KRONOLOGIS NUSAKAMBANGAN (By. Nasiruddin Ahmadi).

KRONOLOGIS PERTABLIGHAN, PEMBINAAN MB DAN UJIAN AHMADI
DI BANTAR PANJANG-NUSAKAMBANGAN
Oleh : Mubda. Jabar 8 & Mubda. Jateng 1

Kegiatan Pertablighan dan Pembinaan MB di Pulau Nusakambangan selama ini hampir 85% dilakukan oleh Jemaat Daerah Jabar 8, walaupun dari segi letak geografis dan teritorial Nusakambangan-Cilacap berada di Wilayah Jateng 1. Dua Wilayah Jemaat ini sudah memiliki komitmen yaitu, “JABARTENG BERSATU”. Secara administrasi, ada masalah atau tidak, yang berhak melaporkan adalah Jabar 8, tetapi karena sudah ada komitmen di atas, maka Jateng 1 berusaha untuk membantu melaporkan juga. Adapun detail data dan faktanya, seperti perolehan MB, nama dan alamatnya, semuanya ada di Jemaat Daerah Jabar 8,. Saya ucapkan Jazakumullah Ahsanal Jaza kepada Mubda Jateng 1 yang sudah membantu melengkapi laporan ini. 

Administrasi dan letak Geografis :
Secara administratif Pulau Nusakambangan termasuk dalam wilayah Desa Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Kotif Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Nusakambangan adalah sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) berkeamanan tinggi di Indonesia. Secara Geografis, pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia.
Sedangkan letak geografis kawasan Pulau Nusakambangan yaitu pada 70 30' – 70 35' LS dan 1080 53 – 1090 03'BT

Akses Transportasi untuk menuju Pulau Nusakambangan
Untuk mencapai pulau ini orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus yang dikelola oleh Kementerian Hukum dan HAM yaitu dari Pelabuhan Sodong menyebrang ke Cilacap, Jawa Tengah selama kurang-lebih lima menit dan bersandar di Pelabuhan feri Wijayapura di Cilacap. Feri penyeberangan khusus ini juga diawaki oleh petugas pemasyarakatan (pegawai Lapas), khusus untuk kepentingan transportasi pemindahan narapidana dan juga melayani kebutuhan tranportasi pegawai Lapas beserta keluarganya.
Ada juga akses lainnya dengan menggunakan perahu nelayan (Ojek Perahu) yang dibiasa digunakan oleh para Nelayan, Masyarakat yang ingin berkebun bahkan hanya sekedar hiburan memancing dan wisata.

Apa Nusakambangan itu ?
Pulau Nusakambangan berstatus sebagai cagar alam, merupakan habitat bagi pohon-pohon langka, tetapi banyak yang telah ditebang secara liar. Saat ini yang tersisa kebanyakan adalah tumbuhan perdu, nipah, dan belukar. Kayu plahlar (Dipterocarpus litoralis) yang hanya dapat ditemukan di pulau ini banyak dicuri karena setelah dikeringkan, mempunyai kualitas yang setara dengan kayu meranti dari Kalimantan.
Secara tradisional, penerus dinasti Kesultanan Mataram sering melakukan ritual di pulau ini dan menjadikannya sebagai "hutan ritual". Di bagian barat pulau, di sebuah gua yang terletak di areal hutan bakau, ada semacam prasasti peninggalan zaman VOC[butuh rujukan]. Di ujung timur, di atas bukit karang, berdiri mercu suar Cimiring dan benteng kecil peninggalan Portugis. Berbagai macam tumbuhan khas ritual budaya Jawa ditanam di sini. Nusakambangan tercatat sebagai pertahanan terakhir dari tumbuhan wijayakusuma yang sejati. Dari sinilah nama pulau ini berasal: Nusakambangan, yang berarti "pulau bunga-bungaan".

