KHUTBAH IED-FITRI 2011(Ied Yang Berulang)





KHUTBAH SHALAT ‘ID-UL-FITRI
Disusun : Mln. Nasiruddin Ahmadi, Mataram 1434 H/8 Agustus 2013)

‘ID YANG BERULANG BAGI AHMADIYAH
Oleh : Hz. Al-Hafiz Nasir Ahmad (Khalifatul-Masih III ra. Dan Kutipan lainnya)
A. Dua Keistimewaan Ramadhan : 
Ibadah ‘Ied memiliki kaitan yang sangat dalam dengan puasa. Bulan ramadhan memiliki dua keistimewaan yang khas itu adalah:  
1. Ramadhan sangat erat hubungannya dengan Lailatur Qadhar (LQ). 
2. Ramadhan sangat erat hubungannya dengan semangat pengorbanan yang gigih, yang dipersembahkan manusia kepada Rabb-nya. 
B. Maksud hakiki dari LQ ialah : 
1. Malam/suasana yang gelap di jaman Nabi Muhammad SAW. Beliau sebagai pembawa NUR telah menyingkapkan alam kegelapan itu dari setiap penjuru sehingga suasana berubah menjadi terang-benderang. Akhirnya berkat berkat wujud suci beliau SAW tidak tertinggal lagi sisa-sisa kegelapan, bahkan beliau SAW hanya menyediakan NUR belaka disekeliling manusia dan menjadikan mereka mampu untuk memperolehnya juga. 
Memang banyak sekali malam penentuan atau malam keputusan yang telah terjadi dikalangan umat Nabi Muhammad SAW. tetapi peristiwa-peristiwa semacam itu hanya merupakan bagian atau bayangan saja daripada malam keputusan (LQ) yang agung, yang pernah terjadi di jaman Nabi Muhammad SAW. dan memang hanya beliau-lah wujud yang berhak untuk menerima anugerah yang agung itu.
2. Arti Lailatul-Qadar :
Menurut lughah arti LQ adalah : Malam diputuskannya atau ditentukannya  urusan- urusan yang sangat khusus . disaat manusia telah dicekam/berada di puncak kegelapan , maka ditengah malam yang kelam itu dengan perantaraan RASULULLAH SAW., suatu urusan yang khas dan sangat agung telah diputuskan, bahwa semua bangsa/kaum yang berada di atas bumi ini akan dihimpun menjadi satu dan dengan pancaran Nur Muhammadi SAW . akan sujud bersama-sama dihadapan Allah Ta ‘ aala . demikian pula kedudukan dan martabat manusia akan ditegakkan dimuka bumi ini . 
2. Keistimewaan ajaran yang dibawa oleh Hz. Mustafa Rasulullah SAW . adalah menyempurnakan martabat dan kehormatan manusia.  
3. Islam tidak mengajarkan kikir satu sama lain  , Islam menyuruh kepada semua bangsa baik yang  berkulit putih ,(hitam) , kepada yang buta huruf ataupun kepada  yang berilmu bahkan kepada semuanya untuk memahami ajaran-ajaran yang terkandung di dalam AL QUR ‘AN , supaya semuanya dapat memperoleh martabat dan kehormatan yang hakiki dari     ALLAH SWT. Sehingan kehidupan sehari hari benar benar mencerminkan ajaran-ajaran islam sejati .

