KHALIFAH YANG DIUJI & DIPUJI
Sudah menjadi Sunatullah kebenaran yang dibawa oleh para anbiya akan ditolak dengan berbagai cara...
Dalam tarikh (sejarah), inilah yang pernah dialami oleh yang mulia Nabi Muhammad saw. Dimasa awal, Beliau SAW pernah juga mengalami kekerasan fisik.dan verbal. Disesatkan karena tidak sesuai ajaran leluhur para tokoh Quraisy Jahiliyah, diolok Majnun, dan tuduhan-tuduhan keji lainnya. Berkat kesabaran dan perjuangan, akhirnya Beliau SAW dan para sahabat mendapatkan kemenangan yang menggemparkan kota mekah, saat itu.
Hazrat Amirul Mu'minin, Khalifatul Masih IV.rh. pernah bersabda, "Repeat History, sejarah akan berulang".
Maksudnya adalah, suka-duka yang pernah dialami Rasulullah SAW akan kembali dirasakan dijaman Imam Mahdi as.
Contohnya, kekerasan verbal berupa caci maki, hujatan, hinaan, penyesatan, penonton-Musliman. Dan Secara pisik, berupa penyerangan, pengrusakan, pembakaran, penjarahan aset yang dimiliki, pengusiran bahkan pensyahidan akan dirasakan. Para Ahmadi menilai, hal ini sudah menjadi skenario Allah SWT. yang harus dilalui, sebagai mana Nabi Muhammad saw pun pernah mengalami.
Ujian yang berupa kekerasan verbal maupun pisik disikapi oleh para Ahmadi dengan penuh kesabaran, doa dan usaha. Bagaimana cara menghadapi hal yang tidak menyenangkan ini?, tentunya para Ahmadi tidak membalas dengan hal yang sama. Karena mereka yakin Allah akan melindungi dan menindak para musuh kebenaran sesuai dengan kadar kesalahan nya. Apalagi Allah SWT sudah berjanji kepada pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah, sbb. :
"Aku (Allah) akan menghinakan orang-orang yang menghina engkau(HMG. Ahmad), dan Aku akan menolong orang-orang yang menolong engkau",
(Ilham Hz. Mirza Ghulam Ahmad as.).
Pembaca harus tahu dan cerdas bagaimana sejarah negara Pakistan dan beberapa Ormas Radikal dan Intoleran lainnya saat merugikan eksistensi organisasi Islam Ahmadiyah saat menjalan missi sucinya, yaitu menyebarkan Islam Rahmatan Lilaalamin yang damai.
1. Pemerintah Pakistan menon-Muslim-kan Ahmadiyah, itu lebih kepentingan keputusan Politik, dan beberapa negara lain ikut-ikutan. Padahsl yang berhak mengatakan Muslim atau tidaknya seseorang, itu hanya hak prerogatif Allah.
2. Ahmadiyah dipermasalahkan bukan seratus persen masalah Akidah, tetapi kasus Ahmadiyah sering dijadikan pengalihan isue politik disuatu negara, terutama saat kontestasi pemilihan kepala negara atau pemilukada, Ada deal-deal tertentu.
3. Terindikasi yang paling merasa terancam apabila Ahmadiyah terus eksis adalah Hizbut Tahrir, karena mereka ingin menegakkan khilafah politik ala mereka, sementara organisasi Internasional Islam Ahmadiyah mengusung sistem Khilafah Spiritualnya (Rohani) yang sudah eksis lebih dari 113 tahun di 220 negara didunia, jauh hari sebelum HT ada.
4. Tokoh-tokoh pengusung Khilafah politik, selalu menyuarakan pembubaran Ahmadiyah, tetapi kenyataan nya, justru mereka yg dibubarkan pemerintah.
5. Terjadi kolaburasi yang solid antara MUI & FPI. MUI keluarkan vonis sesat Ahmadiyah, FPI sebagai eksekutor lapangan sehingga sering terjadi persekusi dan gerakan anarkis terhadap Islam Ahmadiyah.
6. FPI dalam aksinya selalu melakukan ujaran kebencian(Hate Speak) dengan orasi bunuh, halal darah orang Ahmadiyah, bubarkan, penjarakan pengurus2 Ahmadiyah. Tapi kenyataan nya, Pemerintah NKRI tidak memberikan legalitas lagi kepada keberadaan FPI, dan nasib pimpinan dan tokoh-tokoh teras lainnya dijadikan tersangka.
6. Bagi organisasi internasional Islam Ahmadiyah, di non Muslim kan, bukan suatu masalah besar. Ini hal biasa terjadi juga terhadap komunitas lainnya. Fenomena pengkafiran, penyesasatan, pemurtadan, dan penon Musliman, rupanya ini sudah menjadi trend internal Umat Muslim sejak lama.
7. Bagi warga Ahmadiyah, selama yang menon Muslim kan itu manusia atau lembaga bikinin manusia, itu tidak ada masalah. Kecuali yang menon muslim kan itu ALLAH dan Nabi MUHAMMAD SAW.
8. Yang terpenting bagi warga Ahmadiyah di 220 Negara, kapan dan dimanapun mereka tinggal, harus Loyal kepada Penguasa yang syah. Khusus di Indonesia, Warga Ahmadiyah Setia kepada NKRI dan ideologi Pancasila. Ini terbukti, Banyak yang syahid bela negara, dan beberapa orang mejadi Pahlawan.
9. Terakhir, dalam sejarah berdirinya Organisasi Islam Ahmadiyah sejak tahun 1889, dan di Indonesia tahun 1925, tidak ada rekam jejaknya bahwa Warga Ahmadiyah Melakukan pemberontakan, membuat huru-hara, demo anti pemerintah*, padahal pengikut Ahmadiyah ini Ratusan Juta didunia. Ini bukti warga Ahmadiyah cinta negeri.
10. Akhirnya, walau pun Warga Ahmadiyah sering diperlukan tidak adil, sering mengalami persekusi & kekerasan, mereka tetap setia, loyal, cinta tanah air. Ini terbukti dengan kiprah Ahmadiyah untuk negeri dengan melakukan aksi Sosial, kemanusiaan. Donor Darah rutin, menjadi calon Donor kornea Mata, bantuan Sembako, bencana alam, korban Tsunami, korban akibat peperangan, dll.
Walhasil, dibalik ujian yang dinikmati oleh Warga Ahmadiyah, disana terkandung puji sanjung pertolongan Allah swt dengan menghakimi para penentang kebenaran Imam Mahdi as. Semoga NKRI damai, Pancasila Jaya.