Penjara, Narapida Dan Daerah Larangan
Narapidana di Nusakambangan  sudah ada sejak tahun 1900-1926.Istilah "Penjara Nusakambangan" adalah sebuah kerancuan dalam pengertian khalayak ramai. Karena secara fakta tidak satu pun nama penjara yang ada di sini yang bernama demikian.Semula terdapat sembilan Lapas di Nusakambangan (untuk narapidana dan tahanan politik), tetapi kini yang masih beroperasi hanya tinggal empat, yaitu Lapas Batu (dibangun 1925), Lapas Besi (dibangun 1929), Lapas Kembang Kuning (tahun 1950), dan Lapas Permisan (tertua, dibangun 1908). Lima lainnya, yaitu Nirbaya, Karang Tengah, Limus Buntu, Karang Anyar, dan Gleger, telah ditutup. Wilayah selatan pulau menghadap langsung ke Samudra Hindia dengan pantai berkarang dan berombak besar. Wilayah utara menghadap Kota Cilacap dan dikelilingi kampung-kampung nelayan sepanjang hutan bakau, antara lain Kampung Laut dan Jojog.
Menurut pengakuan salah seorang angota Marinir, Nusakambangan adalah daerah larangan bagi para pendatang. Keluar-masuk pulau ini mensyaratkan adanya izin khusus dengan prosedur tertentu. Termasuk apabila inin mendirikan sebuah bangunan, harus ada izin dari Kalapas. Penghuni pulau ini hanya para narapidana dan pegawai Lapas beserta keluarganya, di bawah pengawasan Kementerian Kehakiman dan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Anak-anak para pegawai bersekolah di SD yang tersedia di dalam pulau. Untuk meneruskan ke tingkat lanjutan (SMP, SMA, atau perguruan tinggi), mereka harus bersekolah di Cilacap atau kota lainnya di Pulau Jawa. Tapi pada kenyataan, sesuai dengan perkembangan yang ada, banyak juga masyarakat lainnya dari berbagai daerah yang bermukim di pulau tersebut yang berprofesi sebagai Petani, Nelayan, dll. Nusakambangan seakan menjadi Pulau yang terbuka. Status kependudukan mereka cukup beragam, tetapi mereka bisa tinggal disana dengan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Petani di Nusakambangan.