C. Keputusan yang ke dua didalam LQ adalah, apabila manusia telah , mengadakan hubungan yang erat dan teguh dengan allah SWT, maka ia melalui para malaikat-Nya, mulai mencurahkan rahmat-Nya, dan Allah mengirimkan para malaikat-Nya dari langit ke bumi membawa  kabar suka kepada manusia.  Mereka akan datang membawa bahan-bahan yang akan memudahkan segala urusan manusia  dan mereka akan menyampaikan kabar kabar keselamatan dan ketentraman dan mereka akan mengulurkan tangan untuk menolong dan menyerahkan panji-panji kemenangan ke muka bumi . 
Hal ini semua telah dijelaskan oleh Allah SWT. di dalam kitab suci AL QURAN. Tetapi kapan dan kepada siapa para malaikat itu akan turun ? , semuanya erat hubunganya dengan bulan suci ramadhan. Oleh karena itu manusia keadaannya sangat lemah dan kekuatanya sangat terbatas , maka sekalipun dicurahkan semua kekuatan dan kemampuannya tidak akan dapat menerima anugerah yang besar itu tanpa pertolongan dari Allah SWT. Oleh karena itu dengan jalan do’a hendaknnya perbanyak memohon kekuatan dan kemampuan kepada allah SWT . untuk memproleh rahmat dan karunia yang besar daripadanya . 
D. Pengorbanan :
Keputusan kedua yang telah saya jelaskan tadi , yakni pertama hubungan ramadhan erat kaitan nya dengan LQ , dan kedua hubungan ramadhan sangat erat kaitanya dengan pengorbanan yang sunguh-sungguh. lagi pula sebagaimana kita maklum, bahwa lima  macam bentuk ibadah yang berbeda beda yang merupakan dari semua ibadah, sangat berkaitan dengan bulan suci ramadhan . salah satu nya adalah , : perlakuan yang baik dan simpati terhadap (kedua orang tuanya), saudaranya dari kesusahan  (tanpa menyebut-nyebut jasa baik yang yang sudah dilakukannya) dan apa yang telah ALLAH SWT  . berikan bedasarkan ayat : “....................wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun“ . -hendaknya sebagian daripadanya di kurbankan demi kemashlahatan manusia- (orang lain), harta , waktu dan kesenangan pun harus di kurbankan, (dan tentunya kepada setiap ahmadi harus ingat kepada janjinya masing masing yang tertera di dalam janji badan badan,peny.) selain dari itu sekalipun kita sebagai hamba yang lemah, harus berusaha sekuat tenaga untuk berkurban dan menolong melepaskan saudara-saudara kita dari cengkraman musibah dan kesulitan, (hidup, ekonomi ,dll). dan kita tidak dapat memberikan pengorbanan sebaik-baiknya apabila tidak ada hubungan yang erat dengan Allah Ta ‘ aala.
Demikian pula karunia, rahmat dan pertolongan Allah Ta ‘aala pun tidak akan dapat diperoleh jika hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan terbatas yang ada pada diri kita. Maka jelaslah bulan ramadhan yang banyak mengandung berkat ini , pertama sangat erat kaitanya dengan LQ , dan erat kaitanya dengan pengurbanan yang sunguh-sunguh. kemudian setelah itu Allah menentukan satu lagi LQ bagi kita . 

