elok jasmani
Marilah puteri suciku
Ambilah piranti pembalut tubuh ( Fardah )
Jangan segan dan jangan malu
Jadikan busana taqwa, hidupmu
Oh ibu, aku dengar seruanmu
Kadang malu aku membisu
Kadang rindu aku melaju
Untuk memakai kerudung, perisaiku
Oh ibu, aku tidak ingin menjadi
Bai’at di bibir, lain di hati
Bagaikan kulit ular silih berganti
Yang walaupun bertukar diri, belum mandiri
Wahai kawan, dengarkanlah nasihat ini
Jangan menjadi orang tak peduli
Jika kau ingin mendapat nur Ilahi,
Camkan !, surah An-nur suci
Jika kau tak ingin azab,
Amalkan surah Al-ahzab
Mubarak, mubarak dan mubarak
Bagi puteriku yang mengamalkan semua ini
MATI SATU TUMBUH SERIBU
(Syair Kebangsaan),
By. Nasiruddin Ahmadi
Bogor, 1985
Oh pahlawan, kini kau telah gugur
Demi memperjuangkan kemerdekaan
Gugur bunga, gugur pahlawan
Mati satu, tunbuh seribu
Oh Tuhan yang Maha pengampun
Maafkanlah dosa pahlawanku
Yang telah ia perbuat, demi bangsa Indonesia
Hai, pemuda-pemudi penerus bangsa,
Singsingkan lengan bajumu
Ayunkan langhkahmu,
Teruskan sisa-sisa perjuangan pahlawanmu
Demi tercapainya pembangunan
Bangsa Indonesia
Hai, pemuda-pemudi penerus bangsa,
Singsingkan lengan bajumu
Ayunkan langhkahmu,
Teruskan cita-cita perjuangan pahlawanmu
Demi tercapainya kemakmuran
Bangsa Indonesia
PAHLAWAN PUSPA TAK DIKENAL
(Syair Kebangsaan)
By. Nasiruddin Ahmadi
Bogor, 1985
Desingan peluru, menembus kegelapan malam
Kau pergi tinggalkan, diriku disini
Dentuman meriam, menambah haru hatiku
Ku baringkan jasad membeku
Jasad penuh dengan pengorbanan
Kau pergi sebagai kusuma bangsa
Ku taburkan puspa indah di perabuanmu
Batu nisan, tiada kesan
Engkaulah pahlawan puspa tak dikenal ( 2X ).
PENGAKUAN AHMADI
By. Nasiruddin Ahmadi
( Mataram, 13-10-2010 )
Dengarlah (3x)
Dengarlah duhai para raja
Dengarlah rakyat jelata
Kami datang membawa berita
Kami hadir membawa cinta
Dengarlah duhai Ulama
Dengarlah para Zu’amma
Kami tegaskan dengan haqqul-yakin, Yang keluar dari bathin
Dengarlah 3x, Allah Tuhan kami,**
Dengarlah 3x, Muhammad Nabi kami,
Dengarlah 3x, Al-quran kitab kami,
Dengarlah 3x, Dinul-Islam agama kami
Tiada seorangpun, yang dapat menghakimi
Menggugat hati kami yang murni
Hanya Allah-lah, yang Maha mengetahui, Hati setiap Ahmadi
Dengarlah (3x)
Rukun Islam, lima adanya
Rukun Iman, Enam perkara
Baitullah, kiblat yang sempurna
Pengakuan Ahmadi, itu semua (2x)
Kembali ke : **
Hanya Allah-lah, yang berhak menghakimi
Siapa dimurkai, siapa diridhai
Hanya Allah-lah, yang berhak menentukan
Siapa dapat petunjuk, siapa yang disesatkan
UJIAN DAN NASIHAT
(Sebuah Pengakuan, Tekad, dan Motivasi\, dari & untuk Saudaraku Ahmadi )
Karya : Nasiruddin Ahmadi ( Kendari, 2008 )
Asyhadu an-laa Ilaaha Illallaah, Wahdahuu Laa Syariikalah
Wa Asyhadu an-na Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu
Di caci maki dan dihina, di kafirkan disesatkan,
Itu semua, pernah terjadi di zaman Imam Mahdi
Di kejar kejar dan di usir, disakiti disyahidkan
Itu semua, pernah terjadi, di\zaman Nabi Muhammad
Ingatlah selalu pesan Nabi Muhammad, dan nasihat dari Hazrat Ahmad
Kesulitan yang membuat Allah suka, lebih baik dari pada kesenangan yang membuat Allah murka
Tersenyumlah !, Menangislah !, Hanya untuk Allah
Balaslah !, Kejahatan, dengan kebaikan
Itulah, pesan Quran, ( dan akhlak Nabi Muhammad ) 2x
Love for all, Hatred for none, itu moto kita
Kecintaan untuk semua,
( Kebencian tidak untuk siapapun ) 2x.