Kronologis Pertablighan & PMB di Nusakambangan
Mln. Rafiq Ahmad (RA), mubaligh yang baru datang bertugas di Banjarsari - Jabar 08, menuturkan, “pada awal bulan Agustus 2019, untuk Nusakambangan sudah ada program pertablighan walaupun tidak menjadi fokus utama. Sat itu sedang  digarap oleh pak Endang, pak Sukimin dan pak Mukhlis, dari sisi Pertanian. Pada saat itu  di nusakambangan sudah ada  1 keluarga MB, suami istri (bapak Syahidin dan istrinya). kemudian atas komunikasi antara saya dan pak mukhlis yang sering saya jadikan partner kunjungan baik tabligh, ta'lim dan terbiyat ke daerah tanggung jawab binaan saya (Parigi, Sidamulih, Pangandaran dan Banjarsari)  memutuskan untuk membuat program terpadu yaitu “Nusakambangan desk”. Komunikasi tersebut terjadi di mesjid patimuan sekitar tanggal 27 september 2019. Kira-kira tanggal 03 oktober 2019 saya, pak Mukhlis,  pak Sukimin, Mln. Nasiruddin Ahmadi mubda Jateng 1 dan Mln.Muharim Awaluddin, melakukan perjalanan perdana meninjau dan melakukan pemetaan di Nusakambangan. Kami menginap disana satu malam sekaligus melakukan tarbiyat dan pembinaan mubayyin baru”. ([22.37, 17/8/2020] Simpati Rafiq:)
Setelah kunjungan perdana, sekitar 6 minggu kemudian pertablighan di Nusakambangan saya usulkan dalam rapat daerah jabar 08 di mesjid Ciamis menjadi fokus utama dengan da'i utama bapak sabiq Mukhlis dan pada hari itu juga dibuat pengajuan anggaran  oleh Mubda. Jabar 08 (Mln. Ahmad Mashum Kanz). Karena tidak ada tindak lanjut dari Amirda maupun mubda, khususnya berkenaan anggaran yang diajukan. Akhirnya saya coba berkomunikasi dengan kantor missi via mln. Basuki Ahmadi,  beliau menyampaikan bahwa proposal permohonan anggaran pertablighan jabar 08 dikembalikan untuk diperbaiki karena tidak memenuhi syarat permohonan.
Tapi saya dan pak mukhlis tidak berkecil hati. Akhirnya kami mencoba membuka komunikasi dengan bapak sabiq Sardi, beliau menyambut dengan baik dan merencanakan anggaran dari cabang-cabang terdekat Nusakambangan. Hal tersebut disetujui beberapa cabang sebagai subsidi seperti cabang Parigi, Pangandaran, Kalipucang dan Banjarsari.
Beberapa bulan kemudian, kami melakukan kunjungan kedua ke Nusakambangan untuk melakukan tabligh awal ke teman bapak Sukimin. Lalu kami melakukan kunjungan ketiga dengan personil saya, pak mukhlis, pak Sukimin, dan pak Sardi ke daerah Bantar Panjang bertemu dengan pak Ranto dan pak Lili (Asrodin). Pertablighan kepada mereka saat itu tidak terlihat penolakan tapi setelah pulang beberapa hari saat kita mau menggelar jumat pertama di daerah bantar panjang ada info bahwa mereka menolak dengan alasan ini masjid NU.
Melihat gelagat seperti itu, pak Sukimin dan pak Mukhlisdalam  rapat diputuskan agar memakai metode pertanian, dan saya diminta untuk tidak ikut dulu sampai waktu yang tepat. Alhamdulillah bulan Maret 2020 dimulai lagi pendekatan lagi, dan  mereka menerima dengan baik. Akhirnya mereka mau dibina kembali oleh pak Mukhlis.
Tanggal 19 maret 2020 pak Mukhlis dan pak Sukimin diminta mengisi Isro - Mi'raj di Bantar Panjang oleh pak Syaeun. Kemudian tanggal  16 april 2020 pak Mukhlis dan pak Sukimin diminta untuk isi Khutbah di Bantar Panjang. Setelah khutbah jum'at tersebut masyarakat bantar panjang senang dan meminta rutin dibina khususnya shalat jum'at.
Setelah shalat maghrib Pak mukhlis dan pak Sukimin merencanakan menginap. Setelah semalaman mereka berdiskusi & Tanya Jawab, akhirnya setelah shalat subuh orang tersebut beserta keluarganya baiat yang kebetulan orang tersebut adalah Imam dan tokoh disana bernama bapak Lili (Asrodin). Setelah baiatnya pak Lili, secara rutinitas setiap jumat pak Mukhlis menjadi Imam dan khotib jumat. 
Setelah itu tiap jumat ada saja yang baiat barulah kemudian Nusakambangan menjadi fokus utama daerah baik Amirda maupun Mubda.
Personil pergerakan : Pak mukhlis, Pak sukimin, Pak Endang MT, Mln. Rafiq Ahmad, Pak Sabiq Sardi, Mln. Ahmad Ma'sum Kanz
Pendanaan : Awalnya dana oprasional Pertablighan & PMB, bersumber dari subsidi jemaat lokal terdekat (Parigi, Pangandaran, Kalipucang dan Banjarsari).  2(Dua) bulan kemudian memakai DKM mubaligh Rafiq Ahmad. Kemudian atas instruksi dan saran mln. Basuki Ahmad, agar mengajukan ke sek. Tabligh (bapak Gunawan wardi)  dan dapat subsidi dana 2 juta dari sek. Tabligh PB. Pak Mukhlis berinisiatif untuk memperbaiki mesjid bukan membangun,  tetapi kemudian berubah menjadi membangun masjid karena dukungan Amirda dan Mubda. Jabar 08. 
Pembangunan Masjid: Khusus pembangunan mesjid, dana berasal dari para donatur anggota jabar 08, 2 orang ghair Ahmadi termasuk pendeta yang berdomisili  dekat dengan mesjid yang dibangun,  dan dari seorang Anshar asal Jawa Timur yang dititipkan ke Mln. Nasiruddin Ahmadi.
Eforia & Peresmian Masjid : Tanggal 26 juli 2020 jabar 08 dan jateng 1 melakukan peresmian mesjid di bantar panjang yang dihadiri juga oleh Mubaligh Incharge Mln. H. Mirajudin shd dan Sek. Tabligh Bapak Gunawan Wardi.Tapi sangat disayangkan terlalu eforia begitu ramai dan mencolok yang hadir sekitar 100 orang. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan dan perhatian akhirnya beberapa hari kemudian mendapat panggilan dari aparat setempat kepada pak sukimin karena dianggap sebagai tokoh dan pendanaan utama mesjid bantar panjang lalu disidang dan diminta untuk membongkar mesjid atau memberikan ke pihak aparat setempat untuk pos marinir dikasih waktu 5 x 24 jam.