E. LQ hakiki = Kebangkitan Nabi Muhammad Rasulullah SAW. :
Saya telah menjelaskan bahwa LQ hakiki mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kebangkitan Rasulullah SAW. di dalam detik-detik itu , di masa kebangkitan Rasulullah SAW. telah diputuskan di langit beberapa urusan manusia. dasar keputusannya diantaranya, bahwa kedudukan dan martabat manusia akan di junjung tinggi , kepada mereka akan dibukakan pintu ma‘rifat sehinga kedudukan mereka akan melebihi kaum dan ummat sebelum mereka .
Dengan disertai kabar suka , mereka akan mengenal sifat – sifat Allah Ta‘ aala  dengan baik . 
Berkat nur kebaikan dan nur keindahannya mereka akan mewujudkan penjelemaan dari sifat sifat nya. Maka dengan perantaraaan Rasulullah SAW.   mereka telah di beri pendidikan dan pelajaran yang sempurna dan komplit . sedangkan umat/kaum sebelumnya tidak pernah mendapat pendidikan semacam itu, melainkan pendidikan dan pelajaran semacam itu telah diberikan hanya kepada manusia yang hidup di zaman kebangkitan Rasulullah SAW . dan orang-orang kemudian setelah beliau SAW . 
Kemuliaan manusia dengan dua zaman 
F. Dari kesimpulan ini kita memahami , bahwa untuk ketinggian dan kemulian manusia telah di tetapkan dua jaman : Pertama : Apabila di dalam LQ telah ditetapkan bahwa di dalam tiga kurun,  pertama dimana dunia telah mulai dikenal , kedudukan manusia yang pada awalnya rendah telah di angkat dan dijunjung tinggi. 
Kedua  : Di dalam LQ itu juga telah di putuskan, berkat ta ‘ lim wa tarbiyyat Rasulullah SAW. semua kaum di dunia akan dibangkitkan kembali derajatnya dengan perantaraan seorang yang datang (yang dijanjikan di akhir zaman) merupakan buruz/bayangan beliau SAW. Berkat wujud yang di janjikan itu (Imam Mahdi as. ), derajat dan martabat seluruh kaum dan bangsa di dunia yang keadaannya laksana benda-benda yang tergeletak di bawah tanah (tak berharga), akan di angkat dan akan di junjung kembali setinggi-tingginya. (Terjadi revolusi dimana-mana. Industri, Francis, dll.)
G. ‘Ied bagi Ahmadi,  kemenangan Islam :
1. ‘Ied bagi kita orang-orang Ahmadi baru akan di peroleh apabila Allah SWT. Telah memberi taufik kepada kita, bahwa dengan cara dan petunjuk-petunjuknya, Insya Allah kita akan memenangkan semua kebahagiaan (kemenangan islam ) yang masih terletak di balik tirai khabar-khabar suka dari Allah Ta’ala. 
2. Dalam mencapai tujuan itu (keunggulan Islam yang sesungguhnya), 
a. Kita akan terus berusaha sekuat tenaga untuk mengkhidmati (Islam Nabi Muhammad SAW.), 
b. Mengkhidmati umat manusia walaupun di masa pengkhidmatan itu manusia secara berkelompok-kelompok mencaci maki, menghina, menyakiti (mendustakan), bahkan melancarkan gerakan-gerakan untuk menghalang-halangi kita (Meneror, merusak aset-aset jemaat, berbuat Anarkis dll.). kita tidak akan pedulikan hal itu semua. Kita berjalan terus dan tetap teguh kepada perintah Allah dan Nabi Muhammad Rasullullah SAW. untuk mengkhidmati umat manusia di muka bumi ini.
c. Janji Allah kepada Hz. Imam Mahdi As. : “Aku (Allah) akan memberi kepada jemaat ini, yaitu pengikut-pengikut engkau kemenangan di atas golongan-golongan lain sampai kiamat “ (Al-wasiyat H. 15)
d. Janji kemajuan jemaat dan para pengikutnya : “ janganlah menyangka bahwa Tuhan akan menyia-nyiakan kamu. Kamu adalah sebuah benih dari tuhan yang di tanamkan dalam bumi. Allah berfirman: Benih ini akan tumbuh kian besar, dari setiap pihak akan keluar cabanng-cabangnya dan akan menjadi sebuah pohon besar”, (Alwasiyat H. 20).