LIWA-E-AHMADIYAH BERKIBARLAH
(Dalam rangka memperingati Tasyakur 100 tahun Khilafah Ahmadiyah International, 27 Mei 2008)
Karya : Nasiruddin Ahmadi ( Kendari, mei 2008 )
Naikilah menara yang sangat tinggi
Berkibarlah di angkasa yang biru
Bahanakan, Laa Ilaaha Illallaah
Muhammadur-rasululah
Berkibarlah Liwa-e-Ahmadiyah, Zindabat!
Gagah berani pantang menyerah
Berkibarlah Liwa-e-Ahmadiyah, Zindabat!
Tegakkan selalu kalimat Thayyibah
Kami Khadim penjaga amanah
Di dalam bingkai Nizam Khilafah
Kami Muslim ta’at beribadah
Pedoman hidup Al-quran dan sunah
Janji Allah pasti akan terbukti
Quran karim menjadi saksi
Islam menang masa depan cerah
Nizam Khilafat sebagai anugerah
Berkibarlah Liwa-e-Ahmadiyah, Zindabat!
Gagah berani pantang menyerah
Berkibarlah Liwa-e-Ahmadiyah, Zindabat!
Tegakkan selalu kalimat Thayyibah
Aral melintang tak jadi masalah
Itu semua adalah sunah
Pertolongan Allah pasti adanya
Yang benar jadi pemenangnya (2x ).
ALLAH MASIH ADA
(Eksistensi para Muhajirin Lombok yang mengungsi di Asrama Transito-Mataram)
( Nasiruddin Ahmadi, Mataram : 10-01-2011 )
Laa Ilaaha Illallaah, Muhammadur-Rasulullaah ( 2x )
Tujuh tahun sudah, kami berada disini
Emperan surga, menjadi pengungsi
Ujian demi ujian, yang telah kami nikmati
Membentuk diri, manusia yang mandiri
Telah hilang harta benda,
Ada juga yang nyawa,
Namun-ku tetap bangga,
Allah masih ada
Hari silih berganti, berputar laksana roda
Waktu berlalu di iringi nada
Lautan harapan membentang
Hidup layak masa mendatang
Kami kan jelang, walaupun sangat menantang
Ku tunggu pertolongan Ilahi
Ku yakin datangnya pasti
Menghibur hati kami,
Yang sedang bersemi
Walau masih terasa, luka di dalam dada
Kami masih percaya, Allah masih-lah ada
Memberikan pertolongan kepada kami
Kemenangan, kepada Jemaat Ilahi. Amin.
KEMULIAAN NABI MUHAMMAD SAW.
Oleh : Hadhrat Masih Mau’ud as.
Nada : Mln. Nasiruddin Ahmadi
Penerjemah : Drs. Udin, M. Pd. (20/03/2013)
Itulah dia ikutan kita, dari siapa cahaya semesta
Ieu wah nike saq jari ikutan tiang pelungguh, Ieu saq jari sumber cahaya alam
Muhammad namanya adalah nyata, oleh hatiku paling kucinta
Nabi Muhammad arana saq paling nyateu, saq paling tiang kangen
Semua nabi adalah suci, sesama mereka saling melebihi
Selapu nabi suci bersih, tingkat kesuciane saling lebihin
Tapi disisi Tuhan yang tinggi, yang paling unggul adalah ini
Lagu leq deket Nene saq kuaseu, cuma iya mesaq saq paling unggul
Itu kekasih yang amat ghaib, disitu ruang tidak terselip
Iya kekasih saq sangat ghaib, nenten ara alasan gen yalahang ieu
Oleh Muhammad menjadi qarib, sungguh beliau penunjuk ajaib
Muhammad piaq saq rapet lebih nyata, kranaq setetuna pembimbing ajaib
Dia sekarang jadi raja agama, mahkota nabi rasul semua
Mangkin niki ieu jari raja agama, mahkota nabi selapu rasul
Baik dan amin lagi setia, bila dipuji begitulah dia
Solah, Amin dait Setia, mara niki iya lamun natapuji (2x)
Korbanlah aku bagi nur itu (Muhammad), melulu miliknya jadilah aku
Kaji berkorban kranaq Nur Muhammad, kaji besopo kance ieu
Hanya dialah siapa aku, ini keputusan tak ragu-ragu
Kaji niki ara kranaq (Muhammad), keputusan niki nenten ara keraguanne
Itu kekasih tanpa imbangan, Dia khasanah ilmu pengetahuan