Kendala & Saran : Biaya cukup tinggi , Butuh dai yang bermukim di bantar panjang , Medan cukup menantang, Masyarakat masih jauh dari pemahaman Agama Islam. Salafi dan muhammadiyah sudah ada. Saran : seharusnya program awal dijalankan yaitu tabligh masif dan terorganisir. Istilah Sadr. PPMA/Sekr. Tabligj PBJAI. saat kunjungan ke Banjarsari, “Caina herang, laukna beunang”.
Badai Ujian bagi Ahmadi MB di Nusakambangan :
Pada Tanggal 10/08/2020, Pak Sukimin & Pak Lili (MB) disuruh menghadap kalapas di Pos Marinir Klaces untuk menjelaskan keberadaan pembangunan Masjid. 
Tanggal 12/08/2020, Pak Sukimin (Petani-  asal Jemaat kalipucang, beliau adalah mertua dari Mln. Ahmad Hidayat),  yang didampingi oleh Mubda. Jabar  8, memenuhi undangan Danpos Marinir di Klaces, sementara pak Lili yang diharapkan hadir, tidak ikut. Adapun suasana jalannya pertemuan sbb. 
Pertemuan dilaksanakan di Dampos Marinir Klaces yang dihadiri oleh pihak Marinir, Kalapas, unsur Polres Cilacap, dll. ada 12 org
Dari pihaak Jemaat, Pak Sukimin & Mubda Jabar 8. H.Endang juga ikut, tetapi tidak masuk ke Kantor.
Dalam pertemuan, Pak Sukimin dicecar dengan berbagai pertayaan, diantaranya : Itu Masjid Milik siapa, Siapa yang mendanai, dan siapa yang memberi Izin membangun Masjid di Bantar Panjang, siapa itu Mukhlis dan siapa yang mendatangkan Pak Mukhlis?.
Pihak Marinir (Warosul), dengan nada membentak, dank eras,  dan menyalahkan pak Sukimin, mengapa membangun Masjid di Tanah terlarang, membangun masjid dekat dengan masjid yan sudah ada (1500m), tidak minta izin terlebih dahulu. Warosul pun menyalahkan Ahmadiyah itu aliran sesat dan dilarang di Indonesia, sehingga meresahkan Masyarakat Bantar Panjang. Marinir punya hak untuk menghancurkan setiap bangunan tanpa izin, dan mengusir warga.
Pak Sukimin pun ditanya, “siapa yang mengizinkan bapak tinggal di Nusakambangan?”. Pak Sukimin menjawab, “Saya punya KTA”. KTA apa dan siapa yang memberikan?, “Yayasan”. Marinir mengatakan, “Yasayasan apa itu ?”. Akhirnya KTA pak Sukimin diambil dan tidak dikembalikan.
Pihak Kepolisian mengatakan, : “Supaya jangan salah faham,  yang kami persoalkan itu perizinan pembangunan Masjid di Bantar panjang tidak ada, dan itu otorita Kalapas. Kami tidak melarang kegiatan Ahmadiyah, karena itu hak warga yang dilindungi undang-undang, bahkan ada SKB3M”.
Dalam Susana yang menggetarkan hati dan pikiran, Pak Sukimin masih tetap tenang dan  berusaha ingin menjelaskan kronologis, tetapi pihak oknum Marinir sering memotong dan memarahi dengan nada keras, merendahkan bahkan mentertawakan penjelasan pak Sukimin. 
Hasil dari pertemuan :
Pak Sukimin diberikan dua opsi untuk keberadaan Masjid, yang tidak ada izin dari pihak Otorita Lapas Nusakambangan, yaitu : 
Apakah Masjid akan dibongkar sendiri ?
Atau Masjid diserahkan ke Kalapas untuk dialihfungsikan menjadi POS Marinir ?
Rapat Terbatas Jateng 1 & Jabar 8 : Untuk menjawab Kedua opsi ini, Mubda Jateng 1, (Mln. Nasiruddin Ahmadi) selalu memberikan arahan-arahan & mengawal via Telpon ke pak Sukimin dan pak Lili, dan pada hari Jumat, 14 Agustus 2020 berinisiatif untuk mengadakan Rapat Terbatas di Jemaat Patimuan, yang dihadiri oleh beberapa Muballigh dua daerah, Amirda Jabar 8, Nz. Ala Ansharullah, beberapa penguris Jemaat & Pengda LI Jabarteng, Pak Sukimin, Pak Lili/Asrodin(MB), dan tanpa disangka ada pak Ranto (katanya Salafi yang sudah dekat dengan Jemaat). Dengan hasil sbb. :
Dari jalannya peretemuan terungkap, sesuai dengan pengakuan pak Lili (MB), jauh hari sebelum poertablighan dan pembangunan Masig di bantar PanjangNusakambangan, ada permasalahan & perseteruan antara kelompok Pak Lili dan kelompok lainnya. Perseteruan ini berbuntut panjang, sampai pak Lili debgan beberapa kawannya berekanalan dan berjumpa dengan Pak Sukimin, Pak Mukhlis, Pengurus dan beberapa Muballigh lainnya.
Pihak pak Lili, yang ditokohkan di Bantar Panjang, sedikitpun tidak pernah bercerita kepada para pengkhidmat Jemaat, tentang perseteruan itu, termasuk ada Masjid ghair (NU) yang dibangun berdekatan dengan Masjid Al-Masrur. Inilah yang kemudian hari dipersoalkan oleh Kalapas.
Pak Lili selalu menyakinkan kepada setiap para Pengkhidmat jemaat yang datang, keadaan baik-baik saja, aman, kondusif, pembangunan didukung oleh masyarakat. Dan kalua ada masalah, “Saya sendiri yang akan menghadapinya !. “. Atas sikap pak Lili ini, disayangkan oleh para peserta rapat, mengapa tidak transparan. Karena kalua tahu sejaka awal, tentunya pihak Jemaat akan mengambil strategi yang lain.
Ranto pun sangat menyalahkan sikap pak Lili seperti itu dan sempat mengatakan, “Coba Pak Lili ini harus konsisten, Jangan sekarang berbicara lain nanti dibelakang kita ngomong bedan lagi. Tunjukan keberanian dan tanggungjawab”. Mengenai Ranto, pihak Jemaat berhati-hati.