e. Hz. Masih Mau’ud as. Bersabda : “ Seandainya kamu sekalian menghendaki agar para malaikat di langit mendendangkan lagu-lagu sanjungan bagimu, deritalah dera dan pukulan yang di hantamkan orang kepadamu dan bersuka- citalah dengan penderitaan itu. Dengarkanlah caci maki orang dan bersyukurlah kepada Allah. Alamilah kekecewaan akan tetapi janganlah memutuskan hubunganmu dengan DIA. Kamu adalah satu jemaat Allah yang paling akhir”, (Ajaranku H . 17). 
f. Dan,  “kami tidak akan membiarkan suatu sebutanpun yang menyebabkan kehinaan dan kerendahan kehormatan engkau “(Alwasiyat H. 8) .
g. Beliau as. bersabda : “Terimalah kehidupan pahit karena Tuhan. Kesukaran yang karenanya tuhan ridho, itu lebih baik dari kesenangan yang menyebabkan kemurkaan ILAHI itu “ (Alwasiyat H. 17).
H. Repeat History : 
1. Sesuai dengan sunnah para Nabiullah (N. Muhammad SAW. & para sahabat ) pun kerap kali mendapat perlakuan (Caci maki, dll) seperti itu, sehingga banyak dari beberapa sahabat nabi dan kaum muslimin pada saat itu yang mengorbankan jiwa, raga, harta, waktu, kehormatan mereka. 
2. Dan tidak sedikit yang menjadi syuhada... Do’a “Ya Allah terimalah dan ridhailah setiap pengorbanan mereka dan kami.  Dan ya Allah, terimalah para syuhada di surga keridhaan-Mu, dan berilah kesabaran, keteguhan Iman kepada saudara saudara kami yang teraniaya di jalan Engkau, bersitkanlah Nur-Mu kepada saudara-saudara kami (Para Ahmadi yang dipenjara di Pakistan, peny.) yang berada digelapnya terali besi karena mengagungkan nama  Engkau, dan Ya Allah, hiburlah dan jadilah tameng untuk istri dan anak-anak mereka yang menderita di jalan Engkau”. 
I. Apa yang dapat kita harapkan dari mereka yang memusuhi kita ?, Allah SWT. Telah memperjalankan kita di atas jalan-Nya. 
1. Itulah kita harus berjuang sungguh-sungguh mengkhidmati (Mengabdi kepada islam, N. Muhammad SAW, Jemaat ilahi) dan umat manusia, supaya generasi yang akan datang menyaksikan, bahwa Jemaat Ahmadiyah sungguh-sungguh dalam mengkhidmati umat manusia, tidak menunjukan kelemahan dan kemalasan. Hz. Masih Mau’ud as. bersabda : “setiap orang dari antara kamu yang menjadi kendur dan malas akan di lempar dari jemaat bagaikan sebuah barang yang kotor (tak bertharga) “ (Ajaranku H. 17). 
2. Dan ”...Tuhan menguji mu, siapakah yang benar dalam pengakuan Bai’atnya dan siapa pula yang bohong. Orang yang tergelincir karena ujian, ia sedikit pun tidak merugikan Tuhan, malah kesialannya itu akan menyampaikannya ke neraka,....bangsa-bangsa menertawakan dan memperolok-olok mereka (kaum ahmadi), dan dunia memperlakukan mereka dengan sangat jijik, merekalah akhirnya akan unggul. Pintu-pintu berkat akan di buka untuk mereka “, (Alwasiat H. 20-21).
J. Menentang karena kebodohannya :
Ada di antara umat manusia yang karena kebodohan dan kegelapannya menentang dan memusuhi  Ahmadiyah, bermacam gerakan dan usaha (yang merugikan) di lancarkan untuk melumpuhkan kekuatan Ahmadiyah. Tetapi sebaliknya berkat kasih sayang dan kecintaan kepada Allah SWT. Jemaat Ahmadiyah ini terus melancarkan usaha-usaha yang baik dan menguntungkan kepada mereka, karena memang hanya inilah pekerjaan mereka, orang-orang Ahmadiyah, yang di bebankan kepada mereka. Dan mereka (Ahmadi) begitu asyik menjalankan kewajiban itu (mengkhidmati umat manusia) sehingga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kegembiraan ‘ied kepada mereka berulang-ulang. Setelah ‘ied yang pertama (LQ) di susul dengan ‘ied yang kedua  (pengurbanan). Setelah ‘ied yang kedua di susul dengan ‘ied yang ketiga maka kita semua bergembira, karena kita selalu memperoleh ’IED HAKIKI (yaitu mengkhidmati islam). 