Kekasih nike nenten ara kanceu padeu, ieu khazanah ilmu pengetahuan (2x)
Semua yang lain hanya dongengan, Yang benar inilah tanpa kesalahan
Selapu saq lainan cuma dongeng doang, ieu wah niki, nenten ara kesalaanna (2x)
Setiap saat keinginan hati, kitab sucimu aku ciumi
Sebilang waktu atien kaji bekemele, kitab suci Dikaji kaji siduk
Quran karimu aku kelingi, karena kabah ku adalah ini
Quran karim Dikaji kaji kelilingin, kranaq niki ieu ka’bah kaji
MARS,YAYASAN ARIF RAHMAN HAKIM (PARIGI – TANGERANG)
Oleh : Mln. Nasiruddin Ahmadi
(Mataram, 14 Juni 2013)
Marilah, kawan-kawanku, belajar riang dan gembira
Prestasi demi masa depan, harapan gemilang
Demi kejayaan Indonesia
Bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa,
Itulah tujuan utama
Berakhlak mulia pada guru dan teman,
Orang tua paling utama
Ramah lingkungan, itulah janji kami,
‘Kan ku jaga sampai nanti
Arif Rahman Hakim, wadah kita semua
Arif Rahman Hakim, satukan semua siswa
Arif Rahman Hakim, wadah kita semua
Arif Rahman Hakim, satukan Nusantara
Arif Rahman Hakim, Sekolah yang ku cinta
Mengabdi kepada negeri, yang di cintai
Ibu pertiwi selalu mengayomi, kan ku bela sampai mati
Dari Sabang sampai Merauke, satukan perbedaan,
Munculkan persamaan, ber-Bhineka Tunggal Ika
Menjaga... empat pilar... bangsa ...!
MARS AMAL BAKTI
(Mansilor, 14 April 2016)
Oleh : Nasiruddin Ahmadi
AMAL BAKTI SEKOLAH YANG PALING KUCINTA
AMAL BAKTI PRESTASI YANG PALING UTAMA
AMAL BAKTI CAWAN ASA UNTUK MENDATANG
SISWA-SISWI GENERASI GEMILANG
TAAT KEPADA TUHAN, ORANG TUA DAN GURU
SAYANG KEPADA TEMAN, LINGKUNGAN HIDUPMU
ANTI TAWURAN DAN KEKERASAN
ANTI OBAT TERLARANG DAN YANG DIHARAMKAN
BERAMAL UNTUK SESAMA, BERBAKTI KEPADA NEGERI
BERAKHLAK YANG MULIA, BERPRILAKU YANG ISLAMI
CINTA IBU PERTIWI, INDONESIA YANG MERDEKA
IDIOLOGI PANCASILA, BER-BHINEKA TUNGGAL IKA
RAGAM BUDAYANYA, SUKUNYA, BAHASANYA ITULAH NKRI
RAMAH PENDUDUKNYA, SALING MENGHORMATI
UNDANG-UNDANG PASTI AKAN MENJAMINNYA,
AMAL BAKTI SIAP UNTUK MENGAWALNYA
SALING MENYANYANGI, MENCINTAI,
TOLERANSI ANAK NEGERI
TOLONG MENOLONG,
GOTONG ROYONG, ITULAH JATI DIRI AMAL BAKTI (2X)
JASA MU TAKAN KULUPAKAN
(Bogor, 1986, By. : Nasiruddin Ahmadi)
Selamat tinggal guruku, selamat tinggal kawan
Ku akan pergi tinggalkan dirimu
Mencari ilmu demi masa depan
Terimakasih guruku,
Jasamu tak kan kulupakan
Sampai akhir hayatku
Hari demi hari. Minggu demi minggu
Bulan demi bulan ku lalui
Setahun kini sudah, dua tahun kini sudah
Tiga tahun kita berpisah
Engkau bagai mentari, yang menyinari dunia
Tak kuasa aku membalas jasa
Walau jauh di mata, namun dekat di hati
Terimakasih oh guruku
Jasamu takkan ku lupakan
Selamat tinggal oh kawanku
Semoga kita bisa bertemu, bertemu dilain waktu
SIMPONI ANAK NEGERI
(Syair Kebangsaan- Warga Pengungsi )
Oleh : Nasiruddin Ahmadi
(Mataram, 13-03- 2013)
*Simak suara alunan, simponi anak negeri,
Yang sudah lama terdhalimi,
Jangan katakan bosan, untuk mendengar pesan Semoga akan tumbuhkan kesan
Lihatlah dengan hati, dengarlah dengan batin jadilah manusia Ilahi
Berkata dengan jujur, bertindak dengan tutur
Nabi Muhammad telah mengatur (2x)
Masih adakah rasa cinta dalam hatimu
Duhai, para pemangku.