Jawaban dua (2) Opsi yang ditawarkan : 
Setelah beberapa perwakilan Muballigh dan Pengurus mengeluarkan pendapatnya, maka Mubda jateng 1 sebagai pinpinan sidang menginformasikan rencana pak Sukimin akan menjawab dua OPSI yang ditawarkan Kalapas/Marinir. Dan Para peserta rapat agar memberikan masukannya, apa yang harus dilakukan oleh Pak Sukimin.
Melihat situasi yang ada dan mendengar cerita yang disampaikan oleh pak Sukimin dan Pak Lili, maka apapun argumentasinya pembangunan Masjid di bantar Panjang, tetap pihak Jemaat akan disalahkan.
Kita sangat menyanyangkan ketidak transfaransi-an pak Lili sebelum adanya Pembangunan Masjid, tetapi sangat dimaklumi kebutuhan masjid di Bantar Panjang pun sangat ditunggu-tunggu oleh Masyarakat. Kita berharap, Allah akan memberikan yang terbaik dimasa yang akan datang.
Yang diharapkan sekarang adalah, bagaimana sikap dan bantuan kita dalam menghadapi pertemuan yang kedua Pak Sukimin dengan Kalapas, yang In syaa Allah akan dilaksanakan pada Hari Senin, 17 Agustus 2020,  untuk menjawab dua opsi yang ditawarkan. Apakah diterima atau ada opsi lain yang ditawarkan ?.
Dari hasil masukan dan pemikiran para peserta Ratas,  maka munculah konsep jawaban seperti :