K. Jadilah manifestasi sifat Allah :
Maka ‘ied kita adalah, kita harus menjadi hamba-hamba Allah yang hakiki, berusaha menanamkan dan (mengamalkan) sifat-sifat Allah di dalam jiwa kita, sifat Rahman, Rahiim, dan Maaliki yaumiddiin. Dan kita perlihatkan kepada dunia, bahwa kita adalah perwujudan sifat-sifat Allah SWT. Wujud kita, kedudukan kita dan amal perbuatan kita menggambarkan kepada dunia sebagai menifestasi dari keagungan Allah SWT. Supaya dunia sadar dan memperoleh pengertian, bahwa apa gerangan sehinnga Tuhan mencintai mereka  (Ahmadi) dan macam kecintaan apakah yang Tuhan perlakukan kepada mereka.

L. NASIHAT DAN RENUNGAN ‘IED : 
“Sudahilah pertentangan pertentangan antara satu dengan yang lain dengan jalan aman dan damai . maafkanlah kesalahan saudaramu , sebab sunguh jahatlah dia yang tidak bersedia di ajak berdamai oleh saudaranya . dia kan memutuskan hubungan sebab ia telah mencoba menanam bibit perpecahan. Tingalkanlah keinginan untuk mengikuti hawa nafsu dan bersitegangrasa antara satu dengan yang lain walaupun seandainya kamu berada di pihak yang benar, bersikaplah merendahkan diri (hati) seakan akan kamu bersalah agar kamu sendiri diperlakukan dengan pengampunan. Lepaskan segala sesuatu yang akan mengemukakan hawa nafsu, sebab pintu yang melalui pintu itu kamu dipersilahkan masuk tak dapat dilalui  orang yang gemuk oleh hawa nafsunya. Alangkah malangnya orang yang tidak mempercayai apa yang difirmankan Tuhan dan apa yang telah kusampaikan kepadamu. Sekira kamu agar Tuhan di langit ridha kepadamu, maka segeralah bersatu padu seakan-akan kamu antara satu sama lain seperti saudara sekandung layaknya . Diantara kamu orang yang patut di hormati , hanyalah dia orang yang suka mengampuni kesalahan saudaranya. Malanglah dia yang bersikeras kepala dan tidak bersedia memaaf kan kesalahan orang lain , sebab ia bukan dari golonganku (jemaatku)“,              (Ajaranku,  H .8-9)

M. DO’A DAN HARAPAN :
1. Mudah-mudahan dunia menaruh perhatian kepada hakikat ini, sehingga mereka juga kelak menjadi pewaris dari dunia dan kasih sayang Allah SWT. 
2. Semoga Islam segera mencampai, puncak kemenangannya dan apa kecintaan terhadap Rasulullah Musthafa SAW. segera menyala di setiap qalbu umat manusia..... 
3. Semoga hari ‘ied yang telah terbit bagi orang-orang islam tidak berubah menjadi malam yang gelap karena pengaruh-pengaruh syaithani.... semoga mendapat ‘ied yang hakiki dari Allah , ‘ied yang sudah di lupakan oleh umat manusia. Semoga ‘ied semacam itu selalu berulang-ulang datang kepada kita. Amin. 
( Sinar Islam tgl. 20 zhuhur 1357 HS/Agustus 1978, Hal. 15-20. Diterjemahkan oleh : Mln. Hasan Basri. Di susun kembali dengan tambahan kutipan-kutipan sabda-sabda Hz. Masih Mau’ud as. oleh : Nasiruddin Ahmadi- Bontang Kaltim).

DO’A WARGA AHMADI PENGUNGSI :
“ Ya Allah Tuhan kami bukan Raja-raja atau  ratu, bukan Presiden atau birokrat, bukan Kapolda atau pangdam, bukan badan hukum atau legalitas. Ya Allah, Tuhan kami hanya Engkau, Allah Ta’aala pemilik setiap hati manusia dan pemilik segala-galanya. Ya Allah, kami telah kehilangan segala-galanya      (Rumah, tanah, & harta bahkan ada yang nyawa ) karena korban nafsu angkara, Tetapi kami tetap bangga, kami masih punya Engkau- harta yang tak ternilai -, Ya Allah kami yakin Engkau masih ada dan janganlah Engkau tinggalkan kami. Ya Allah, Engkaulah yang maha mengetahui masa depan Jemaat dan masa depan kami, Ya Allah, berikanlah kepada Jemaat ini yang terbaik menurut Engkau, berikanlah kebahagiaan kepada kami  menurut kadar & ridha Engkau, dan jadikanlah kami & anak keturunan kami hamba-hamba yang selalu mencintai & melaksanakan perintah Engkau, Islam, Al-quran, Nabi Muhammad SAW, agar  bermanfaat bagi Agama, Nusa-Bangsa & orang tua. Ya Allah,  semoga yang antipati menjadi  simpati, yang simpati menjadi murid Imam Mahdi  Karena hanya  Engkaulah yang bisa membulak-balikan hati seseorang,Ya Allah,  kami   bersandar, memohon pertolongan, dukungan & pengakuan hanya kepada Engkau  untuk kemashlahatan hidup di dunia dan alam ukhrawi “. Amin.  In syaa Allah.  (Disusun oleh : Nasiruddin Ahmadi, Mataram, 28-04-2011).

LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE

Postingan populer dari blog ini

MANA YANG AKAN DIIKUTI SYARIAT ATAU ADAT

SIAPAKAH BIDADARI YANG HAKIKI?

WUJUDKAN PERDAMAIAN DI DUNIA ISLAM