Masih adakah rasa sayang dalam batinmu
Duhai, para ulama
Hancurkan rasa dendam, hancurkan rasa benci
Kepada kami warga Ahmadi
Yang kan tetap setia, mengabdi pada agama
Berbakti pada negara (2x)
Hari demi hari, minggu demi minggu
Bulan demi bulan tlah berlalu
Setahun kini sudah, dua tahun kini sudah
Tujuh tahun kami mengungsi (2x)
*Kami bersyukur pada, pada-Mu ya Allah
Yang masih memberi kesempatan
Untuk mengabdi pada, pada ibu pertiwi
Demi mencari ridha Ilahi
Kami tak kenal lelah, walaupun hidup sengsara
Kan selalu mengorbankan jiwa
Akan tetap setia, berjuang demi bangsa
Masa depan Indonesia raya
Burung garuda pandanglah kami disini
Yang masih anak-anak negeri
Burung garuda kepak sayapmu yang gagah
Lindungilah kami dari rasa gundah
Cakarmu yang tajam, cengkramlah intoleran
Demi masa depan ke-bhinekaan
Berbeda tetap satu, empat pilar sokoguru
Kami yakin Indonesiaku maju (2x)
Kami Ahmadi masih warga NKRI
Yang lahir dari ibu pertiwi.
Selalu mencintai siapapun tanpa peduli
Hanya menggapai Ridha Ilahi
Wahai presiden, jangan hanya diam diri
Jangan hanya Politisasi
Hentikan intoleran, dengan konstitusi
Demi keutuhan eN Ka eR I (2x)
FIDLAANI MUHAMMADI SAW
Limpahan karunia Nabi Muhammad SAW.
Oleh : Hz. Mushlih Mau’ud ra.
KAM NAWWARA WAJHUN-NABIYYU SHAHAABUHUU,
Betapa nur para sahabatnya telah menyinari wajah Nabi suci itu( Muhammad SAW )
KALFULKI DHAA-A SATH-‘UHAA BINUJUUMIHAA.
Laksana cakrawala langit menjadi terang oleh gemerlap bintang-bintangnya
KAM TANFA’UTS-TSAQALAINI TA’LIIMAATUHUU,
Betapa ilmu dan ajaran-ajaran nabi itu telah memberi manfaat kepada ( jin & manusia )
QAD KHUSH-SHA DIINU MUHAMMADIN BI’UMUUMIHAA 2X
sungguh Semua itu adalah keistimewaan agama Muhammad SAW.
ZHAHARAT HIDAAYATU RABBINAA BIQUUMIHI,
Hidayat Tuhan kamu zahir bersama datang nabi suci itu
DZAALAT ZHOOLAAMUD-DAHRI ‘INDA QUDUUMIHAA 2X
Kegelapan tamanpun lenyap bersama datang nabi suci itu
JAA-A BITARYAQIM-MUZIILIN SIQAAMANAA,
Dia telah datang dengan membawa penawar bagi kesembuhan kami
GHAABAT GHAWAA YATUNAA BIKULLI SUMUUMIHAA 2X
Dan kesesatan kamipun lenyap dengan segala racun-racunnya
NAZALAT MALAAIKATUS-SAMAA-I LINASHRIHII,
Malaikat-malaikat langit telah turun untuk menolong nabi itu ( Muhammad SAW )
QAD FAAQATIL-ARDHU SIMAN BIZHULUUMIHAA 2-3X
Dan bumipun menjadi terang dan bebas dari segala kegelapan
KPA ke-6 Wolasi-Sultra, Abu Nada AT 1-807’07,
SURAT DARI SURGA
By. Nasiruddin Ahmadi
Purwokerto, Nop. 2017
Assalamu’alaikum, Warahmatullahi wa barakaatuhu
Salam kasih sayang dan keberkahan, engkau yang ada disana
Wa’alaikumusalam, warah matullahi wa barakatunu
Dengan ucapan doa yang sama, kami yang ada disini
Bagaimana saudaraku, keadaan mu disana
Kami yang di surga Damai dihati dan pikiran
Alhamdulillah sehat-walafiat
Kami yang ada di dunia, merindukan
Damai di bumi damai di langit,
Damai nyaman, damai aman,damai itu indah, Saling mencintai, kasih sayang,
Tak ada benci, toleransi, cinta untuk semua... semua mahkluk berbahagia. Aamiin.
Didedikasikan untuk My Families