. JAWABAN OPSI YANG DITAWARKAN OLEH
PENGELOLA NUSAKAMBANGAN

Bismillahir-rahmaani- rahiim, Asyhadu An-laa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu anna Muhammadar-rasuulullaah

Assalamua’alaikum Warahmatullahi wa barakaatuhu

Berkenaan dengan hal-hal di atas maka saya sampaikan sbb. :

Apakah Masjid akan dibongkar sendiri ?
Atau Masjid diserahkan ke Kalapas untuk dialihfungsikan menjadi POS Marinir ?.

Untuk menyikapi dan menjawab dua opsi ini, saya sampaikan sebagai berikut. :
Sudah sejak lama saya yang didukung oleh keluarga besar berkeinginan untuk membangun Rumah Allah, atau Masjid (Tempat Sujud). Hal ini saya lakukan hanya karena :
 Termotivasi dan  mengikuti perintah agama Islam yang saya anut, dan mengikuti nasihat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW, “ Barangsiapa yang membangun Masjid, maka Allah akan membangunkan istana di surga”.  Dengan harapan untuk tabungan  kebaikan di akhirat, sebagai  Shodaqatun-jariah. 
Ternyata niat ini terwujud setelah berjumpa dengan seorang tokoh masyarakat Bantar Panjang, bernama Pak Asrodin atau Pak Lili. Yang memang menurut bapak Lili, “masyarakat Bantar Panjang ini sangat membutuhkan masjid yang lebih dekat, mengingat banyak diantara mereka yang sudah sepuh-sepuh”. Saya merasa yakin karena ternyata rencana ini didukung oleh masyarakat bantar Panjang, dengan adanya penggalangan tanda tangan masyarakat. 
Catatan : Masalah dikemudian hari harus ada aturan main yang harus dikerjakan, seperti perijinan dll, saya tidak atau belum tahu tentang aturan main yang harus diikuti di wilayah pulau Nusakambangan ini. Yang saya tahu, bangunan itu didirikan di atas tanah salah seorang warga penghuni Bantar Panjang, itu saja.
Setelah berpikir jernih dan menimbang berdasarkan niat utama saya dan keluarga membangun Masjid, dan setelah saya bermusyawarah dengan keluarga, maka Na’udzubillahi min dzaalik, Saya tidak berani menghancurkan atau membongkar Masjid atau Rumah Allah. Saya Takut kena mamalanya, atau ada istilah lainnya, takut terkena hukum karma.
Untuk opsi kedua, Masjid dialihfungsikan menjadi Pos Marinir, ini menurut pemikiran saya yang gak pinter, rasanya kurang etis apabila tempat ibadah, tempat berdzikir kepada Allah dan tempat bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dijadikan bangunan lainnya. Justru Saya berkeyakinan, dengan banyaknya asma Allah dikumandangkan di Masjid-masjid, maka In Syaa Allah, Pulau Nusakambangan dan penghuninya akan terhindar dari musibah, yang kita sendiri tidak tahu kapan dan darimana datangnya. 
Dan saya berharap, terlepas dari masalah aturan main yang ada, dengan adanya masjid ini, semoga akan menghilangkan image atau kesan bahwa Pulau Nusakambangan itu identik dengan Rumah Tahanan kelas berat, menyeramkan, menakutkan.

Tawaran Opsi yang ke –tiga, setelah beberapa hari merenung, banyak berdzikir, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan melakukan sholat Malam (Tahajud), maka saya mendapatkan hidayah untuk mengusulkan pilihan (opsi) yang ke-tiga, yaitu : SUPAYA BERMANFAAT, MASJID INI AKAN SAYA HADIAHKAN/Hibahkan  KEPADA MASYARAKAT BANTAR PANJANG dengan perwakilan Tokoh Masyarakatnya yaitu Pak Asrodin atau Pak Lili. 

Dengan penyerahan hadiah Masjid ini, maka Saya berharap :
Pengelolaan Masjid ke depannya adalah umat Islam di Bantar Panjang, dengan motor    penggeraknya Pak Asrodin. 
Semoga Masjid ini menjadi sarana edukasi Masyarakat Bantar Panjang untuk hidup rukun, toleran dan siap untuk menjadi garda terdepan membela dan menjaga kedaulatan NKRI dan Idiologi Pancasila.
Semoga Opsi (Pilihan) ke-tiga ini bisa diterima, dan Asma Allah terus berkumandang, sehingga terhindar dari musibah.
Demikianlah jawaban ini saya sampaikan, selebihnya saya serahkan dan hanya bertawakkal kepada Allah SWT.


Bantar Panjang, 15/08/2020
Wassalamua’alaikum Wrwb.
SUKIMIN


Do’a dan Harapan :
Semoga permasalahan yang ada di Bantar Panjang – Nusakambangan bisa berakhir dengan baik. Dan Ujianini sebagai awal dari bersirinya Jemaat disana yang lebih kokoh.
Strategi Pembinaan MB di Nusakambanan ke depan, akan dibahas dipertemuan dan agenda yang khusus.



Banjarsari, 07 September 2020
Wassalam yang lemah,




MLN. AHMAD MASUM KANZ
Mubda, Jabar 8

Tembusan Yth :
Missionary Incharge
Sekr. Tabligh PBJAI
Sekr. Tarbiyat PBJAI
Mubda. Jateng 1
Amirda Jateng 1 & Amirrda Jabar 8.
Dst.











Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM